ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
INDONESIA


__ADS_3

Akhirnya keputusan diambil oleh Javier, Devan memutuskan untuk tinggal berada di Indonesia dengan semua yang sudah dia inginkan.


BEBERAPA JAM KEMUDIAN


Setelah beberapa jam Devan sudah sampai di salah satu bandara yang ada di kota Jakarta, pria itu harus pergi ke salah satu tempat yang sudah dikatakan sesuai yang diperintahkan oleh sang papa.


Sebuah mobil sudah menunggu Devan di salah satu tempat yang ada di bandara.


Ini siapa sih yang jemput, Kok dari tadi nggak nampak batang hidungnya?" Devan yang terus menggerutu tidak karuan.


Ketika Devan hendak berjalan keluar dari bandara tatapan matanya menatap seorang wanita yang mengejar seorang pencopet yang ada di sekitar Jalan tersebut.


"Copet! copet!!" teriak seorang ibu-ibu dengan sangat histeris. nampak si wanita yang entah siapa itu seketika berlari mengejar untuk menghentikan pencopet itu.


"Dasar kurang ajar tidak tahu diri, berani sekali kamu mencopet!!" seru seorang wanita yang kemudian langsung menarik pria itu dan memukulnya.


Tatapan mata Devan menatap sosok wanita itu. Sedangkan seorang pria yang dari tadi mencari Devan Tentu saja dia langsung menyentuh pundak Devan dan memanggilnya .


"Tuan." Panggil seorang pria bernama Bagus.


"Ada apa?" tanya Devan.


"Apakah Anda tuan Devan? saya adalah Bagus, saya yang akan menjadi orang kepercayaan anda di perkebunan." ucap Bagus.


"Oh iya." jawab Devan.


"Mari Tuan kita masuk, saya akan mengantarkan Anda ke perkebunan." jawab Bagus yang kemudian meminta Devan untuk segera masuk ke mobil.


Tatapan mata Devan terus menatap seorang wanita yang tadi menyeret seorang pria pencopet, entah apa yang terjadi namun dia melihat wanita itu membawa pencopet tadi ke kantor polisi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara.

__ADS_1


"Lihatlah, gadis seperti dia bahkan bisa melumpuhkan dua pencopet sekaligus. padahal tubuhnya tidak terlalu besar." ucap Devan kepada Bagus.


"Oleh karena itu Jangan meremehkan wanita." ucap bagus yang kemudian menatap seorang wanita muda yang sedang menyeret dua pencuri yang hendak dibawa ke kantor polisi.


Tatapan mata Devan terus menatap seorang wanita cantik dengan tubuh yang tidak terlalu besar, terbilang sangat seksi namun dandanan nya tidak ada kata feminim sama sekali.


Bagus dan Devan menatap sosok Risa yang sedang merenggangkan tangannya, saat sudah keluar dari kantor polisi yang tidak jauh dari halte bus tersebut.


"Kalau kita mempunyai istri seperti dia, bisa bisa saat kita melakukan kesalahan sedikit atau melirik wanita sedikit.. bisa bisa kita jadi peyek ikan." ucap Bagus yang membuat Devan tersenyum.


"Mungkin aku akan langsung stress Gus, kalau mempunyai istri seperti dia. bahkan lihat saja gadis itu tidak ada kata feminim sama sekali." ucap


Devan sembari menatap wajah si gadis.


"Jangan mengatakan hal itu, tuan Devan. nanti bisa-bisa kita berdua terjebak cinta seorang wanita seperti dia. karena mulut seperti harimau." ucap bagus yang kemudian tertawa.


Sedangkan di tempat lain, nampak Risa sedang berjalan ke sebuah tempat. terlihat wanita itu memasuki sebuah tempat yang ada di kantor polisi.


"Halo Cantik, Bagaimana kabarmu?" tanya salah satu rekan Risa.


"Sudah jangan banyak bicara, ada apa?" tanya Risa.


"Apakah kau tidak ditelepon oleh pak Komandan, kalau dia telah memberikan kita tugas untuk berjaga di sebuah rumah orang paling kaya yang ada di kawasan ini." ucap teman kerja Risa.


