ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
CHELSEA


__ADS_3

"Oh ya papa, apa boleh kalau besok aku pergi ke salah satu studio pemotretan majalah bergengsi itu?" tanya Chelsea kepada Papanya.


"Kalau masalah itu kamu rundingan saja sama mami, Papa nggak mau ikut masalah itu. kamu tahu kan kalau Papa sudah lama tidak berkecimpung di dunia fashion seperti itu. Jadi kalau kamu mau apapun bicara sama mamimu, lagi pula Mami sangat tahu masalah itu." jawab Javier.


"Bener juga, tapi kalau Papa berani ke perusahaan fashion apalagi Papa berusaha menggoda para wanita itu.., aku jamin Kalau papa tidak akan bisa keluar lagi dari kamar. betul kan Mami?" tanya Chelsea yang membuat Sahara menganggukkan kepalanya.


"Papa harus ingat kalau Papa itu adalah milik kami, jika berani Papa melakukan sesuatu yang menyakiti Mami. maka lihat saja aku dan ketiga saudaraku pasti akan membuat Papa menderita. mungkin saja kami akan membuang Papa ke suatu negara yang tidak diketahui Di mana letaknya." ancam Chelsea.


"Buat apa Papa melakukan hal itu, Chelsea. lagi pula papa sangat mencintai Mama, kalau Papa berusaha melakukan kesalahan itu.., namanya papa itu orang bodoh sudah diberi wanita secantik mami, wanita yang sangat baik dan bahkan dia adalah wanita yang paling spesial." jawab Javier.


"Papa bisa bilang seperti itu di sini, tapi kalau Papa berani main-main di luar sana Lihat saja pasti Chelsea akan memberikan Papa hukuman." Chelsea yang tidak terima.


"Sudah-sudah Chelsea, kamu jangan mengancam papa terus. nanti papa kabur Mama harus cari di mana." canda Sahara yang membuat Chelsea tersenyum.


"Oh ya Mami, siapa pagi buta tadi membunyikan klakson tanpa henti?" tanya Chelsea kepada Maminya.


"Ya mungkin saja salah satu saudaramu." jawab Sahara.


"Pasti Devan kan? anak itu kenapa sih enggak bisa diberitahu sama sekali, mami. pekerjaannya setiap hari selalu saja keluyuran bersenang-senang sama temannya dan selalu memperbanyak tagihan rekening tabungan. dia itu punya otak enggak sih? udah besar nggak mendapatkan uang sama sekali, bisanya menghabiskan uang." Chelsea yang berbicara panjang lebar dan mengeluarkan semua keluh kesahnya.


"Chelsea, jangan bicara seperti itu. dia itu saudaramu enggak pantas kamu ngomong seperti itu." Sahara yang mencoba untuk menasehati Chelsea.


"Buat apa sih ma, Mama selalu saja membela Devan. dia itu harus diberi pelajaran Ma, kirim aja itu pria ke peternakan papa. biar dia tahu rasa dia itu seorang pria tapi kenapa dia tidak mempunyai otak sama sekali." Chelsea terus ngomel tanpa henti.


Javier yang mendengar perkataan putrinya nampak pria itu sedikit mempunyai sebuah rencana, pria berusia 19 tahun itu seharusnya sudah mempunyai prinsip hidup. Namun nyatanya Devan tidak pernah sekalipun memikirkan mengenai masa depannya, sedangkan ketiga saudaranya yang lain sudah berdiri dan mampu mempertahankan dirinya masing-masing.


"Papa, Mami. nanti Chelsea ada pemotretan, Chelsea mau pergi sekitar pukul 09.00." ucap Chelsea.


"Kamu harus hati-hati, jangan lupa kalau ditelepon langsung diangkat." Sahara yang berusaha untuk memperingatkan putrinya.


"Oke Mami, Tenang saja." jawab Chelsea.


Tiga jam kemudian Sahara terlihat berada di ruangannya, Chelsea nampak keluar dari rumah memakai sebuah motor sederhana. Chelsea selalu hidup dengan sederhana, Dia tidak pernah memperlihatkan kekayaan kedua orang tuanya. buat apa hidup dengan semua kekayaan orang tua Jika dia tidak bisa memiliki kekayaan sendiri.


Di salah satu tempat pemotretan Chelsea melihat beberapa temannya sudah ada di sana.

__ADS_1


"Kamu sudah datang, Chelsea?!" seru beberapa teman Chelsea.


"Sudah." jawab Chelsea.


"Bagaimana? Apa kamu mau menerima tawaran dari salah satu tabloid dewasa itu?" tanya teman Chelsea.


"Nggak mungkin lah, Sativa. Aku mau melakukannya Aku tidak akan mau melakukan hal itu, kamu tahu bisa-bisa Mami dan papaku akan menggantung ku di luar pintu rumah." jawab Chelsea.


Sativa teman Chelsea adalah orang Indonesia sama seperti Sahara, wanita itu bekerja di salah satu manajemen model yang ada di Singapura..


"Apa yang akan kamu lakukan di sini?" tanya Sativa kepada Chelsea.


"Aku mau melakukan pemotretan beberapa tas baru yang baru diluncurkan." jawab Chelsea.


"Kalau begitu kamu pemotretan sama aku dong? soalnya aku juga mau pemotretan beberapa tas yang baru diluncurkan. launchingnya itu akan dibuka hari ini." ucap Sativa.


"Ayo kalau begitu kita masuk, lagi pula aku benar-benar sangat capek. Sebenarnya tadi Hari ini aku tidak mau melakukan pemotretan, tapi karena Pak fotografer terus memintaku jadinya aku ke sini." jawab Chelsea.


"Oh ya, Bagaimana kabar dari kakakmu?" tanya Sativa kepada Chelsea.


"Ya." jawab Sativa.


"Kabarnya baik-baik saja sih, dia sedang mengelola beberapa bisnisnya bersama dengan tunangannya tersebut." jawab Chelsea.


Sativa sebenarnya mempunyai perasaan kepada Ronald, namun sayangnya Ronald sudah mempunyai kekasih Hal itu membuat sativa tidak bisa mengungkapkan perasaannya itu. karena dia tidak ingin menghancurkan hubungan orang lain.


Di tempat lain Ronald bersama dengan seorang wanita yang bernama Aliana, seorang wanita yang begitu baik.


"Apa semua barang-barangnya sudah dikemas, sayang?" tanya Ronald kepada Aliana.


"Sudah, semua barang-barangnya sudah dikemas. Nanti sore barang-barang ini akan kita kirim, barang pemesan begitu suka dengan beberapa perhiasan yang sudah kita buat." ucap Aliana.


"Tentu saja mereka suka karena kamu membuat perhiasan itu dengan penuh cinta." jawab Ronald yang kemudian memberikan secangkir coklat hangat untuk Aliana.


"Oh ya, bagaimana dengan Devan? Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Aliana kepada Ronald.

__ADS_1


"Entahlah, aku tidak tahu apa yang ada di pikiran Devan, sayang. dia selalu cemburu kepadaku, dia selalu berpikir kalau Mami hanya mencintai aku. dia tidak pernah memikirkan perasaan mami dia selalu membuat Mami kesal." jawab Ronal.


"Kamu adalah kakaknya, cobalah kamu berbicara dengan Devan dengan baik. mungkin Jika kamu berbicara dengannya dia akan menurut padamu." ucap Aliana.


"Bagaimana aku harus berbicara dengannya, sedangkan dia selalu menganggap aku sebagai musuhnya." jawab Ronald.


"Terkadang aku merasa iri dengan Mami Sahara, Mami selalu bersikap begitu penyayang kepada kalian semuanya, kepadaku juga dia selalu bersikap baik. tapi kenapa Devan selalu mempunyai pikiran seperti itu, padahal Chelsea dan Daniel tidak seperti dirinya?" tanya Aliana.


"Entahlah, entah apa yang ada di pikiran Devan. terkadang aku berpikir kalau lebih baik aku keluar dari rumah, aku tidak ingin Mami disakiti oleh anak-anaknya hanya karena aku." ucap Ronald yang terlihat sedikit sedih.


"Kamu tidak boleh seperti itu, Mami Sahara akan sangat marah dia akan sangat sedih saat melihat kamu pergi dari rumah." jawab Aliana.


"Semakin Hari Devan selalu bersenang-senang dan keluar malam. Mami selalu marah ketika mengetahui hal itu." ucap Ronald.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


__ADS_2