
"Apakah, Papa sakit?" tanya Ronald kepada papanya.
"Iya, memangnya ada apa?" tanya Javier.
"Kalau begitu, Bisakah Papa tetap berpura-pura sakit untuk beberapa waktu yang lama?" tanya Ronald yang membuat Javier nampak menatap putranya itu.
"Ada apa denganmu, Putraku? kenapa kau meminta Papa untuk terus sakit, Papa nanti tidak bisa bekerja loh.." jawab Javier.
"Tapi kalau Papa sembuhnya cepat Nanti Mama pulangnya cepat dong. Jadi boleh tidak Papa sembuhnya agak lama, Biar Mama pulangnya agak lama." ucap Ronald yang membuat Javier menganggukkan kepalanya.
ternyata Ronald memiliki sebuah ide yang sangat cemerlang, sebuah ide yang begitu luar biasa karena ide itu bisa membuat Javier lebih dekat dengan Sahara.
Benar Apa yang dipikirkan oleh putranya itu, jika cuma Satu hari Sahara juga akan segera pergi dari tempat itu.
"Benar juga, kalau Papa cepat sehat nanti Mamamu cepat pergi, kalau begitu kita buat perjanjian. kamu harus berpura-pura menangis kalau melihat Papa, biar Mamamu tidak jadi pergi, oke!!" seru Javier yang membuat Ronald menganguk.
Akhirnya kesepakatan antara Papa dan putranya terjadi agar Sahara tidak pergi dari rumah itu.
Berbeda di tempat lain, saat mereka mengetahui kalau Javier sakit nampak sepasang manusia durjana itu tertawa sembari yang meminum minuman beralkohol mereka begitu senang saat mendengar Javier sakit.
"Ha-ha-ha..., aku berdoa semoga Javier segera pergi ke akhirat!" seru Lauren yang telah mendengar kabar Kalau Javier sakit.
Berbeda dengan Louis, ternyata pria itu menertawakan kehidupan Javier. dia harus menarik perhatian istrinya hanya karena perbuatan Louis yang membuat sepasang suami istri itu harus berpisah.
Ternyata surat perceraian itu bukanlah surat perceraian asli, surat perceraian itu adalah surat palsu yang sengaja dibuat oleh Louis agar seluruh rencananya bisa berjalan dengan sempurna. betapa bodohnya Javier dan Sahara ketika mereka berdua dipermainkan oleh Louis.
"Aku pasti akan menghancurkan pria itu!" seru Louis.
"Buat dia menderita dengan cara mendekati wanita itu." ucap Lauren.
"Kau benar, jika pria itu telah mengejar istrinya aku pasti akan membuatnya gigit jari ketika wanita itu lebih memilih ku. dengan begitu pria Brengsek itu akan sakit hati dan kecewa. kalau bisa dia bunuh diri karena dicampakkan oleh istrinya." ucap Louis yang membuat Lauren benar-benar tertawa terbahak-bahak.
"Kamu benar, bahkan wanita itu adalah wanita bodoh. dia begitu bodoh menolak pria kaya." ucap Lauren yang membuat Louis tersenyum.
"Kamu benar sekali, kita akan membuat mereka seperti berada di sebuah tempat yang sangat aneh." jawab Louis.
"Kita permainkan saja kedua orang itu, Setelah itu kita buat mereka berdua seperti layaknya para makhluk bodoh yang benar-benar tidak berguna sama sekali. kita akan membuat mereka seperti permainan di tangan kita." ucap Lauren yang membuat Louis menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kau benar sekali, kita akan menjalankan rencana ini kembali. Aku akan kembali ke Indonesia dan mengatakan kalau aku membatalkan pernikahan Karena Wanita itu tidak pantas untuk ku." ucap Louis yang membuat Lauren begitu bahagia.
Perbincangan mereka akhirnya terpaut pada adegan panas ketika dua makhluk yang belum menjalin pernikahan itu telah melakukan perbuatan yang benar-benar tidak senonoh. suara menggairahkan di dalam ruangan nampak mulai terdengar mengalun hingga membuat bisikan-bisikan nakal dan sentuhan-sentuhan nakal mulai terjadi.
Entah berapa lama Louis dan Lauren menjalin hubungan, namun Mereka berdua adalah pasangan yang benar-benar bisa dikatakan sebagai pasangan para makhluk brengsek yang terlahir di dunia ini.
DUA HARI KEMUDIAN
"Panasmu sudah turun, Apakah kau baik-baik saja?" tanya Sahara kepada Javier.
"Aku akan bekerja di rumah saja, tubuhku benar-benar tidak tidak berdaya." jawab Javier.
"Tumben sekali sakitmu ini lama?" tanya Sahara yang terlihat menatap Javier yang sudah 2 hari ini masih tidak berdaya. Bahkan dia hanya terbaring di ranjang dan sofa kemudian duduk sembari mengerjakan pekerjaannya.
"Aku tidak tahu, kamu kira aku ingin sakit lama-lama." jawab Javier.
"Mama, nanti menginap lagi tidak?" tanya Ronald yang terlihat memeluk Sahara.
"Mama hari ini pulang sebentar ya, Mama mau mau berbicara sama teman Mama dulu. setelah itu Mama kembali lagi." jawab Sahara yang mencoba untuk membuat Ronald mengerti situasinya.
"Mengapa Mama tidak mau tinggal bersama Ronald?" tanya Ronald kembali.
"Tapi kan di sana ada tante yang hari ini datang ke rumah." ucap Ronald.
"Tante? tante Siapa?" tanya Sahara.
"Itu Tante Icha, dia sudah ada di rumah ini lho Ma." jawab Ronald.
"Benarkah? Apa kamu tidak berbohong?" tanya Sahara yang begitu terkejut.
"Tidak Ma, kemarin tante itu menelepon ponsel Mama. Ronald yang menjawabnya lalu Ronald meminta Paman Jeremy untuk mengirim alamat rumah ini." jawab Ronald.
Sahara terlihat menghela nafasnya, tidak mungkin dirinya tinggal di rumah mantan suaminya. apalagi terlihat Sahara begitu canggung ketika dirinya merawat pria itu, padahal dulu Sahara tidak mempunyai pikiran apapun saat merawat Javier.
"Kalau begitu Mama turun dulu ya, Mama mau menemui teman Mama. kamu tunggu Papa di sini ya." pinta Sahara.
Ronald menganggukkan kepalanya, sedangkan Javier terlihat pria itu menatap Sahara. "Kau jangan lama-lama, aku belum makan." ucap Javier dengan nada suara yang begitu manja.
__ADS_1
"Kau kira aku ini baby suster mu yang selalu harus merawatmu? Apa tidak sebaiknya kau mencari orang untuk merawat mu?" tanya Sahara yang membuat Javier langsung memalingkan wajahnya.
Javier terlihat menggelengkan kepalanya.
"Kau juga kan adalah pegawai ku, aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumah, karena kau harus merawatku Setiap hari. aku tidak akan melakukan kecurangan aku pasti akan membayar mu." ucap Javier dengan raut wajah yang begitu melas.
"Terserah apa maumu, Aku mau turun sebentar untuk menemui temanku." jawab Sahara yang kemudian meninggalkan kamar Javier.
"Aku tidak boleh melepaskan wanita itu, Apapun yang terjadi aku harus bersamanya dan aku tidak akan membiarkan satu orang pria pun berusaha untuk mendekatinya." ucap Javier yang terlihat menatap Sahara.
"Papa bisa tidak, papa itu berakting yang luar biasa. papa itu aktingnya jelek banget sih." cibir Ronald yang membuat Papanya langsung menatap putranya dengan kekesalan luar biasa.
"Maksudmu?" tanya Javier.
"Papa itu kalau sakit aktingnya harus luar biasa, pura-pura kejang kek, pura-pura kaku kak atau bagaimana gitu." Ronald terus mencibir papanya.
"Ya ampun, Ronald. kamu ingin papamu ini kena karma apa." ucap Javier yang membuat Ronald malah mencibir kan bibirnya berulang kali.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat