ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
MASA DEPAN


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Sahara.


"Tidak apa-apa, sayang." jawab Javier.


Setelah hari itu akhirnya Javier mengerti bagaimana putrinya itu, dia mempunyai tiga anak kembar dengan semua cerita yang selalu berliku dan lucu. waktu akan selalu berjalan dengan semua cerita cinta Sahara dan Javier. terlihat Javier selalu membuat Sahara kesel dengan semua yang dia lakukan. Ronald, bocah remaja pandai itu selalu belajar untuk menjadi pria hebat seperti Papanya.


LIMA BELAS TAHUN KEMUDIAN


TIN..


TIN..


Suara klakson mobil ditekan berulang kali.


"Ya ampun, siapa yang menekan klakson mobil berulang kali!" seru Sahara.


"Ada apa Mama, kenapa Mama teriak-teriak di pagi buta seperti ini?" tanya Ronald kepada Sahara.


"Itu loh siapa yang pagi-pagi buta begini membunyikan klakson berulang kali, apa dia tidak tahu kalau telinga kita itu masih berfungsi." jawab Sahara kesal.


"Mama, Apakah mama tidak kehilangan salah satu penghuni rumah ini?" tanya Ronald yang membuat Sahara menatap putranya tersebut.


"Maksudmu?" tanya balik Sahara.


"Ya coba aja, barangkali ada salah satu penghuni rumah ini yang hilang ma." jawab Ronald yang kemudian melangkahkan kakinya ke dapur.


"Kamu mau apa?" tanya Sahara kepada Ronald.


"Mau membuat sesuatu yang hangat ma, perutku Kelihatannya tidak enak." jawab Ronald.


"Memangnya kamu mau makan apa? apa kamu mau Mama buatkan minuman hangat?" tanya Sahara.


"Tidak usah Ma, Ronald buat sendiri saja. Mama kalau mau ke suatu tempat Pergi saja." terlihat Ronald mulai mengambil air.


"Oh ya Mama mau membuat sesuatu yang hangat, ini makanan yang dulu biasa Mama makan di Indonesia." jawab Sahara.


"Memangnya Mama membuat apa?" tanya Ronald.

__ADS_1


"Pokoknya kamu lihat aja deh masakan ini sangat mudah hangat dan Mama sangat suka." jawab Sahara kemudian membuat sesuatu suara klakson terus dibunyikan hingga membuat Sahara benar-benar sangat kesal luar biasa.


"Ronald, lihat siapa yang membunyikan klakson berulang kali. mama mau mukul dia pakai talenan ini, dia sudah ganggu banget." Sahara yang benar-benar kesal.


"Mama telinganya tajam banget ya, ini di dapur loh Ma. sedangkan suara klakson itu di luar rumah." Ronald memang selalu takjub dengan mamanya karena pendengarnya benar-benar sungguh tajam.


"Sudah jangan banyak bicara, cepat kamu lihat siapa yang membunyikan klakson berulang kali." perintah Sahara.


"Apa tidak mungkin papa ma?" tanya Ronald yang membuat Sahara malah menatap putranya itu.


"Kalau itu papamu kamu kira papamu itu dedemit, hantu. dia masih tidur di sana, Papa mu masih ngorok dengan suaranya yang begitu keras." jawab Sahara yang membuat Ronald bergegas kabur dari dapur. dia yakin kalau membahas sesuatu pasti Mamanya itu akan terus murka.


Seorang pria nampak sudah berada di luar pintu rumah besar tersebut, dia berulang kali Dia mengetuk pintu rumah itu namun tidak ada yang membuka. dia keliling rumah dan tidak ada satu pintu pun yang terbuka bahkan jendela pun dikunci.


CEKLEK..


pintu rumah terbuka.


"Kakak." panggil Devan.


"Devan." ucap Ronald yang sudah keluar dari rumah.


"Kamu ini dari mana saja, Devan? Kenapa pagi begini kamu baru pulang?" tanya Ronald.


"Aku terjebak macet di salah satu tempat Kak, aku mencoba untuk menelpon rumah tapi tidak ada yang menjawab telepon." Devan yang berusaha untuk mencari alasan.


"Kamu kalau mencari alasan yang tepat, untung aku yang membuka pintu, Coba kalau mama. Apa kamu yakin kamu masih bisa selamat." Ronald yang kemudian meminta adiknya untuk segera masuk ke rumah.


Ketika Devan hendak masuk ke rumah, di depan pintu rumah besar itu sudah berdiri nyonya besar dengan membawa talenan dan raut wajah yang benar-benar sangat menakutkan.


"Siapa yang baru pulang ini ya..," Sahara yang sudah berada di depan pintu rumah.


Langkah kaki Devan yang hendak masuk itu pun seketika terhenti saat melihat mamanya berada di depan pintu rumah.


"Mama, selamat pagi ma." ucap Devan yang hendak memberi salam kepada mamanya.


"Mama sudah bilang rumah ini mempunyai jam pulang. jika sudah menunjukkan pukul 11 malam kamu belum masuk ke rumah dan Mama tidak bisa menelponmu, kamu tidak mempunyai alasan yang tepat.., Maaf ya pintu rumah dan jendela rumah ini langsung tertutup. kamu mengerti!" ucap Sahara yang terlihat menepuk-nepukkan telenan itu di tangannya.

__ADS_1


Devan yang melihat hal itu nampak pria itu sedikit menggerakkan tubuhnya.


"Mama ini kenapa sih kok bawa telenan keluar rumah, ma?" tanya Devan.


"Mama mau mencincang daging di pagi hari, mungkin saja kalau dimasak enak." jawab Sahara yang membuat Devan langsung tersenyum ketakutan.


"Ya ampun Mama, aku kan tidak melakukan apapun. kenapa Mama seperti itu?" tanya Devan.


"Kamu tahu Devan, kamu ini masih seorang mahasiswa. kamu berani-beraninya membohongi mama, mama sudah bilang Kan kalau kamu berani membohongi mama dan kamu selalu membuat Mama marah. akan kubuang kamu ke negara antah berantah. Aku mau lihat bagaimana jika kamu aku tinggalkan di London, Aku tidak akan memberikanmu sepeser uangku Aku tidak akan membiarkan papamu membantumu dan aku tidak akan membiarkan kamu meneruskan kuliahmu?" tanya Sahara yang membuat Devan benar-benar sangat marah.


"Mama kenapa sih selalu saja aku dimarahi, kalau Kak Ronald yang pergi dia tidak dimarahi. Aku kan sudah besar ma!" Devan yang tidak terima karena dimarahi.


"Devan, cobalah kamu berpikir seperti seorang pria. kamu ini seorang pria, kalau hidupmu cuma untuk bersenang-senang apa yang akan kamu lakukan? Kamu tidak akan punya masa depan, kamu bisanya keluyuran setiap hari entah ke mana dan di mana. setiap kali kalau mama minta kamu belajar di perusahaan papa kamu selalu bilang nanti saja nanti saja. aku tidak bisa membuatmu seperti ini terus, Devan. Lihatlah Chelsea tukang ngambek tukang buat onar dan tukang cari masalah itu dia sekolah dan menjadi model, sedangkan Daniel dia juga meneruskan kuliahnya. dia benar-benar menjadi seorang pria dengan semua prestasinya, sedangkan kamu Apa yang kamu lakukan? setiap hari kamu keluyuran bersenang-senang dengan teman-temanmu, menghabiskan seluruh uang yang ada di kartu tabunganmu. apa yang kamu inginkan Devan? kamu ingin menjadi seperti apa, apa kamu ingin menjadi seorang pria tanpa guna sama sekali?" tanya Sahara yang mulai marah.


Terlihat Devan hanya bisa menundukkan kepalanya, apa yang dikatakan oleh Mamanya itu benar semuanya. Devan jarang kuliah, bisanya hanya bersenang-senang bersama teman-temannya dan menghambur-hamburkan uang yang diberikan oleh Papanya.


"Mama, sudahlah. Mama jangan marah nanti mama sakit lagi." Ronald yang kemudian mengajak Mamanya pergi dan meminta Devan untuk segera masuk ke rumah.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2