"Ayolah Yudha, Bahkan aku jarang sekali melihat ponsel yang aku bawa." ucap Risa. sedangkan teman Risa yang bernama Yuda. nampak pria itu tersenyum kepada rekan bisnisnya, Yudha adalah rekan Risa yang lebih tepatnya dia atasan Risa yang selalu membantu Risa untuk mengungkap beberapa kasus yang diberikan oleh atasan mereka.


"Tentu saja kau tidak akan membuka ponsel mu, karena kau mempunyai ponsel yang begitu banyak." canda Yudha kepada Risa.


"Aku kesal sekali dengan ponsel yang aku bawa itu, bahkan setiap hari aku harus menerima notifikasi yang begitu banyak dari para pria yang tidak aku kenal.' ucap Risa yang kemudian membersihkan wajahnya. terlihat gadis itu membersihkan wajahnya dengan sapu tangan.

__ADS_1


"Lalu.. mulai kapan kita akan melakukan pekerjaan itu?" tanya Risa kepada Yudha.


"Mungkin mulai besok kita akan bekerja di tempat itu, karena aku harus menjadi pengawal pribadi putra dari milyader itu." jawab Yudha


"Terserahlah, pokoknya aku sangat capek berada di pada misi-misi yang sangat merepotkan itu, bahkan terkadang aku harus mendapatkan teror mengenai nyawaku." ucap Risa.


"Lalu, berapa tahun kontrak yang diberikan oleh miliarder itu kepada kita berdua?" tanya Risa.


"Kemungkinan 6 bulan atau sampai 1 tahun." jawab Yudha.


"Mengapa lama sekali?" tanya Risa.


"Ha-ha-ha... aku yakin kau pasti akan bosan berada di tempat itu kan?" tanya Yudha kepada Riza.


"Kau sudah tahu jawabannya." jawab Risa.


"Apakah kau tahu kalau putra dari milyader itu adalah pengusaha yang sukses, bahkan wajahnya begitu tampan." ucap Yudha.


"Memang itu urusanku." jawab Risa yang tidak menghiraukan kata-kata Yudha.


Keesokan hari..


Akhirnya Yudha dan Risa mengemasi barang-barang Mereka, terlihat mereka berdua sudah siap untuk melakukan misi mereka yang untuk kesekian kalinya.


Gadis itu sudah terlihat cantik dan anggun sembari ditemani oleh Yudha, mereka berdua telah berada di depan kediaman rumah miliarder tersebut.


Risa adalah seorang gadis berusia 20 tahun, Dia membantu beberapa polisi dengan semua pekerjaannya. Ayah Risa dulunya adalah polisi karena itu dia begitu dekat dengan teman-teman ayahnya di kantor polisi. Risa mendapatkan tawaran untuk bekerja di sebuah peternakan milik seorang pengusaha kaya yang tinggal di Singapura.


Sebenarnya Risa tidak mau karena dia juga membutuhkan uang untuk biaya kehidupan yang sehari-hari, mau tidak mau Risa menerima tawaran tersebut. gadis berusia 20 tahun itu sangat cekatan dalam bekerja, Dia selalu membantu polisi dengan semua yang sudah dilakukan terkadang Risa menangkap para pencopet para pejambret, para pria yang suka melakukan tindak asusila kepada para wanita yang ada di manapun dia berada.

__ADS_1


Risa ingin sekali menjadi seorang polisi, dia selalu ingin menjadi seperti ayahnya. namun sayangnya ayahnya meninggal beberapa tahun yang lalu, Risa ingin melakukan Seperti Yang Ayahnya lakukan. Dia selalu membantu orang-orang yang tertindas bahkan dia selalu membantu para wanita yang mendapatkan perlakuan tidak senonoh.


Hari ini Risa mendapatkan kabar dari Yudha kalau salah satu polisi meminta Yudha dan Risa untuk menjadi pengawal pria yang bernama Devan, seorang pengusaha kaya berasal dari Singapura.


__ADS_2