
"Oh my God, Yang benar saja. Papa benar-benar ingin aku hidup susah seperti ini? pria itu benar-benar gila, dia Ingin membuatku benar-benar menderita. dia membuatku berada di sini dengan semua fasilitas murahan." Devan terus-menerus mengatakan sesuatu yang benar-benar tidak seharusnya dia katakan.
Sudah berapa juta dollar yang sudah disia-siakan Hanya Untuk berjudi dan bersenang-senang. sekarang dia harus menerima apa yang sudah dia lakukan. Dia harus menerima apa yang sudah dia perbuat, mengatakan tidak pun itu percuma karena pria itu harus bertanggung jawab atas semua yang dia lakukan.
"Anggap saja itu karma dirimu, karena kamu tidak mau berusaha untuk menjadi pria baik dengan semua yang sudah kamu lakukan." gumam Bagus dalam hati.
Hari ini semuanya akan berjalan dengan semua kenyataan yang mungkin terasa berat bagi Devan. tinggal di sebuah tempat yang lumayan terpencil, dia harus mengurus beberapa perkebunan yang ada di tempat itu.
Beberapa hari kemudian seorang wanita cantik datang ke tempat itu, dia sudah diminta oleh bagus untuk berada di sana dan memantau semua yang dilakukan oleh Devan.
"Bagus!" Panggil Risa.
"Kamu sudah datang, Risa?" tanya Bagus.
"Tentu saja aku sudah datang, lagi pula aku harus melakukan hal itu, bukan?" tanya Risa yang membuat Bagus tersenyum.
Devan yang baru keluar dari dalam rumah nampak pria itu menatap Bagus sedang berbicara dengan seorang wanita.
"Siapa dia, Bagus?" tanya Devan.
"Oh ya tuan Devan, namanya adalah Risa mulai sekarang dia akan bekerja bersama dengan anda." jawab Bagus.
"Jadi dia yang akan bekerja denganku?" tanya Bagus.
"Iya, Tuan. wanita ini yang akan bekerja dengan Anda." jawab Bagus.
"Baiklah, Bagus. mulai sekarang ajari wanita itu." pinta Devan kepada Bagus.
"Siap!" seru Bagus.
"Mengapa harus pria ini yang mengajariku Mengapa tidak dirimu?" tanya Risa kepada Devan.
__ADS_1
"Ogah." jawab Devan yang kemudian pergi meninggalkan Risa.
"Pria ini benar-benar sangat songong, dia Ini siapa sih Jadi orang kok sangat brengsek seperti itu." ucap Risa yang kemudian pergi meninggalkan Devan.
"Hufff..., dasar pria tidak tahu diri. berani sekali dia melakukan hal itu, dia itu sebenarnya punya perasaan nggak sih. Masa bilang seperti itu kepada seorang wanita jangan-jangan otaknya itu sudah setengah Kanser." guman Risa dalam hati.
"Oh ya Bagus, Hari ini aku harus mengerjakan apa?" tanya Risa kepada bagus.
"Kemungkinan besar kamu akan pergi bersama dengan Tuan Devan ke perkebunan bunga dahulu, Setelah dari sana kamu akan mengajak pria itu ke perkebunan kopi bahkan perkebunan teh." jawab Bagus dengan begitu santai.
"Lalu, kamu lagi ngapain di sini? Kenapa kamu tidak ke sana sendiri sama bosmu?" tanya Risa.
"Kamu tahu kan pekerjaanku di sini itu masih banyak, aku harus memantau para pekerja yang lain. kamu sama Tuan Devan hanya melihat pembukuan, melihat Bagaimana kondisi tempat itu. aku akan mengatasi permasalahan keuangan karena kamu tahu kan beberapa hari ini para pekerja perkebunan teh mogok karena mandor di sana tidak membayar gaji para pemetik daun teh." jawab Bagus.
"Bagus sekali caramu berbicara, Bagus. kamu tahu kan bosmu itu ternyata menyebalkan, bahkan lebih menyebalkan dari orang yang menyebalkan. Sekarang kamu minta aku untuk bersama dengan pria itu, kamu tahu..,jika aku melakukannya Apakah tidak sebaiknya kamu yang berusaha untuk melakukan sesuatu kepada pria itu? Aku benar-benar tidak ingin membuat kesalahan dan melakukan kebodohan dengan cara mendekati bosmu itu." jawab Risa.
"Ayo Carissa, kamu bantu aku. kamu tahu kan aku tidak mungkin dekat-dekat dengan pria itu, bahkan pria itu terlalu menyebalkan. orang menyebalkan saja tidak seperti dia, Dia itu super duper menyebalkan bahkan lebih menyebalkan dari orang menyebalkan. Bagus yang berulang kali mengulang perkataannya.
"Sudahlah, lebih baik kamu lakukan pekerjaanmu. kita itu adalah orang yang butuh pekerjaan ini. kita butuh uang jadi jangan banyak bicara, cepat kamu ikuti pria itu. aku yakin sifat menyebalkan yang dimiliki oleh pemuda itu akan membuat banyak masalah.
Bagus yang kemudian pergi meninggalkan Risa.
"Enak banget dia bicara seperti itu, baru ketemu aja mulutnya benar-benar begitu pedas." Risa yang terlihat mulai kesal dengan semua pemikiran yang dimiliki oleh Devan, mau tidak mau akhirnya Risa mengikuti kemana arah langkah kaki Devan. dia sudah terlanjur mengatakan Iya dan dia cukup juga butuh uang untuk kehidupannya.
Langkah kaki Risa mendekati Devan, sedangkan pria itu nampak menghembuskan nafasnya berulang kali.
"Bawa mobil, Aku mau naik mobil keliling desa ini." ucap Devan yang selalu memerintah.
"Halo Tuan, ini Jalan setapak hanya bisa dilalui oleh dua kendaraan roda dua saja. kalau menggunakan mobil kita tidak bisa, jadi cobalah untuk berpikir sederhana. kamu ingin mencari motor atau kamu ingin berjalan kaki?" tanya Risa.
"Kamu gila ya, Aku ini orang kaya Mana mungkin aku jalan kaki. Devan yang tidak terima disuruh jalan kaki, kalau anda tidak mau jalan kaki itu tidak apa-apa. Kalau begitu akan kucarikan sepeda motor untuk keliling ke perkebunan bunga, kalau perkebunan teh itu masih enak pakai mobil. kalau perkebunan bunga pakai mobil hancur semuanya!!" bentak Risa dengan raut wajah yang sangat menakutkan.
__ADS_1
"Di sini itu siapa sih bosnya, kok dia lebih galak dari aku." ucap Devan.
"Cepat kita pergi!" seru Risa yang begitu galak. salah siapa yang sudah mengatakan sesuatu yang kasar kepada wanita itu, malah sekarang Devan benar-benar mendapatkan seorang wanita yang galaknya sungguh luar biasa.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Devan.
"Tentu saja kita harus segera pergi dari sini, katanya kamu ingin jalan-jalan di sekitar desa ini, bukan? Cepat aku bonceng. kita akan keliling desa ini dengan menggunakan sepeda motor kalau kita menggunakan mobil jalan ini jalan sempit. kalau menggunakan mobil kendaraan berlawanan arah tidak bisa lewat." jawab Risa dengan nada yang benar-benar begitu menohok. Hal itu membuat Devan mulutnya seketika terdiam.
"Ini wanita Kenapa lebih galak dari orang lain ya, Bahkan kata-katanya benar-benar begitu kasar. wanita ini lahir dari apa? Bahkan aku yang seperti ini di lahab bulat-bulat." guman Devan dalam hati.
"Cepat kemari, kamu mau keliling desa apa nggak? Kalau nggak mau aku mau balik ke rumah aku mau istirahat!!" seru Risa yang membuat Devan berjalan santai ke arah Risa.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat