
"Dasar pria sinting, berani sekali dia melakukan hal itu padaku. dia itu tidak tahu apa kalau aku ini wanita baik-baik." gerutu Sahara yang terus memaki Javier karena pria itu sudah menciumnya.
"Kenapa Mama marah?" tanya Ronald kepada maminya.
"Tentu saja mami marah, kenapa mami tidak boleh marah?" tanya Sahara.
"Tentu saja tidak boleh marah, mami. Karena papa kan sudah menikahi Mami lagi, sekarang Mami akan tinggal bersamaku kan?" tanya Ronald yang membuat Sahara menganggukkan kepalanya.
"Memang kamu mau mami tinggal sama kamu lagi?" tanya Sahara.
"Tentu saja." jawab Ronald dengan semangat 45. sedangkan di tempat tersebut, Javier sudah bersama dengan Jeremy.
"Apa kamu sudah mengetahui mengenai informasi Apa yang dilakukan oleh Louis?" tanya Javier.
"Sudah, saya sudah mendapatkan informasi Itu, Tuan. yang akan ada sebuah informasi yang mungkin akan membuat Tuan sangat terkejut." jawab Jeremy.
"Informasi apa?" tanya Javier.
"Informasi mengenai mantan istri anda." jawab Jeremy.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Javier yang tidak terlalu terkejut dengan nama mantan istrinya tersebut.
"Kelihatannya dia bekerja sama dengan Tuan Louis, Tuan." jawab Jeremy.
"Begitu ya, wanita itu dari dulu sampai sekarang tetap saja seperti itu. Aku tidak akan membiarkan dia melakukan apa yang dia inginkan, lihat saja aku pasti akan memberikan dia pelajaran. cari dua orang itu Jeremy, pastikan apapun yang mereka lakukan Kamu hancurkan. jika mereka mempunyai usaha hancurkan, jika mereka melakukan sesuatu hancurkan, aku tidak ingin mereka melangkah maju. Aku ingin mereka berhenti di tempat itu tanpa ada yang membantunya sampai sekali." ucap Javier yang membuat Jeremy menganggukkan kepalanya. amarah yang begitu luar biasa perasaan yang selalu dikhianati oleh mantan istrinya.
KEESOKAN HARI
"Selamat pagi sayang!!" seru Sahara yang sudah mempersiapkan masakan kesukaan Ronald.
"Selamat pagi Mami!" seru Ronald yang terlihat begitu bahagia karena senyum paginya disambut oleh Mami tercintanya.
"Selamat pagi sayang!" seru Javier yang membuat Sahara benar-benar melongo tidak percaya.
Pernikahan kedua dengan Javier benar-benar sangat berbeda dari yang dulu, pagi ini dia memberikan salam sayang kepada Sahara. tadi malam dia malah mencuri ciuman dari Sahara secara tiba-tiba.
"Coba kau ulangi lagi perkataanmu?" tanya Sahara yang mencoba untuk memperjelas perkataan Javier.
"Selamat pagi Sayang, selamat pagi sayang, selamat pagi sayang!" seru Javier yang membuat Sahara nampak menganggukkan kepalanya.
Sesaat kemudian Sahara menaruh masakannya dan mendekati Javier, salah satu tangan Sahara menyentuh dahi Javier sembari menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kepalamu tidak panas, Apakah kau tadi malam salah meminum obat?" tanya Sahara yang sedikit kebingungan.
"Memangnya kenapa? Apa salahnya aku memanggilmu sayang, karena kau adalah istriku." jawab Javier.
"Ya ampun, berarti aku yang salah minum obat tadi malam. karena pendengaran dan penglihatan ku benar-benar sudah salah." ucap Sahara yang kemudian duduk disamping Ronald.
Tak lama kemudian terlihat Jeremy dan Icha juga datang ke ruang makan tersebut, terlihat mereka seperti keluarga yang benar-benar sangat harmonis.
"Oh ya, mulai sekarang kalau kau ditanya mengenai aku harus bilang aku adalah suamimu. kau tidak boleh mengatakan kalau aku ini adalah Bos mu." ucap Javier.
"Aku kan sudah bilang kalau Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, biasanya kan kamu itu selalu mengatakan kalau aku adalah pegawai mu." jawab Sahara yang benar benar mengenai hati Javier.
"Itu kan dulu, sekarang itu kamu adalah istriku. kamu adalah tanggung jawabku, kamu tidak boleh mengatakan Aku ini adalah Bos mu, kamu harus mengatakan kalau aku adalah suami, mulai sekarang kau tidak boleh memanggilku Tuan bos atau apapun. kamu harus memanggilku sayang." ucap Javier.
"Itu namanya paksaan, kalau kau memintaku untuk mengatakannya." jawab Sahara.
"Memangnya kenapa? papa kan suami Mami, dia papaku kenapa Mami tidak manggilnya sayang? papa kan memanggil Mami sayang." ucap Ronald yang membuat Sahara nampak menghela nafasnya secara kasar.
"Kalian berdua ini benar-benar bersekongkol ya?" tanya Sahara yang kemudian melanjutkan untuk menyuapi Ronald.
"Oya, Ronald. sebentar lagi kamu pasti punya adik, kamu mau punya adik perempuan atau laki-laki?" tanya Javier yang membuat Sahara langsung tersedak.
"Uhuk..uhuk.., Apa maksudmu?" seru Sahara.
Icha dan Jeremy yang mendengar dan melihat pertengkaran dua orang itu, nampak mereka berdua tersenyum saat melihat pertengkaran sepasang suami istri itu.
"Aku mau punya adik perempuan, Papa. aku mau menguncir rambutnya!!" seru Ronald.
"Cih.., kalian berdua ini benar-benar pasangan ayah dan anak yang sangat menyebalkan." cibir Sahara yang kemudian memasukkan makanan itu ke dalam mulut dengan agak kasar.
"Mami, Mami. bekal makanan Ronald mana?" tanya Ronal kepada Sahara.
"Bentar Sayang, Mami ambilkan." jawab Sahara.
"Oh ya sayang, Jangan lupa bawakan aku bekal makanan juga, tambah porsi makanan yang biasa kau bawa. kita akan makan berdua di kantor." ucap Javier yang membuat Sahara nampak melotot kepadanya.
"Kalian berdua ini benar-benar membuatku dan Icha sangat iri." gerutu Jeremy.
"Mengapa kau harus menggerutu seperti itu? nikahi saja wanita itu, bereskan." jawab Javier dengan begitu ringannya.
"Kau tahu sendiri Bos, Kalau pernikahan dua negara itu benar-benar sangat merepotkan." jawab Jeremy.
__ADS_1
Icha yang mendengar hal itu nampak wanita itu langsung memukul lengan Jeremy.
"Apa maksudmu, Memangnya kau tidak mempunyai niatan untuk menikahiku?!" seru Icha yang sangat marah kepada Jeremy.
"Tentu saja aku mau, bukan begitu maksudku." jawab Jeremy yang benar-benar takut ketika dirinya salah berbicara.
"Dasar pria kurang ajar, berarti selama ini kau hanya berniat untuk mempermainkan ku, lihat saja aku akan mencari pria bule yang lebih kaya darimu. aku akan mencari pria yang sama dengan Sahara, kau ini dasar pria kurang ajar!" seru Icha yang kemudian tiba-tiba meninggalkan meja makan.
Terlihat wanita itu akan segera pergi dari rumah Sahara menuju tempat kerjanya.
"Dasar kau pria kurang peka." ucap Sahara.
"Kenapa kau tidak mencontoh aku, aku sekali tepuk langsung menikahi wanita ini untuk yang kedua kalinya." ucap Javier yang membuat Sahara langsung memukul punggung Javier.
"Dasar pria kurang ajar!" seru Sahara.
"Papa cepat antarkan aku, nanti aku telat masuk sekolah!" seru Ronald yang membuat Javier langsung berdiri sambil menunggu istrinya.
"Sayang ayo cepat, kau segera bersiap-siap kita akan mengantarkan Ronald Setelah itu kita berangkat ke perusahaan!" seru Javier yang kemudian nampak menunggu istrinya di dalam mobil.
"Iya sebentar." jawab Sahara yang kemudian mengambil bekal makanan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat