ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB.52


__ADS_3

TANGIS


Sebening embun Ketika cahaya mentari memasuki relung hati seorang wanita, tatapan mata yang begitu lembut dia tunjukkan untuk seorang bocah kecil yang sudah menjadi anak sambungnya.


"Apa yang mami lakukan?" tanya Ronald kepada Sahara.


"Tidak ada apa-apa, Memangnya kenapa?" tanya lembut Sahara.


"Mami, bolehkah Ronald meminta sesuatu kepada mami?" tanya Ronald yang membuat Sahara tersenyum sembari menyentuh pipi Ronald.


"Memangnya ada apar Ronald? Memangnya kamu ingin apa?" tanya Sahara yang menunjukkan senyum begitu tulus kepada bocah kecil tersebut.


"Mami, kapan Mami akan memberikan aku adik? aku ingin punya adik seperti teman-temanku yang lain, mami." ucap Ronal sembari menunjukkan senyumnya.


DEG..


Seketika Sahara kehilangan kata-kata ketika Ronald mengatakan hal itu, seorang anak? Sahara tidak pernah memikirkan mengenai hal itu, mungkin bagi Sahara itu tidak akan pernah terjadi karena dirinya masih belum yakin kepada Javier.


"Heh..., mempunyai anak? aku benar-benar tidak memikirkan mengenai hal itu." gumam Sahara dalam hati ketika dia mengatakan hal itu.


"Ada apa, Mami? Apakah mami memikirkan sesuatu?" tanya Ronald.


"Tidak apa-apa sayang, cuma Mami agak pusing saja." jawab Sahara yang sedikit kebingungan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh putranya.


Javier ternyata dari tadi ada di balik tembok dapur, nampak pria itu mendengarkan apa yang dikatakan oleh putranya. Javier sangat paham apa yang ada di hati dan apa yang dirasakan oleh Sahara, pria itu tidak ingin memaksa Sahara untuk segera menerimanya. 4 tahun pernikahan mereka Javier selalu menorehkan luka kepada Sahara.


Hal itu membuat wanita itu harus memikirkan kebaikan yang terjadi, untuk saat ini Sahara hanya ingin fokus membalaskan sakit hatinya kepada Louis karena selama ini dia sudah membohonginya.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini, sayang?" tanya Javier kepada putranya.


Pria itu sudah keluar dari persembunyiannya sembari menatap Ronald yang memeluk maminya dengan begitu manja.


"Aku ingin makan, Mami aku ingin Mami membuatkan aku makanan." jawab Ronald.


"Ya sudah kalau begitu, papa juga mau minta Mami buatkan Papa makanan dulu." pinta Javier yang membuat Sahara menggelengkan kepalanya.


Ketika Sahara sedang memasak tiba-tiba Ronald pergi karena dipanggil oleh Jeremy.


"Ada apa!" tanya Sahara.


"Sebentar ya Mami, aku mau keluar sebentar. paman Jeremi mau bilang sesuatu yang kemudian pergi.


Tatapan mata Javier menatap putranya, sesaat kemudian terlihat Jeremy mendekati Sahara. tiba-tiba saja pria itu memeluk Sahara dari belakang.

__ADS_1


"Aku tahu kenapa kamu mengatakan hal itu kepada Ronald. Aku sangat mengerti apa yang ada di hatimu." ucap Javier yang membuat Sahara langsung tersentak.


"Maafkan aku jika aku memang selalu membuatmu terluka, Maafkan aku yang selalu menyakitimu selama kita berada di London." ucap Javier yang masih memeluk Sahara.


Tak ada satu kalimat pun yang dikeluarkan oleh Sahara, jantungnya berdebar begitu kencang karena kata-kata yang diucapkan oleh suaminya tersebut.


"Aku masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan semua ini, aku masih butuh waktu untuk menerima semua ini." ucap Sahara yang kemudian berbalik dan menatap Javier.


"Aku mohon berikan aku waktu untuk melakukan semua yang kamu minta, aku ingin menjadi seorang suami yang kamu banggakan. Aku ingin menjadi seorang suami yang begitu mencintaimu." ucap Javier.


Sahara terlihat hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Javier pria itu masih memeluk Sahara dengan begitu erat.


Tidak ada penolakan dari Sahara, nampak wanita itu hanya terdiam sembari memejamkan matanya.


"Selama kita bersama pernahkah kamu memiliki perasaan kepadaku? selama kita bersama pernahkah kau memikirkanku? melamunkanku atau membayangkanku?" tanya Sahara yang tiba-tiba.


Javier yang mendengar kata-kata seperti itu tentu saja pria itu langsung tersentak luar biasa.


DEG...


"Aku pernah mencintaimu, namun kebodohan yang aku lakukan adalah karena aku selalu menolak perasaan ini. aku mencintaimu dengan semua perasaan yang aku miliki untukmu. Namun karena kebodohan yang aku lakukan aku selalu menyakitimu, entah sejak kapan aku jatuh cinta kepadamu namun selalu saja aku mengingkari perasaan itu. cinta itu ada untukmu tapi aku selalu mencoba untuk mengingkari perasaan ini." jawab Javier yang terlihat menenggelamkan kepalanya di leher Sahara.


Hembusan nafas Javier menerpa wajah Sahara. Hal itu membuat jantung Sahara berdebar begitu kencang, perasaan yang begitu mendalam itu bagaikan sebuah nyanyian cinta yang begitu indah. terasa kata-kata yang begitu menggoda itu terangkai dengan semua kalimat yang begitu indah.


"Kenapa aku tidak dipeluk juga, Paman?" tanya Ronald kepada Jeremy.


"Sebentar lagi kamu akan mempunyai adik." ucap Jeremy yang membuat Ronald langsung tertawa.


"Benarkah Paman? Apakah Paman tidak membohongiku?" tanya Ronald kepada Jeremy.


"Tentu saja, Kenapa Paman harus berbohong. kamu nanti akan mempunyai seorang adik, lihat saja." jawab Jeremy yang kemudian melakukan tos dengan Ronald.


"Lalu, Paman akan menikahi Tante Icha Kapan? katanya Paman mencintai Tante Icha?" tanya Ronald yang membuat Jeremy langsung terdiam tanpa bisa mengatakan apapun.


"Sudah sudah jangan menanyakan hal itu, nanti kamu menanyakan hal itu malah Paman salah fokus." jawab Jeremy yang membuat Ronald kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh pria itu.


Beberapa menit Javier mengajak Sahara untuk duduk, pria itu ingin membicarakan sesuatu dari hati ke hati dengan Sahara. langkah kaki Ronald mendekati kedua orang tuanya.


"Kalian mau ke mana?" tanya Sahara kepada Ronald.


"Mami, aku mau keluar sama paman Jeremy." ucap Ronald.


"Memangnya kamu mau ke mana, Ronald?" tanya Sahara kepada Ronald.

__ADS_1


"Aku mau keluar jalan-jalan sebentar, jadi kalau Mami mau mencariku telepon saja Paman Jeremi." jawab Ronald yang kemudian pergi.


"Apa kamu mau ke rumah Icha, Jeremi?" tanya Sahara yang membuat Jeremy langsung menunjukkan senyumnya.


"Ya sudah kalau begitu, kalian Pergi saja agak lama juga boleh." ucap Javier yang membuat Sahara langsung memukul pria itu.


"Memangnya kamu mau ngapain jika tidak ada anak kecil itu?" tanya Sahara yang mau duduk manis.


"Di sini aja, Memangnya mau apa." jawab Javier.


"Dasar otakmu kotor." sindir sahara membuat Javier langsung meminta Jeremy untuk membawa pergi Ronald ke tempat Icha.


Langkah kaki Ronald dan Icha nampak begitu bahagia, terlihat kedua orang itu benar-benar bahagia.


"Paman, nanti Paman Jeremy Mau mengajak Tante Icha ke mana?" tanya Ronald.


"Jalan-jalan di taman aja, Mau mengajak ke mana." jawab Jeremy.


"Aduh.., Paman itu pelit banget sih. Masa diajak ke taman ajak, ke mana gitu, makan-makan atau belanja-belanja. kalau lihat di TV kalau wanita diajak belanja itu kan senang." ucap Ronald yang membuat Jeremy menganggukkan kepalanya.


"Benar juga." Jawab Jeremy yang kemudian melajukan mobilnya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


__ADS_2