
Terasa jantung Sahara benar-benar begitu sakit, 4 dari anak-anaknya yang satu benar-benar begitu susah untuk menurut. Sahara selalu berusaha untuk menjadi seorang ibu yang baik, tidak pernah sekalipun wanita itu membedakan antara Ronald atau anak-anaknya.
Tapi tetap saja Devan selalu mencari alasan untuk semua kecemburuannya terhadap Ronald.
"Mami, Mami harus sabar ya." pinta Ronal.
"Apakah Mami kurang sabar, Ronald. Apakah Mami masih kurang bersabar selama ini? Mami selalu berusaha untuk memberikan semuanya secara merata, namun Devan selalu saja membandingkan kasih sayang yang Mami berikan." ucap Sahara sembari duduk merenung di taman belakang rumah.
"Mami, Apakah mami masih menganggapku seorang Putra?" tanya Ronald.
"Sampai kapanpun kamu itu Putra Mami, Ronald. sampai kapanpun kamu akan menjadi Putra mami. Memangnya ada apa?" tanya Sahara.
"Mungkin Devan menganggap mami selalu lebih menyayangi Ronald, Mami tahu kan dia itu masih muda amarahnya masih labil. kalau mami seperti ini mami akan sering sakit, biar nanti Ronald yang berbicara sama Devan." ucap Ronald.
"Apakah salah jika Mami marah kepada dia, Ronald. dia selalu saja menganggap Mami pilih kasih antara kamu, Chelsea, Daniel ataupun dia. Memangnya Mama itu pilih kasih yang mana? kamu bisa berdiri seperti ini karena kamu berusaha keras, kamu memiliki perusahaan sendiri walaupun perusahaan itu bukan perusahaan besar. kamu berjuang sendiri, kamu memiliki seorang wanita yang benar-benar memberikanmu dukungan." ucap Sahara.
"Ini semua berkat mami, aku memiliki seorang wanita yang begitu baik sama seperti mami, Mami adalah mamiku sampai kapanpun Mami akan selalu menjadi Mami Ronald." terlihat Ronal memeluk Sahara dengan begitu erat.
"Apakah kurang kasih sayang yang aku berikan kepada Devan hingga Mami mendapatkan perlakuan seperti itu, Ronald?" tanya Sahara sembari air matanya berlinang.
"Mami jangan sampai Papa melihat Mami menangis, kalau Papa melihat Mami menangis bisa-bisa papa akan murka. Mami tahu sendiri kan Papa tidak suka kalau melihat Mami menangis, siapapun akan mendapatkan hukuman karena membuat Mami nangis. Mami tidak ingin Devan mendapatkan masalah karena ini, bukan?" tanya Ronald yang membuat Sahara menganggukkan kepalanya.
Ketika Sahara dan Ronald berbicara berdua ternyata Javier sudah mendengarkan apa yang dikatakan oleh istrinya itu, memang Javier tidak pernah mengekang keempat anaknya. Namun karena status Ronald hanyalah anak tiri dari Javier, terkadang Devan selalu menganggap Ronaldi istimewakan. Entahlah Apa yang terjadi jika ketiga anak Javier dan Sahara mengetahui kalau Ronald tidak mempunyai hubungan darah dengan mereka sama sekali.
"Mami Tenang ya, nanti aku akan berbicara kepada Devan. Aku tidak ingin Mami Sakit, mami adalah kekuatanku Mami adalah pondasi yang membuatku kokoh." ucap Ronald yang kemudian mencium tangan Maminya.
Sahara menganggukkan kepalanya, wanita itu memang selalu mencintai Ronald dengan semua cinta yang dia miliki, langkah kaki Ronald meninggalkan ruangan itu. Sedangkan Javier tentu saja pria itu harus bersembunyi, Javier tidak pernah sekalipun mempunyai pikiran jelek kepada Sahara kalau wanita itu akan menyakiti anak-anaknya. wanita yang dia temui 23 tahun yang lalu adalah wanita yang sangat spesial.
Sahara langsung berdiri, wanita itu mengambil segelas air. Javier menatap istrinya pria itu, pria itu tahu kalau istrinya benar-benar sangat terluka, dari belakang Javier langsung memberikan pelukan yang begitu hangat kepada istrinya. pria itu ingin menjadi sosok pelipur lara bagi istrinya, Javier ingin Sahara selalu bertumpu padanya.
"Apa yang sedang kamu lakukan, sayang?" tanya Sahara.
__ADS_1
"Memangnya kenapa?" tanya Javier kepada sang istri.
"Aku mau masak mas, Memangnya ada apa?" tanya Sahara.
"Kamu mau masak apa?" tanya Javier kembali.
"Entahlah, aku mau masak sesuatu yang mungkin kamu suka." jawab Sahara.
"Hari ini kan hari minggu, bagaimana kalau nanti kita jalan-jalan berdua, kita habiskan seharian ini cuma berdua saja." bisik Javier di telinga sang istri.
"Aku malu, sayang. kalau dilihat sama anak-anakmu bagaimana?" Sahara yang sedikit malu dengan sikap suaminya tersebut.
"Kenapa harus malu?" tanya Javier.
"Kamu ini sudah tua malah makin menjengkelkan aja." Sahara yang kemudian memutar tubuhnya dan menciprati wajah suaminya dengan air dari keran.
"Sayang, kamu jangan main-main seperti itu, kalau seperti ini kamu malah menggemaskan." jawab Javier yang kemudian memeluk sang istri.
Suara canda tawa itu membuat seorang gadis muda yang hendak ke dapur itu langsung mengurungkan niatnya.
"Hehehe.., Tadi aku mau ambil air, papa. tapi yang aku lihat mami sama Papa lagi bermesraan." jawab Chelsea.
"Ini papamu itu nggak punya makhluk banget, Masa di dapur melakukan hal ini." Sahara kemudian mendorong tubuh Javier.
"Kalau kamu mau ke dapur lihat-lihat situasi dulu, Chelsea. kamu ini mengganggu Papa sama Mama aja." Javier yang tidak terima.
"Yang seharusnya bilang begitu tuh aku Papa, Kalian kan punya ruangan sendiri kenapa kalian bermesraan di dapur? di dapur itu tempat banyak orang, kalian ini tidak punya pekerjaan sama sekali. pagi-pagi buta seperti ini sudah memperlihatkan kemesraan, kalian itu mau apa sih..," cibir Chelsea yang kemudian mengambil air dan duduk di dapur.
"Kamu ngapain di sini? Cepat balik sana." Javier yang mengusir putrinya.
"Seharusnya aku yang mengusir papa dan Mami, cepat pergi sana kalian itu membuat aku jadi tidak enak aja." ucap Chelsea.
__ADS_1
"Memangnya tidak enak kenapa?" tanya Sahara yang sedikit penasaran.
"Ya iyalah, Papa sama mami bermesraan di dapur. memangnya kalian itu tidak mikir apa, kalau aku baru putus dari kekasihku. papa dan mami ini menyebalkan banget." Chelsea yang tidak terima.
"Memangnya kenapa kamu sampai putus sama pria itu?" tanya Sahara.
"Tentu saja aku putus sama dia, mami. dia itu pria Kurang ajar berani sekali dia hendak melakukan sesuatu kepadaku, sebelum dia melakukannya tentu saja aku akan memberikan dia hukuman terlebih dahulu." jawab Chelsea.
"Memangnya Apa yang kamu lakukan?" tanya Sahara yang benar-benar penasaran dengan apa yang dilakukan oleh putrinya tersebut.
"Aku menghajarnya, Mami. aku membuatnya babak belur, dia tidak tahu apa Kalau Putri dari Javier adalah seorang wanita pemberani yang sangat luar biasa. dia tidak terima ya silakan ke sini aja, aku mempunyai beberapa bukti untuk membuatnya masuk ke penjara." jawab Chelsea dengan raut wajah yang benar-benar sangat menakutkan. wanita itu menceritakan segalanya dengan emosi yang membabi buta.
"Itu baru namanya Putri papa, mereka tidak boleh mempermainkanmu. kamu adalah wanita luar biasa hebat, Papa memberimu Dua jempol." Javier yang terlihat begitu bangga dengan putrinya tersebut.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
__ADS_1
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat