
"Aku tidak tahu, tiba-tiba dia pingsan." jawab Sahara yang mulai ketakutan.
"Huh...memang beberapa hari ini dia tidak enak badan, karena itu dia selalu pingsan karena sesuatu." jawab Javier.
"Kalau begitu Cepat bawa dia ke kamarnya!!" seru Sahara yang kemudian mengikuti langkah kaki Javier.
Sebuah senyum terukir di bibir Javier ketika melihat Sahara sudah memasuki ruangan Rumah Javier. apa yang sudah direncanakan oleh Javier sekarang ternyata sudah mengenai Sahara, itu artinya Sahara akan kembali terjebak pada permainan mantan suaminya.
"Apa yang terjadi? apakah dia tidak apa-apa?" tanya Sahara yang benar-benar ketakutan saat melihat Ronald tiba-tiba sudah pingsan.
"Tenang saja, kau mau pulang... pulanglah, aku akan menunggu putraku sampai keadaannya membaik." ucap Javier.
Javier terlihat mulai melakukan aktingnya, dia mulai berpura-pura dengan semua perkataannya itu. entah sejak kapan pria itu mulai belajar berakting. biasanya kata-katanya selalu menyakitkan kepada siapapun.
"Tidak, aku tidak mau.., bolehkah aku menginap di sini? aku ingin menungguinya, aku ingin bersamanya." jawab Sahara yang begitu kebingungan sekaligus terkejut. begitu lama dia tidak bertemu dengan Ronald namun sekarang tiba-tiba saja dia mengetahui kalau Ronald sedang sakit Hal itu membuat Sahara ketakutan luar biasa.
"Yes, Akhirnya kau masuk perangkap kami. kau tidak akan pernah bisa keluar bahkan meninggalkanku dan Putraku kembali." guman Javier dalam hati ketika Sahara mengatakan ingin menginap di rumah tersebut.
"Mami, mami.." ucap Ronald yang terlihat berguman ketika matanya masih tertutup.
"Iya sayang.. Mami di sini." jawab Sahara. wanita itu terus menggenggam tangan Ronald yang berada di sampingnya.
"Apakah kamu mau makan?" tanya Javier kepada Sahara dengan nada suara yang sedikit lembut.
Tentu saja Sahara yang mendengar hal itu.. terlihat dia menatap wajah Javier. Entah mengapa kata-kata yang dikeluarkan oleh Javier benar-benar begitu asing di telinga Sahara, karena dulu saat pria itu berada di negaranya sikapnya benar-benar sangat berbeda.
"Apa?" tanya Sahara yang terkejut.
"Aku tanya sekali lagi, apakah kau ingin makan? karena Yang kulihat tadi kau tidak makan sama sekali saat di pesta." ucap Javier.
Seketika Sahara menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia berdiri sembari mencari keberadaan tas yang dia bawa.
"Kau mencari apa?" tanya Javier saat melihat Sahara mencari sesuatu.
"Aku mencari tas yang tadi aku bawa, aku ingin menelepon temanku yang tinggal di rumahku." jawab Sahara.
Javier melangkah ke sebuah tempat, pria itu membawa sebuah tas kecil yang ternyata adalah tas Sahara. "Apakah ini?" tanya Javier.
Sahara menganggukkan kepalanya.
"Bilang sama temanmu kalau kau akan menginap di sini selama dua hari." pinta Javier.
__ADS_1
"Mengapa aku harus tinggal di sini selama dua hari? besok aku akan pulang setelah itu sore aku akan datang kesini lagi." jawab Sahara yang terlihat mulai memencet nomor telepon temannya.
"Kau tidak boleh pulang selama dua hari, karena kalau Ronald pingsan dia membutuhkan waktu selama dua hari untuk memulihkan tubuhnya. kalau dia melihatmu sudah tidak ada di sini lagi mungkin keadaannya benar-benar akan sangat mengkhawatirkan. karena dia pernah melihatmu di jalan bersama seorang pria, Hal itu membuat Ronald pingsan selama tiga hari. dia tidak mau melakukan apapun dan tidak mau makan." ucap Javier yang membuat raut wajah Sahara benar-benar pucat.
Saat mendengar perkataan Javier akhirnya Sahara menelpon Icha. wanita itu mengatakan kalau dia tidak akan pulang selama dua hari karena bocah kecil kesayangannya sedang sakit.
"Kau istirahatlah dahulu, aku akan membawakan makanan untukmu." ucap Javier yang kemudian keluar dari kamar Ronald.
Sedangkan Sahara, terlihat wanita itu menatap Javier yang terlihat begitu berbeda, sangat berbeda dari dirinya ketika pria itu lumpuh dan tidak bisa melakukan apapun.
"Entah mengapa sikapnya benar-benar sangat berubah, bahkan saat berbicara denganku pun dia benar-benar berubah." guman Sahara dalam hati.
Sebuah senyum benar-benar terukir indah di wajah Javier ketika dia keluar dari kamar Ronald. pria itu hatinya sangat berbunga-bunga, dia yakin dia tidak akan melepaskan mantan istrinya itu.
"Kelihatannya Anda sangat senang, Tuan?" tanya Jeremy yang sudah berada di depan tubuh Javier.
"Tentu saja Jeremy aku sangat senang. lihat saja, Bahkan wanita itu kembali ke rumahku. Aku tidak akan melepaskannya lagi untuk siapapun dan aku tidak akan membiarkan dia kabur dariku." ucap Javier yang membuat Jeremy ikut bahagia. karena majikan sekarang sudah berubah demi mendapatkan mantan istrinya kembali.
"Kau jangan mengajakku berbicara, Jeremy. karena aku harus membuatkan masakan untuk istriku. aku akan membuatkannya sendiri dan mempersembahkan untuknya, akan ku buat dia tergila-gila padaku kembali dan aku akan membuatnya hanya menatapku tanpa bisa menatap pria lain." ucap Javier yang kemudian pergi ke dapur untuk mengambil makanan.
"Kelihatannya Tuan Javier akan menjadi seorang pria bucin tingkat dewa." ucap Jeremy.
10 menit kemudian
"Ronald.. Ronald," panggil Javier sambil menepuk pipi putranya.
"Ughhhh..."
Kedua bola mata Ronald sudah terbuka, tatapan matanya menatap ibu sambung yang selalu bersamanya. "Mami!!" seru Ronald.
"Sayang, ada apa?" tanya Sahara yang terkejut.
"Mami jangan pergi." pinta Ronald sambil memeluk Sahara.
"Tidak, Mama tidak akan pergi." jawab Sahara.
"Mama janji?" tanya Ronald.
"Iya." jawab Sahara.
"Ayo sayang, cepat kau makan." pinta Javier.
__ADS_1
"Aku mau makan jika Mami sama Papa makan bersamaku." pinta Ronald yang membuat Sahara langsung menatap wajah Javier.
"Wow.. Putraku benar-benar sangat pandai berakting. Bahkan dia menjadi seorang Putra yang sangat pengertian." ucap Javier dalam hati.
Akhirnya hari itu Sahara dan Javier makan bersama Ronald, mereka berdua nampak saling canggung karena sudah lama tidak pernah bertemu. terlihat Sahara menyuapi Javier, sebuah senyum benar-benar tergambar jelas di wajah Javier ketika dia mendapatkan perlakuan seperti itu.
"Kemungkinan Besok pagi aku akan mengantarmu ke perusahaan, setelah itu aku akan menjemputmu kembali agar Ronald merasa lebih baik." ucap Javier yang membuat Sahara menganggukkan kepalanya.
Keesokan hari
Pagi ini Javier benar-benar mengantarkan Sahara keperusahaan Louis. pria itu sudah membuat rencana agar Sahara pindah ke perusahaannya dan segera pergi jauh dari Louis.
"Apakah kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Javier kepada salah satu penjahat sewaan.
"Sudah Tuan." jawab pria itu.
"Lakukan semua yang aku perintahkan." pinta Javier.
"baik Tuan, Saya akan melakukan seperti yang Anda perintahkan." jawab si pria.
"Kamu harus ingat, tutup mulutmu jangan sampai mengeluarkan sepatah kata pun. jika sampai kamu melakukannya maka akan kupastikan hidupmu akan berakhir di sini." ancam Javier yang membuat si pria mengiyakan perkataan pria itu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat