
AMARAH
BRAKK...
"Pastikan semuanya baik-baik saja." perintah Javier.
"Baik, tuan." jawab Jeremy.
"Oya, Jeremy. perintahkan anak buahmu membersihkan kekacauan ini." perintah Javier.
"Ampuni aku, tuan." manager operasional nampak bersimpuh di hadapan Javier.
"Bawa dia pergi!" seru Javier.
Anak buah Javier akhirnya membawa si manajer pergi dari tempat itu, Entahlah hukuman apa yang diberikan oleh Javier kepada orang-orang yang sudah menghianati dirinya.
Sembilan orang yang ada di kantornya mereka benar-benar sangat ketakutan, mereka tidak akan pernah mengira Kalau hari ini akan tiba.
"Apa yang akan terjadi kepada kita?" tanya beberapa orang.
"Aku tidak tahu apa-apa, kenapa aku harus ikut di hukum. aku hanya menulis laporan sesuai yang aku terima." ucap seorang wanita yang agak muda dengan raut wajah yang begitu kebingungan.
Sembilan orang yang ada di ruangan itu perlahan-lahan duduk untuk memikirkan apa yang akan terjadi kepada mereka, setelah beberapa menit kemudian beberapa anak buah Javier kembali masuk ke ruangan itu. mereka meminta beberapa pria yang ditunjuk untuk keluar dari ruangan itu, sedangkan 4 orang yang lain dibawa entah ke mana.
"Perintah Tuan Javier kalian akan dibebaskan, Lain kali kalau ada sesuatu yang mencurigakan kalian harus langsung melaporkan hal itu kepada Nyonya Sahara. jika kalian melakukan kesalahan ini lagi maka kalian tidak akan dimaafkan." ucap salah satu anak buah Javier yang membuat kelima orang itu langsung terduduk lemas.
Mereka menangis karena mereka sangat bersyukur karena mereka tidak jadi dibawa pergi oleh anak buah Javier. keempat orang yang sudah dibawa itu mereka benar-benar sangat ketakutan mereka terus memohon ampun kepada anak buah Javier agar mereka tidak dibawa pergi.
"Percuma saja kalian mengatakan hal itu, kenapa kalian harus melakukan perbuatan bodoh jika kalian takut mendapatkan hukuman dari tuan." ucap anak buah Javier yang kemudian mendorong mereka ke sebuah ruangan yang sudah dipersiapkan oleh Javier.
Di sebuah ruangan bawah tanah yang ada di perusahaan sebuah ruangan yang memang diperuntukkan untuk sesuatu, namun sekarang ruangan itu akan dijadikan ruangan kesaksian dari orang-orang yang sudah melakukan penghianatan kepada pria itu.
"Katakan padaku apa yang sudah kalian perbuat, Aku tidak akan pernah memaafkan kalian."'ucap seorang pria yang sudah berdiri di ruangan itu.
__ADS_1
Si manajer wajahnya sudah babak telur bahkan tubuhnya sudah tidak bisa berdiri ke-4 orang yang dibawa ke sana. nampak mereka langsung terduduk lemas saat melihat si manager yang wajahnya sudah penuh dengan luka, kepalanya berdarah bahkan salah satu tangannya patah.
"Aku selalu mempertegas kepada kalian kalau aku tidak suka dengan penghianat, kalian berani menghianatiku mengambil uangku dengan jumlah yang begitu fantastis. kalian pikir kalian akan bisa mengelabuiku?" tanya Javier yang membuat keempat orang yang baru masuk itu benar-benar sangat ketakutan.
Satu wanita tiga pria, mereka benar-benar menatap Javier dengan tatapan mata yang tidak akan pernah tahu bagaimana kelanjutan hidup mereka.
"Ampuni kami, Tuan. ampuni, kami akan mengembalikan uang yang sudah kami curi." ucap seorang pria.
"Walaupun kalian sudah mengembalikan uang yang kalian ambil tetap saja kalian akan mendapatkan hukuman. sekarang kalian menghianatiku, nanti kalian akan menghianatiku karena kalian kira kalian bisa melakukannya lagi dan lagi." jawab Javier yang kemudian meminta anak buahnya untuk mempersiapkan 4 kursi dan mengikat keempat orang itu.
"Ampuni kami!!" suara teriakan tangisan dan permohonan ampun terus dikatakan oleh empat orang tersebut. nampak wajah mereka sudah pucat Pasti karena Javier bersiap-siap untuk memberikan mereka hukuman.
"Ampuni kami, Tuan. ampuni kami!!" seru keempat orang yang sudah memohon kepada Javier.
"Teruslah memohon padaku, namun aku tidak akan pernah memberikan kalian maaf." jawab Javier.
Sahara yang melihat hal itu nampak dia tidak bisa melakukan apapun, wanita itu hanya menatap sang suami yang sedang meminta kejelasan kepada orang-orang itu.
"Nyonya, tolong kami!!!" seru orang-orang tersebut.
Sedangkan Javier sendiri pria itu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh istrinya, kalian sudah melakukan kesalahan Karena itu kalian pantas mendapatkan hukuman.
"Jika kalian tidak melakukan kesalahan yang kalian lakukan mungkin saja kalian akan dimaafkan. tapi kalian sudah membuat kesalahan rasakan sendiri akibatnya." jawab Sahara yang kemudian mencoba untuk menatap Apa yang dilakukan oleh suaminya.
Mungkin bersikap keras itu lebih baik daripada selalu ditindas oleh orang-orang yang selalu membohongi kita, Sahara sedikit demi sedikit mencoba untuk memahami Javier. mungkin dengan begitu Sahara tidak akan bisa selalu dibohongi oleh orang-orang yang selalu jahat padanya.
Beberapa jam kemudian akhirnya Sahara kembali ke kantornya, wanita itu menatap kursi kebesaran Javier.
"Entah apa yang dilakukan oleh orang itu saat dia membangun seluruh perusahaan ini dia bekerja keras atau bagaimana aku tidak tahu. aku bertemu dengannya dia sudah memiliki kekayaan seperti ini." ucap Sahara yang kemudian mengambil ponselnya dan menelepon Javier.
Wanita itu mengajak suaminya untuk keluar dari perusahaan Karena dia sudah lapar, sepuluh menit kemudian Javier sudah ada di kantornya, pria itu menatap Sahara yang ternyata merebahkan dirinya di sofa kantornya. tatapan mata Javier menatap istrinya, sebuah senyum ditunjukkan oleh pria itu ketika menatap Sahara yang sedang memejamkan matanya.
"Apakah kamu masih tidur?" tanya Javier yang sudah duduk di samping Sahara.
__ADS_1
"Kepalaku pening, perutku lapar." ucap Sahara.
"Ya sudah kalau begitu kita keluar untuk cari makanan." jawab Javier yang kemudian mengajak Sahara untuk keluar dari perusahaan mencari makanan.
"Sebentar lagi kan sudah waktunya pulang, apa tidak sekalian kita pulang saja aku mau mencari street food yang ada di pasar jalanan itu." ucap Sahara.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita cari makanan di tempat itu." jawab Sahara kemudian mencari street food jalanan yang ada di Singapura. street food yang begitu terkenal karena tempat itu seperti pasar malam buat penggemar makanan.
Setelah beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di tempat itu, tatapan mata sarat begitu memuja tempat itu.
"Bagaimana kalau kita ke amoy street food center? Aku mau makan di sana, kulinernya banyak banget." ucap Sahara.
Javier akan melakukan apapun untuk istrinya itu, pria itu membawa Sahara ke surga makanan jalanan yang begitu terkenal di Singapura.
"Cari parkiran Sayang, aku mau makan." ucap Sahara yang tidak sengaja mengatakan kata-kata tersebut. Javier yang mendengar perkataan itu seketika dia langsung menatap Sahara dengan tatapan mata yang begitu tajam.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
__ADS_1
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat