ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB.68


__ADS_3

"Sahara." Guntur yang sedang menatap foto Sahara ketika masih berada di Indonesia.


Rasakanlah apa yang harus kamu rasakan, Guntur. dua kali pernikahanmu setelah dengan Sahara kamu sudah hancurkan dua pernikahanmu. Entahlah Apa yang ingin kamu lakukan, semuanya sudah kamu ratakan dengan semua kebusukan yang kamu miliki. tepatnya di rumah Javier terlihat semuanya kembali pada posisi yang seharusnya.


Malam sudah menjelang dengan semua kesunyian. ketika pagi sudah menjelang Sahara sudah melakukan semua aktivitas seperti biasanya, wanita itu memasak untuk Ronald dan sang suami. wanita itu melakukan semua kegiatannya dengan begitu cekatan. tak ada satu keluh kesah yang membuat Sahara selalu kesal.


"Apa kamu mau pergi ke perusahaan, sayang?" tanya Sahara.


"Ya, sayang. hari ini Jeremy akan ke Thailand untuk melihat beberapa pekerjaan yang sedikit tidak bisa dikondisikan." jawab Javier.


"Memangnya ada apa, yang terjadi?" tanya Sahara.


"Beberapa pembangunan yang ada di Thailand itu ada yang berusaha untuk mengganggunya, jadi Jeremy ke sana untuk melihat apa yang terjadi." jawab Javier.


"Apa pria itu pergi sendiri?" tanya Sahara.


"Tentu saja sendiri, Sayang. memangnya mau sama siapa? tidak mungkin kan aku ke sana. Lalu, siapa yang akan mengurus perusahaan di sini?" tanya Javier kepada sang istri.


"Maksudmu itu dia sendiri atau mengajak Icha." jawab kesal Sahara.


"Aku tidak tahu sayang, soalnya Jeremy tidak bilang." jawab Javier.


"Ya sudah kalau begitu, Oh ya sayang nanti aku akan mengantarkan Ronald ke sekolah dulu. aku akan meminta pihak sekolah untuk memperketat penjagaan." ucap Sahara.


"Kemarin aku sudah menelpon kepala sekolah tempat Ronal sekolah, Sayang. aku sudah meminta mereka untuk melakukan hal itu." jawab Javier.


"Begitu ya, terima kasih." jawab Sahara yang kemudian mempersiapkan makanan untuk sang suami.


Sepuluh menit yang lalu Sahara menunggu Ronald, namun bocah itu masih belum turun juga. akhirnya Sahara berjalan ke kamar Ronald untuk mencari tahu apa yang terjadi kepada bocah kecil tersebut.


"Kamu mau ke mana, Sayang?" tanya Javier kepada sang istri.


"Tumben sekali Ronald belum bangun, apa dia tidak enak badan ya?" tanya Sahara yang kemudian meninggalkan sang suami.


Langkah kaki Sahara, menaiki anak tangga, tatapan matanya menatap kamar yang masih belum terbuka tersebut. sesaat kemudian Sahara berjalan menuju kamar Ronald dan mengetuk pintu kamarnya.


TOK..


TOK..


Belum ada suara yang terdengar, wanita itu nampak mengetuk pintu itu kembali.


TOK..


TOK..

__ADS_1


beberapa menit kemudian masih belum juga ada suara yang terdengar hingga membuat Sahara meminta salah satu pembantu untuk mengambil kunci cadangan kamar Ronald


"Ada apa, Sayang?" tanya Javier yang sudah mendatangi sang istri.


"Ini lho sayang, kenapa Ronald Kok belum keluar juga ya. tumben banget kamarnya dikunci." jawab Sahara.


BRAKK..


BRAKKK..


"Ronald! Ronald!!" Javier yang terus berusaha untuk memanggil putranya tersebut sekitar 5 menit kemudian pintu kamar itu sudah terbuka. nampak di sana Ronald wajahnya sedikit pucat dan kedua bola matanya pun sedikit bengkak.


"Ada apa denganmu, Ronald.


"Kamu habis menangis ya?" tanya Sahara yang kemudian memeluk putranya tersebut.


Ronald menggelengkan kepalanya, bocah kecil itu nampak menyembunyikan semua kesedihannya.


"Ada apa Ronald, coba kamu cerita sama papa dan mami. kalau kamu menyembunyikan segalanya sendirian Kamu tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini." ucap Javier yang terlihat mengelus kepala putranya.


"Aku tidak mau ke sekolah papa, aku tidak mau ke sekolah." jawab Ronald yang membuat Javier sangat terkejut.


"Kenapa kamu tidak mau sekolah?" tanya Sahara.


"Aku tidak ingin bertemu dengan wanita itu, Mami." jawab Ronald.


"Apakah kamu takut jika wanita itu mendatangimu di sekolah?" tanya Sahara.


Ronald menganggukkan kepalanya, ternyata ketakutan itu benar-benar dirasakan oleh bocah kecil tersebut.


"Lalu, apalagi yang kamu takutkan?" tanya Sahara.


"Aku tidak mau bertemu wanita itu lagi, Mami." jawab Ronald.


"Lalu, Jika kamu tidak pergi ke sekolah Apa kamu yakin dia tidak akan mencarimu di tempat lain?" tanya Sahara.


"Maksud Mami apa?" tanya Ronald.


"Dengarkan Mami, sayang. wanita itu bukanlah Ibu kandungmu, wanita itu bukanlah wanita yang melahirkanmu. dia tidak mempunyai darah yang sama denganmu. jika sampai dia melakukan sesuatu kepadamu Mami dan papa akan membawa dia ke penjara. Mami tidak akan membiarkan wanita itu mencoba menyakitimu." jawab Sahara.


"Tapi bagaimana jika tiba-tiba wanita itu menculik Ronald, Mami?" tanya Ronald kembali.


"Kamu adalah jagoan yang hebat, Ronald. kenapa kamu harus takut dengan wanita seperti dia?" tanya Javier.


"Aku takut jika wanita itu tiba-tiba membawaku, aku takut jika tidak bisa melihat papa dan Mami." jawab Ronald.

__ADS_1


Sahara menunjukkan senyumnya, wanita itu memeluk Ronald dengan begitu erat. "Mami dan papamu tidak akan membiarkan wanita itu menyakitimu, Mami dan papamu tidak akan membiarkan wanita itu mengambilmu dari kami. Dia tidak mempunyai hak, dia tidak mempunyai hubungan apapun dengan kamu. kami sudah mengadopsimu sekarang kamu adalah anak mami dan papa. Jadi jika dia berani melakukan sesuatu kepada kamu itu artinya dia akan masuk ke penjara." jawab Sahara yang berusaha untuk menenangkan Ronald.


"Apa yang harus Ronald lakukan, Mami?" tanya Ronald. kamu ini seorang pria, kamu tidak boleh takut dengan apapun." jawab Javier.


"Apa yang dikatakan papa itu benar, Ronald. kamu tidak boleh seperti ini, kamu harus kuat Kamu adalah pria yang suatu hari akan menjaga mami." Sahara yang terus memberikan penjelasan kepada putranya.


Tentu saja semuanya itu membuat Ronal benar-benar sangat bahagia, terasa semuanya begitu indah terasa semuanya begitu bahagia.


"Dengarkan papa, jangan jadi pria cengeng. kamu kan ingin punya adik perempuan, kalau kamu cengeng.., lalu siapa yang akan menjaga adik kamu?" tanya Javier.


"Benarkah, pa?" tanya Ronald.


"Tentu." jawab Javier.


Akhirnya Ronald begitu bahagia dengan semua penjelasan yang diberikan oleh kedua orang tuanya, mereka tidak ingin Ronald menjadi pria yang tidak mempunyai tanggung jawab. Sahara dan Javier akan memegang erat kedua tangan bocah kecil tersebut.


"Aku tidak akan membiarkan wanita itu berusaha untuk mendekati Ronald walaupun satu langkah." ucap Javier.


"Tentu saja wanita itu tidak boleh mendekati Ronald Apapun yang terjadi. Dia adalah putra kita, kita akan menjaganya dengan semua yang kita miliki." jawab Sahara yang kemudian tersenyum kepada Javier dan meminta kedua pria yang berbeda usia itu untuk segera makan.


Sekitar beberapa salah satu pembantu membawa serangkaian bunga dan beberapa kotak hadiah.


"Kalian bawa apa?" tanya Sahara.


"Tadi di pos jaga penjaga rumah bilang ada hadiah untuk nyonya Sahara." jawab pembantu wanita.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2