
"Nona Kania, Tuan Javier. pemimpin perusahaan G Group telah datang." ucap sekretaris Sahara.
"Baiklah kalau begitu, suruh dia masuk.. aku dan tuanmu akan berbicara dengannya." jawab Sahara yang kemudian meninggalkan Javier tanpa menatap pria itu sama sekali.
Seorang pria tampan yang berasal dari Indonesia, pengusaha muda yang begitu sukses dengan perusahaan fashion dan tekstil miliknya.
Tak ada percakapan antara Sahara dan Javier, kedua orang itu hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Selamat siang!" seru Guntur yang baru memasuki ruangan Javier.
"Selamat siang." jawab Javier yang mempersilahkan guntur untuk duduk di ruangannya.
Sahara memutar badannya dan menatap salah satu rekan bisnisnya itu. yang terlihat di sana seorang pria tampan yang berasal dari Indonesia.
"Selamat siang." ucap Sahara yang mengulurkan salah satu tangannya untuk menjabat tangan Guntur.
Tatapan mata Guntur menatap seorang wanita yang dulu dia kenal.
"Rima."
ucap Guntur yang menatap wajah Sahara, seorang wanita yang pernah dia nikahi namun dia ceraikan secara sepihak. tatapan mata Sahara menatap pria itu, memang Sahara sudah lupa dengan wajah Guntur. namun berbeda dengan Guntur karena di rumah orang tuanya terpampang jelas foto Sahara yang begitu besar.
"Selamat siang." ucap Sahara kembali yang melihat seorang pria yang ada di depannya itu tidak bergerak sama sekali namun tetap menatap wajahnya.
Tatapan mata Javier menatap pria yang akan menjadi rekan bisnisnya itu, seorang pria yang berasal dari sebuah negara yang belum pernah didatangi oleh Javier.
Seorang pria dari masa lalu Sahara kembali muncul di hadapannya, mantan suami yang telah menikahinya hanya dalam hitungan hari. tatapan mata Guntur menatap seorang wanita yang sekarang menjabat sebagai pemimpin perusahaan yang begitu ternama.
"Perkenalkan, nama saya Guntur Sanjaya. saya pemimpin perusahaan G Group!" seru Guntur kepada Javier.
Langkah kaki Sahara langsung terhenti saat mendengar sebuah nama yang pernah dia ingat empat tahun yang lalu.
"Guntur Sanjaya." ucap Kania yang kemudian membalikkan tubuhnya dan menatap pria itu. tatapan mata Sahara dan Guntur bertemu. Betapa terkejutnya kedua orang itu saat mereka telah bertemu di negara orang.
"Rima." ucap Guntur yang melihat Sahara berada di sana.
Sahara melangkahkan kakinya mundur sembari menahan dadanya dan memperkuat kakinya agar dia tidak terjatuh di lantai. entahlah, tiba-tiba kenangan masa lalu itu sudah muncul di hadapannya. seorang pria yang sudah menikahinya kemudian menceraikannya hanya dalam hitungan sehari saja, sekarang pria itu ada di depan matanya terasa kenangan pahit itu kembali muncul. kenangan pahit dari masa lalu dan kenyataan pahit di depannya terasa benar-benar membuat Sahara kehilangan pemikirannya.
Bagaimana tidak, tiba-tiba hari ini dia melihat mantan suaminya yang empat tahun lalu menceraikannya.
Javier menatap Sahara, tatapan matanya terus menelisik seorang wanita yang dibayar untuk menjadi Ibu sambung dari putranya.
Guntur terus menatap Sahara, sedangkan Gadis itu langsung mengalihkan pandangannya dan berpura-pura tidak mengenal Guntur.
__ADS_1
"Selamat datang tuan Guntur!" ucap Javier yang kemudian menjabat tangan pria itu. Guntur meraih tangan Javier dan menggenggamnya.
"Senang bekerja sama dengan Anda, tuan Javier." jawab Guntur memperlihatkan senyumnya tangan menjabat sedangkan mata menatap ke arah lain itulah yang sekarang dilakukan oleh Guntur.
Sahara mau tidak mau harus bersama dengan Javier untuk berbicara dengan Guntur. terlihat wajah Sahara begitu benci saat melihat pria yang telah menceraikan nya itu kembali ada di depannya.
Javier menatap wajah Sahara yang terlihat tidak tenang saat dia bertemu dengan Guntur. begitu pula dengan Guntur, saat berbicara pun terlihat tatapan matanya terus menatap Sahara yang membuat wanita itu sangat tidak menyukainya.
"Aku mau pergi sebentar." pamit Sahara yang membisikkan kata itu dan kemudian keluar dari ruangan tersebut.
Tatapan mata Guntur tetap menatap Sahara yang keluar dari ruangan itu.
DEG..
saat ada di luar kantor itu tiba-tiba dada Sahara terasa sesak, bayangan masa lalunya tiba-tiba membuatnya kehilangan kendali. baru tiga langkah keluar dari kantor tersebut tiba-tiba Sahara langsung tidak sadarkan diri.
BRAKKK..
"Nona Sahara!" seru salah satu pegawai yang ada di perusahaan Javier saat melihat tiba-tiba Sahara langsung pingsan.
Beberapa pegawai yang melihat hal itu mereka langsung menggendong Sahara ke ruang kesehatan yang ada di perusahaan.
Riuh yang ada di perusahaan itu tidak diketahui oleh Javier sama sekali, pria itu masih berbicara dengan Guntur mengenai kerjasama perusahaan. sedangkan di ruang kesehatan nampak Sahara sudah diperiksa oleh dokter perusahaan.
Gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Hanya kurang tidur, Dokter." jawab Sahara.
"Apakah kau yakin?" tanya Dokter Shirly seorang wanita yang sudah berusia empat puluh tahun.
Kania menggelengkan kepalanya kembali.
"Apakah kau sedang mengalami tekanan batin?" tanya Dokter Shirly kepada Sahara.
"Tentu saja tidak, Dokter." jawab Sahara.
Tatapan mata Dokter Shirly menatap Sahara yang tidak tenang.
"Baiklah kalau begitu, lebih baik kau beristirahat. pulanglah sebentar dan temuilah putramu itu, aku yakin dengan begitu keadaanmu akan membaik." ucap Dokter Shirly kepada Sahara.
"Kau benar Dokter, memang beberapa hari ini aku sedikit tidak enak badan." jawab Sahara Dian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah dari ruang kesehatan itu akhirnya Sahara memutuskan untuk pulang, dia tidak ingin berada di perusahaan terlalu lama apalagi di sana ada Guntur.
__ADS_1
Hari ini Sahara tidak berpamitan kepada Javier, berpamitan atau tidak itu sama saja. Javier tidak akan menggubris Sahara.
Sedangkan di perusahaan terlihat Javier menyuruh Jeremy untuk mengantar Guntur keluar dari perusahaan. tatapan mata Javier mencari keberadaan Sahara yang tidak ada di perusahaan, pria itu mendorong kursi rodanya. sesaat kemudian dia bertanya kepada salah satu sekretaris nya.
"Dimana Nona Sahara?" tanya Javier kepada sekretarisnya.
"Nona Sahara tadi pingsan tuan, dia tadi dibawa ke ruang kesehatan." jawab sekretaris Javier.
DEG..
Entah mengapa Javier tiba-tiba tersentak saat mendengar jawaban dari sekretarisnya, Tak lama kemudian Jeremy datang ke tempat Javier.
"Ada apa Tuan?" tanya Jeremy kepada majikannya.
"Bawa aku ke ruang kesehatan, katanya wanita itu pingsan." jawab Javier.
Jeremy juga sedikit terkejut saat mendengar kalau Sahara pingsan. Jeremy telah memberikan semua arsip-arsip mengenai kehidupan Sahara dahulu, seorang gadis muda yang kini telah berusia dua puluh tiga tahun.
RUANG KESEHATAN
Javier telah sampai ke ruang kesehatan, tatapan matanya mencari keberadaan Sahara. entah mengapa tiba-tiba Javier sedikit khawatir dengan Sahara. mungkinkah perasaan iba Javier mulai muncul.
Mungkin sebuah keajaiban turun di hati Javier ketika dia mendapatkan perasaan iba untuk orang lain. Entahlah, namun semoga saja pria itu benar-benar mempunyai perasaan sekarang ini.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1