
MENJADI SATU
PRANGG...
suara piring pecah
"Ada apa?" tanya Javier yang terkejut ketika melihat Sahara membanting sebuah piring.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh membanting piring?" tanya Sahara dengan raut wajah yang benar-benar begitu kesal.
"Apakah tadi aku salah bertanya? kenapa kok malah aku yang dimarahi." guman Javier dalam hati yang kemudian duduk sembari menunggu masakan yang dimasak oleh sang istri.
"Ngapain Kamu duduk di sana?" tanya Sahara.
"Ya mau makan lah." jawab Javier yang tidak tahu kalau istrinya itu sedang marah karena sesuatu.
"Hari ini tidak ada makanan, tidak ada apapun dan tidak boleh makan." jawab Sahara dengan raut wajah yang kesal dan lirikan yang begitu tajam.
"Tadi malam kamu minum obat apa sih, kok marah-marah melulu?" tanya Javier yang tidak akan menyangka kalau dia akan mendapatkan sengatan listrik 150 volt.
"Aku kemarin habis minum obat sakit gila, memangnya kenapa?!" teriak Sahara yang membuat Javier langsung terdiam.
"Tuh salah lagi, memangnya apa sih kesalahanku?" tanya Javier yang kemudian menutup mulutnya rapat-rapat agar dia tidak terus disalahkan.
"Kamu lagi marah ya sayang?" tanya Javier yang membuat Sahara memalingkan wajahnya dengan kekesalan yang sangat luar biasa.
"Nggak usah tanya dan nggak usah berbicara sama aku." jawab Sahara yang kemudian meninggalkan Javier di dapur sendiri.
"Kok aku ditinggal sih?" tanya Javier yang kemudian menatap sang istri.
"Duduk di sana, jangan sampai mengikutiku!!" bentak Sahara yang begitu kesal.
"Dia habis makan apa sih, kok dia marah-marah seperti itu?" tanya Sahara.
Javier yang kemudian berjalan mendekati sang istri. tatapan mata Javier menatap istrinya yang sedang marah-marah, terlihat pria itu duduk di samping Sahara yang sudah berada di teras belakang rumah.
"Ada apa sih, kamu marah-marah sayang? apakah aku sudah melakukan kesalahan?" tanya Javier dengan nada selembut mungkin.
Sahara tidak mau menjawab, wanita itu hanya memalingkan wajahnya.
"Memangnya ada apa sih?" tanya Javier kembali.
Sahara nampak tidak menjawab, sesaat kemudian wanita itu melemparkan beberapa lembar foto ke muka Javier. Javier yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja pria itu benar-benar sangat terkejut.
"Apa ini?" tanya Javier yang kebingungan.
"Nggak usah tanya, lihat aja setelah itu Coba jelaskan apa yang ada di dalam foto itu." jawab Sahara yang masih tidak mau menatap sang suami.
__ADS_1
Sesaat kemudian Javier mengambil beberapa lembar foto yang dilempar oleh istrinya, sesaat kemudian tetapan matanya menatap beberapa lembar foto tersebut. satu persatu foto itu dilihat oleh Javier sesaat kemudian pria itu menghela nafasnya dengan begitu kasar.
"Dapat dari mana?" tanya Javier.
"Dapat dari mana saja itu nggak perlu tahu, pokoknya yang harus kamu tahu itu adalah kamu ada seorang pria pembohong." ucap Sahara sembari menatap tembok samping rumah. Wanita itu masih belum mau menatap suaminya.
"Sebenarnya...," Javier yang berbicara tidak dilanjutkan. sesaat kemudian pria itu menatap satu persatu foto dirinya bersama beberapa wanita.
"Memangnya kenapa sih sayang kalau aku foto sama para wanita ini?" Javier yang mencoba untuk memancing prahara di pagi hari.
"Apa! coba katakan lagi?" pinta Sahara sembari melotot tajam kepada sang suami.
"Ini kan cuma foto, lagi pula mereka itu kan rekan bisnisku dan teman-temanku." jawab Sahara.
"Oh begitu ya, mereka itu rekan bisnismu teman-temanmu. para wanita itu bersikap begitu ganjen padamu dan kamu cuma bilang seperti itu. Oke kalau begitu lihat saja aku pasti akan melakukan sesuatu, anggap saja kalau kita tidak saling mengenal anggap saja hubungan kita masih tetap seperti kita berada di London." jawab Sahara yang kemudian langsung berdiri meninggalkan Javier.
DEG...
Seketika Javier langsung tersentak ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Sahara.
"Waduh kok jadi gini sih." ucap Javier yang langsung berdiri dan mengejar sang istri.
"Sayang, dengarkan aku!!" seru Javier yang memanggil Sahara.
Tidak ada jawaban dari wanita itu.
Tidak ada jawaban dari Sahara, seketika wanita itu berjalan menuju kamarnya dan menutup kamar itu dengan sangat keras.
BRAKK..
CEKLEK..
pintunya ditutup kemudian langsung dikunci, Javier yang mencoba membuka pintu itu seketika dia menghembuskan nafasnya secara kasar dan menundukkan kepalanya.
"Niat hati ingin memancing kecemburuan di hati sang istri malah dia yang mendapatkan karma atas apa yang dia lakukan.
"Kok jadi salah terus sih." ucap Javier yang berusaha berbicara dengan Sahara.
TOK..
TOK...
"Sayang, buka pintunya dong." minta Javier.
Tak Ada jawaban yang diucapkan oleh pria itu, sesaat kemudian Javier kembali mengetuk pintu kamar istrinya tetap saja tidak dibukakan. sekitar 15 menit Javier menunggu di depan pintu kamar sang istri, akhirnya pintu itu mengeluarkan suara.
CEKLEK..
__ADS_1
pintu itu dibuka, terlihat di sana Sahara sudah berdandan begitu cantik luar biasa. make up berwarna merah bibir secara matahari bahkan rona pipi yang begitu menggelegar.
Javier menatap istrinya dengan tatapan mata yang begitu takjub luar biasa, pria itu nampak Dia membeku sembari menatap sang istri yang berdandan begitu cantik.
"Minggir." Sahara yang sudah menyingkirkan tubuh Sang suami.
"Kamu mau ke mana?" tanya Javier.
Saat melihat Sahara sudah berdandan begitu cantik, memakai dress berwarna cerah ceria dan semuanya begitu sempurna.
"Kamu mau ke mana Sayang?' tanya Javier kembali.
"Aku mau keluar, aku mau jalan-jalan. aku mau cari pria, Aku mau cari orang kaya." jawab Sahara yang begitu panjang.
Javier yang mendengar jawaban dari sang istri nampak pria itu langsung gelagapan, dia kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh istrinya itu.
"Kamu mau ke mana, Sayang?" tanya Javier kembali.
"Aku mau mencari pria kaya raya yang bisa memberikan aku kehidupan nyaman yang bisa mencintaiku, yang tidak membuatku sakit hati jengkel dan tidak selalu membuatku main Hati." jawab Sahara yang kemudian menenteng tas cantik yang sudah ada di tangannya.
Dengan sekejap mata Sahara sudah menuruni anak tangga Javier yang melihat hal itu. seketika pria itu langsung berlari.
"Kamu tidak boleh melakukan hal itu, sayang!" seru Javier.
"Ngapain, Enak aja. aku barusan melihat beberapa foto dirimu sedang tertawa bahagia dengan beberapa wanita, Kenapa aku tidak boleh melakukannya Aku akan melakukan apa yang kamu lakukan. lihat saja aku akan mengupload di media sosial Aku akan mengupload di majalah di tabloid dan di manapun. lagi pula kan tidak ada orang yang tahu kalau aku ini istrimu, Ngapain juga aku susah-susah mempertahankan gelar istri simpanan." jawab Sahara yang membuat Javier hatinya remuk redam.
Tak ada kata yang dikeluarkan oleh Javier, namun hatinya benar-benar begitu panas luar biasa.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat