
Sinar mentari siang itu tidak bisa lagi dibilang sebagai sinar penuh kesejukan, siang yang menderang dan sinar matahari yang menyengat sebuah kehidupan dalam kepahitan. terlihat sebuah keindahan yang sudah tenggelam oleh kemarahan seseorang.
PERUSAHAAN JL.GROUP
"Anda benar-benar terlihat sangat cantik Nona, Sahara." puji salah satu pengusaha.
"Terima kasih atas pujiannya, tuan." jawab Sahara.
"Oh ya nona Sahara, apakah Anda betah bekerja dengan tuan Javier?" tanya salah satu pengusaha sembari bercanda kepada Sahara.
Tentu saja mereka sangat tahu bagaimana watak dan sifat dari Javier, karena itu Mereka bertanya sekaligus menyelidiki Apakah wanita cantik itu betah bekerja dengan Javier. jika wanita itu tidak betah bekerja dengannya mungkin saja mereka akan langsung menarik Sahara menjadi sekretaris mereka.
"Saya bekerja bukan untuk mencari kesenangan semata, tuan. saya mendapatkan tanggung jawab dari tuan Javier untuk mengelola perusahaan ini sekaligus menjaga putranya. jika saya tidak betah mungkin saya sudah lama pergi dari tuan Javier." jawab Sahara dengan kata-kata yang begitu bijaksana. padahal dalam hatinya wanita itu setiap hari harus menahan semua penghinaan yang diberikan oleh Javier.
"Apakah Nona Sahara yakin betah bekerja dengan Tuan Javier? karena saya dengar kalau Tuan Javier itu orangnya begitu kasar, begitu kejam bahkan tidak pernah menghargai siapapun." selidik salah satu pengusaha.
Sebuah senyum ditunjukkan oleh Sahara kepada para pengusaha itu.
"Setiap orang mempunyai watak, prinsip sikap dan sifat sendiri-sendiri, Tuan. memang Tuan Javier adalah pria kejam dingin arogan egois dan tegas itu adalah sifat sikap dan pembawaannya. saya sebagai seorang pekerja Saya tidak akan mungkin dengan lancang meminta majikan saya untuk merubah sikapnya itu." jawab Sahara dengan bijak.
Jeremy yang ada di tempat itu nampak dia begitu kagum dengan semua yang dikatakan oleh Sahara, Jeremy Harold pria yang biasa dipanggil Ronaldo dengan panggilan uncle tapi Javier suka memanggil pria itu dengan panggilan Jeremy.
"Saya kira Anda tertekan dengan bekerja di bawah pimpinan Tuan Javier?" tanya salah satu wanita.
"Jika saya berbicara dengan perasaan pribadi saya mungkin saya tertekan, tapi saya bekerja secara profesional Saya tidak ingin mencampurkan masalah pribadi dengan pekerjaan saya. jadi saya mohon maaf jika saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda sekalian." Sahara yang memberikan penjelasan kepada orang-orang itu hingga membuat para pengusaha itu begitu takjub kepada wanita muda itu.
Beberapa diantara mereka memang memiliki perasaan kepada Sahara, walaupun usia mereka ada yang bisa dibilang tua-tua keladi tapi mengharapkan cintanya disambut oleh wanita muda. setelah rapat itu selesai akhirnya pembicaraan itu berakhir, Sahara kembali ke ruangannya Sedangkan para pengusaha yang lain pergi dari perusahaan JL GROUP. seorang pria berjalan mendekati Sahara.
"Kenapa kamu tidak berusaha untuk mengatakan sesuatu yang jelek mengenai Tuan Javier. Sahara?" tanya Jeremy.
"Untuk apa aku harus mengatakan hal itu, Tuan Jeremy. aku makan dari uangnya aku memiliki kedudukan ini karena dirinya. sungguh tidak pantas bukan kalau aku mengatakan hal itu." jawab Sahara yang sedikit acuh.
__ADS_1
Jeremy seketika menatap Sahara, pria itu dapat melihat sesuatu yang tidak bisa dikatakan oleh mulut Sahara. ada goresan luka yang begitu dalam hingga membuat wanita itu enggan untuk mengatakan apapun.
"Tadi aku diminta oleh Tuan Jeremy untuk kemari karena ada sesuatu yang harus kamu lakukan." pintar Sahara.
"Memangnya apa yang diminta oleh tuanmu itu, Tuan Jeremy?" tanya Sahara.
"Tuan Javier memintaku untuk mengatakan kepadamu untuk memeriksa salah satu cabang perusahaan JL yang ada di salah satu negara." jawab Jeremy.
"Memangnya ada apa, Apakah ada kesalahan?" tanya Sahara yang sedikit bingung. karena beberapa berkas yang dia periksa tidak ada masalah namun Kenapa tiba-tiba pria itu meminta dia untuk menyelidiki salah satu cabang yang ada di salah satu negara.
"Aku kurang tahu tapi kalau kamu ingin menanyakannya Tolong kamu tanyakan sendiri. aku hanya diminta mengatakan hal itu." jawab Jeremy yang kemudian membaca beberapa berkas yang ada di meja Sahara.
"Kamu mau kopi, teh atau aku buatkan apa?" tanya Sahara kepada Jeremy.
"Kopi saja, aku mau minum kopi setelah itu aku akan membantumu mengecek beberapa berkas ini karena setelah ini kamu harus melihat beberapa model fashion show kan?" tanya Jeremy.
"Kamu benar sekali, Tuan Jeremy. pria itu memiliki perusahaan yang mencakup beberapa bidang, terkadang aku pusing dengan semua laporan-laporan yang menumpuk di mejaku. laporan mengenai industri hiburan Kasino tempatnya perusahaan pakaiannya para model beserta barang fashion yang harus selalu aku pantau." jawab Sahara.
"Tentu saja Tuan Jeremy aku pasti sangat tahu bagaimana watak tuanmu itu, empat tahun aku bekerja dengannya jadi aku tidak akan buta dan tidak akan tuli dengan semua yang dikatakan. bahkan yang dilakukan oleh pria itu." jawab Sahara yang kemudian mulai membaca beberapa berkas yang ada di mejanya.
Sebelum itu terlihat Sahara meminta salah satu sekretaris yang ada di luar kantornya untuk membuat kopi dan jus anggur kesukaannya.
"Oh ya Sahara, Aku boleh tanya sesuatu?" tanya Javier.
"Ya ada apa, Tuan Javier."'jawab Sahara.
"Sekuat apakah dirimu menghadapi Tuan Javier?" tanya Jeremy yang membuat Sahara langsung meletakkan bolpoin yang dia pegang, terlihat wanita itu menatap Jeremy dengan tatapan mata yang begitu sederhana namun begitu berarti.
"Apa yang harus aku katakan dan jawaban apa yang harus aku berikan terasa aku seperti manusia yang sudah tidak mempunyai hati. tidak mempunyai wujud bahkan tidak mempunyai perasaan. bersama pria itu membuatku seperti seorang wanita yang tidak memiliki keberadaan sama sekali." jawab Sahara yang kemudian mulai bekerja kembali tak berselang lama kopi dan jus anggur itu sudah berada di kantor Sahara.
Tanpa menunggu waktu lagi akhirnya Sahara langsung menghabiskan jus itu hanya dalam beberapa tegukan saja.
__ADS_1
TOK..
TOK...
"Masuk!" seru Sahara.
"Nona Sahara!" panggil sekertaris Sahara.
"Ada apa?" tanya Sahara.
"Nona Sahara, ada beberapa desain pakaian yang harus anda lihat, beberapa desain yang anda buat serta beberapa desain yang sudah dimodifikasi juga sudah disempurnakan." ucap sekretaris Sahara.
"Itu masih berupa desain atau sudah berupa pakaian?" tanya Sahara.
"Maaf Nona, maksud saya contoh desain pakaian yang kemarin sudah kita buatkan pakaiannya. dibawa oleh beberapa orang dari perusahaan desain." jawab sekretaris Sahari.
"Ya sudah kalau begitu, minta mereka masuk. oh ya nanti kalau ada tamu yang berasal dari Belanda kamu bilang ya, katanya itu tamu yang akan mensuplai kita beberapa barang untuk syuting." ucap Sahara.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1
-Isteri simpanan bos kejam