
"Kita harus bertahan, Risa. karena kita hanyalah orang desa Kalau kita menentang mereka bisa-bisa Kita tidak mendapatkan sepeser uang pun." jawab seorang pria.
"Sudah-sudah kalian bekerja saja aku mau kembali ke rumah pria itu, Nanti malah dia cariku. kalian tahu, kalau dia ngomong panjang lebar seperti seorang wanita." ucap Risa yang kemudian berjalan Kembali menuju rumah Devan.
SATU JAM KEMUDIAN
"Kenapa dia belum juga kembali, memangnya dia kemana. apa yang terjadi dengannya." ucap Devan dalam hati yang menunggu kedatangan dari Risa.
Tak berselang lama akhirnya Risa sudah kembali ke rumah Devan, terlihat wanita itu masih kesal dengan perkataan yang dilontarkan oleh Devan.
"Dari mana saja kau, Apakah kau tidak tahu kalau pekerjaan di tempatku sangat banyak!" seru Devan.
"Jangan berteriak padaku, jika tidak aku akan membanting tubuhmu!" jawab Risa.
"Berani sekali kau berbicara seperti itu padaku, Apakah kau tidak tahu di mana statusmu!" seru Devan yang tidak terima.
"Tentu saja aku tahu dimana statusku, Jangan pernah kau membawa status atau kedudukan di depanku. aku tidak menyukai hal itu!" teriak Risa.
"Memangnya kenapa? kau di sini sebagai pegawai ku bukan sebagai bodyguard-ku." jawab Devan dengan nada yang masih kesal.
"Dasar pria sombong, tidak tahu tata krama, saat kau berbicara dengan orang-orang nampak kau begitu lembut tutur katamu sangat menyejukkan hati, namun ketika kau berbicara denganku Entah mengapa kau benar-benar sangat menjengkelkan!" seru Risa yang kemudian duduk di kursi.
Bukan seperti itu yang diinginkan oleh Devan, namun Entah mengapa pria itu benar-benar tidak bisa mengutarakan isi hatinya. tidak bisa mengatakan apa yang sedang dia rasakan, kemudian terlihat Devan memberikan setumpuk berkas pembukuan di meja Risa, wanita itu benar-benar merasa kesal karena dirinya seperti dipermainkan oleh pria itu.
"Apa, Apakah pekerjaan ini kurang banyak ataukah kau ingin membunuhku disini?" tanya Risa.
"Tentu saja Ini adalah tanggung jawab mu, karena kau sekretaris ku jadi kau harus menyelesaikan semua ini." jawab Devan.
"Mungkin karena itu kau tidak mempunyai kekasih dan kau tidak laku, kau memang benar-benar pria brengsek yang tidak tahu berterima kasih!" seru Risa yang kemudian membuka berkas-berkas perusahaan.
"Apa!!" seru Devan.
"Dasar pria edan, pria tidak punya harga diri, pria tidak punya hati!" seru Risa yang benar-benar sangat marah ketika dia berhadapan dengan Afgan.
Begitu banyak penjahat mampu ditaklukan oleh Risa. namun Devan adalah pria yang berbeda, walaupun pria itu mencintai Risa dan benar-benar menyukai Gadis itu.. namun terlihat Devan belum bisa mengutarakan isi hatinya.
"Jangan banyak bicara segera kuselesaikan tugas-tugas itu setelah itu Kak boleh pulang." ucap Devan.
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau tidak aku selesaikan? aku pasti akan membuatmu menyesal karena membuatku mengerjakan pekerjaan ini. lihat saja semua ini akan ku selesaikan dalam beberapa jam saja setelah itu aku akan segera kembali ke tempatku, karena aku sudah mengutarakan kepada Bagus untuk segera pergi dari rumahmu, aku kan tinggal di rumah kecil tempat parah pembantu!!" seru Risa.
"Memangnya kenapa kau harus pergi dari tempat itu? Apakah tempat itu kurang nyaman ataukah ada sesuatu?" tanya Devan.
"Tentu saja aku tidak suka berada di situ, Bahkan aku selalu muat melihatmu!" seru Risa yang membuat Devan nampak melotot.
"Dasar wanita kurang ajar, Tidak tahu diri, tidak tahu malu!" seru Devan yang membuat Risa benar-benar sangat marah.
"Dasar kau pria brengsek, pria tidak bermutu!" jawab Risa kesal. baru ingin menenangkan diri, malah Devan membuatnya semakin marah.
"Kau yang tidak bermutu!" seru Devan.
"Entah mengapa begitu banyak penjahat yang menjengkelkan, tapi aku benar-benar dibuat muak olehmu!" seru Risa.
"Kau kira aku juga tidak kesal denganmu." jawab Devan.
Akhirnya pertengkaran mereka hari itu selesai juga, karena Risa sudah menyelesaikan semua pekerjaannya sore itu. Risa kembali cepat karena dia ingin segera mengemasi barang-barangnya dan memindahkan di salah satu bangunan yang ada di belakang rumah kediaman Javier.
"Kenapa kau harus pindah Risa, kau kan lebih baik tinggal di dalam rumah ini." ucap bibi tua.
"Biarkan saja bi, dia kan cuma hanya seorang pembantu. ngapain juga kita harus baik sama dia." ucap Devan yang membuat dua bola mata Risa nampak jengah, wanita itu benar-benar dibuat kesal oleh Devan.
"Kau tidak boleh seperti itu, tuan. Dia adalah seorang wanita yang baik, dia ditugaskan oleh ayahmu melalui Bagus untuk selalu mengawasi tempat ini. kalau kau melakukan penyiksaan secara batin seperti itu.. bisa-bisa tak ada yang mau bekerja di sini." ucap bibi tua yang membuat Risa nampak menganggukkan kepalanya.
"Oh ya, bibi. Besok saya mau izin kembali ke rumah saya sebentar, saya mau mengambil sesuatu." ucap Risa.
"Memangnya kenapa kau harus pulang? bilang saja Kalau kau mau melarikan diri!" seru Devan yang terlihat dia tidak suka saat Risa akan kembali ke rumahnya.
"Memangnya kenapa? Apakah aku tidak boleh pulang, kau kira aku tidak punya keperluan pribadi!" seru Risa.
"Memangnya Berapa hari kau akan izin?" tanya Bagus yang baru datang.
"Mungkin 2 hari. karena aku juga harus menyelesaikan beberapa permasalahan pribadiku." jawab Risa.
"Paling-paling kau akan bertemu dengan para kekasihmu!" seru Devan.
"Mau bertemu dengan para kekasihku itu kan urusan pribadiku. Memangnya kenapa? di perjanjian pekerjaanku tidak ada catatan mengenai kalau aku tidak boleh berpacaran." cibir Risa yang membuat Devan langsung terdiam.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, Risa. kalau kamu mau izin izin saja, lagian kamu sudah satu bulan lebih di sini belum libur sama sekali." ucap Bagus yang membuat Devan langsung melotot.
"Tidak ada izin-izin, dia harus segera bekerja." perintah Devan.
"Aku tidak peduli, aku mau pulang karena aku punya beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan." Risa yang mulai kesal kembali.
"Kalau kamu pergi dari sini aku akan memecatmu." ancam Devan yang membuat Risa langsung menghentikan langkah kakinya. terlihat wanita itu menatap Devan dengan tatapan mata yang benar-benar sangat kesal luar biasa.
"Kamu mau memecatku? pecat saja silahkan Siapa yang takut." jawab Risa yang benar-benar menantang.
Setelah mendengar jawaban yang dikatakan oleh Risa, tentu saja Devan tidak bisa mengatakan apapun.
"Wanita itu sangat sulit dimengerti berani sekali dia menantangku." ucap Devan.
"Sudahlah Bos, tidak usah mengatakan hal itu. kita ini mempunyai urusan masing-masing kan? jadi Mungkin saja dia mempunyai pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan." jawab Bagus.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1