ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB.59


__ADS_3

"Coba katakan apa yang kamu katakan tadi?" tanya Javier.


"Kata-kata yang mana?" tanya Sahara kembali tadi.


"Kamu memanggilku apa?" tanya Javier yang begitu bersemangat.


"Memangnya Apa sih yang aku katakan? aku kan tadi minta kamu untuk mencari parkiran. Lalu setelah itu kita makan." jawab Sahara.


Javier sedikit memijat keningnya, sesaat kemudian wajahnya yang begitu cerah ceria itu seketika menjadi gelap seolah akan hujan.


"Gitu aja kok ngambek, cepat parkirkan mobilnya." pinta Sahara yang membuat Javier langsung terdiam keluar dari mobil. Sahara langsung menarik tangan suaminya itu kemudian mengajaknya berkeliling tempat itu.


"Kita makan apa?" tanya Sahara.


"Terserah." jawab Javier yang masih kesal.


"Kamu marah ya?" tanya Sahara.


"Siapa yang marah." jawab Javier.


"Tuh wajahnya ditekuk-tekuk." ucap Sahara yang membuat Javier hanya terdiam tidak usah mengatakan apapun. aku kesal." jawab Javier.


"Kamu ingin aku panggil apa sih?" tanya Sahara yang membuat Javier menoleh dan menatap istrinya.


"Maksudmu?" tanya Javier.


"Kamu ingin aku panggil apa?" tanya Sahara yang membuat Javier sedikit memutar kedua bola matanya.


"Mau panggil apa Ya?" tanya Javier yang malah blank.


"Ayo sayangz kita cari makanan yang enak, mau tidak?" tanya Sahara yang membuat Javier seperti seorang pria yang baru jatuh cinta.


Pria itu langsung tertunduk malu dengan raut wajah yang memerah, kedua kakinya sedikit di hentakan ke tanah seolah pria itu benar-benar bocah yang sedang jatuh cinta.


"Idih, kamu ini kok malah malu-maluin gitu sih." ucap Sahara.


Tak ada kata yang diucapkan oleh Javier, pria itu hanya menebarkan senyum kemudian menggenggam tangan Sahara dengan begitu erat.


"Kita makan ini yuk." ajak Sahara.


Javier hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, semua makanan dicoba oleh Sarah. terlihat wanita itu benar-benar begitu bersemangat.


"Aku mau beli makanan ini ini ini dan ini dibawa pulang biar nanti Ronald bisa memakannya juga, Gimana?" tanya Sahara yang membuat Javier nampak hanya menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum kembali.


Pria itu benar-benar begitu bahagia seolah kebahagiaannya itu adalah kebahagiaan yang begitu luar biasa.

__ADS_1


"Kamu itu jangan tersenyum seperti itu, nanti dikira kamu gila." sindir Sahara yang kemudian memakan makanannya.


"Biarin, Kenapa sih aku ini sedang bahagia tidak boleh!" tanya Javier.


"Maksudmu?" tanya Sahara.


"Tentu saja aku bahagia, karena aku tadi dipanggil sayang oleh istriku." jawab Javier yang seperti ABG tahun 85.


Langkah kaki Sahara kemudian menyusuri satu persatu tempat itu, wanita itu kemudian terduduk dengan raut wajah yang benar-benar kekenyangan.


"Kenapa kok berhenti?" tanya Javier.


"Perutku sudah kenyang, Aku tidak mampu lagi untuk berjalan." jawab Sahara yang membuat Javier tersenyum.


"Itu kenapa kamu jadi orang jangan terlalu serakah, makan aja seperti orang kelaparan. seluruh tempat dikunjungi satu persatu." Javier yang terlihat menatap sang istri.


"Sudah-sudah, aku sudah kekenyangan. Aku mau minum Setelah itu kita pulang." jawab Sahara.


Hari ini benar-benar hari yang begitu membahagiakan bagi Javier, karena pria itu mendapatkan pengakuan dari istrinya. Tak ada kata yang bisa terucapkan dari mulut Javier, namun yang senyum yang dia tunjukkan dari tadi bisa mengisyaratkan Kalau pria itu benar-benar sangat bahagia.


Hari ini Javier pergi bersama dengan Sahara, Jeremi masih berada di perusahaan untuk mengurusi beberapa berkas, langkah kaki Sahara keluar dari mobil nampak wanita itu benar-benar begitu kelelahan.


"Sudah berhenti di sana!" seru Javier yang membuat Sahara berdiri sembari menoleh kepada sang suami.


"Mau apa?" tanya Sahara yang begitu kelelahan.


"Apa sih yang kamu lakukan, lepasin dasar tidak tahu malu." ucap Sahara yang terlihat mencoba untuk memberontak.


"Kenapa harus malu, kamu ini kan Istriku. kalau aku menggendong wanita lain sih aku harus malu." jawab Javier yang membuat Sahara yang tidak berdaya itu nampak Hanya bisa pasrah.


Wanita itu mengalungkan kedua tangannya ke leher, Javier kepalanya bersandar di dada sang suami kemudian memejamkan matanya.


"Nanti kalau menaruh di kamar Jangan dibanting ya." ucap lelah Sahara yang kemudian memejamkan matanya.


Javier melihat istrinya dengan tatapan mata yang begitu bahagia karena hari ini dia sudah mendapatkan pengakuan dari istrinya itu. sudah beberapa kali hari ini Sahara memanggilnya sayang.


"Papa!" seru Ronald yang sudah berada di tempat tersebut.


Seketika Javier meminta Ronald untuk tidak berteriak.


"Mami kenapa Pa?" tanya Ronald.


"Mami sedang tidur dia kecapean." jawab Javier. setelah mengatakan hal itu kepada Ronald akhirnya Javier membaringkan istrinya itu di kamar. pria itu nampak menatap wajah Sahara dengan begitu intens, sesaat kemudian tanpa terasa Javier memejamkan matanya dan berbaring di samping sang istri.


Malam semakin larut tanpa terasa Javier Sudah terlelap di kamar Sahara, mereka berdua nampak tertidur dan saling berpelukan. Sahara merasakan sesuatu yang begitu berbeda, rasa nyaman dan aman yang selama ini tidak dia rasakan. ketika pagi sudah menjelang suara dering jam beker membangunkan Sahara yang sudah terlelap.

__ADS_1


"Rame banget sih ini jam berisik!!" seru Sahara yang kemudian mematikan jam beker yang ada di kamarnya.


Kedua bola mata Sahara masih tertutup sesaat kemudian wanita itu membalikkan tubuhnya ke sisi yang lain.


"Ini Apaan." ucap Sahara yang merasakan ada sebuah tangan yang memeluk tubuhnya. perlahan-lahan Sahara membuka kedua bola matanya, tatapan mata Sahara menatap Javier yang ada di depan matanya. Sahara yang masih belum terbangun sempurna kemudian dia memejamkan matanya kembali.


"Kok aneh banget ya, perasaan aku bermimpi Kalau pria itu tidur di sampingku." ucap Sahara yang kemudian memejamkan matanya.


Setelah beberapa saat kemudian Sahara masih merasakan kalau dirinya itu dipeluk


"Kelihatannya aku tidak bermimpi deh." ucap Sahara yang kemudian kedua bola matanya terbuka dengan sempurna. terlihat wanita itu benar-benar menatap Javier yang berada di sampingnya, pria itu memeluk dirinya.


DEG..


DEG..


jantung Sahara berdebar begitu kencang ketika dirinya melihat Javier sudah ada di depan matanya. tatapan mata Sahara menatap dengan intens, Dia tidak sedang bermimpi wanita itu benar-benar tidak sedang membayangkan sesuatu.


"Pria ini ada di sini berarti aku tidak sedang mimpi dong." ucap Sahara yang kemudian segera terbangun dari tidurnya.


Javier yang merasakan tangannya dihempaskan dengan kasar seketika pria itu membuka matanya perlahan-lahan.


"Hoam..," Javier yang menguap.


Tatapan mata Javier perlahan-lahan terbuka, pria itu nampak menatap Sahara yang begitu marah.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2