ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
PRIA KURANG AJAR


__ADS_3

Terlihat Devan memutuskan untuk tinggal di rumah Risa, sebuah rumah yang benar-benar sederhana.


"Kau dari mana?" tanya Devan kepada Risa.


"Dari kebun." jawab Risa.


"Kebun? di mana ada kebun di sini?" tanya Devan.


"Di belakang ada kebun." jawab Risa.


"Belakang mana?" tanya Devan bingung.


"Tentu saja belakang rumahku, kau kira di belakang punggung mu!" seru Risa yang terlihat marah.


"Begitu saja teriak." ucap Devan.


"Heh..,kau memang menyebalkan." jawab Risa.


"Ais..., kau yang menyebalkan." jawab Devan.


"Memangnya ngapain kau harus menginap di rumahku, Apa tidak lebih baik ke pulang saja hari ini. karena kau tidak akan betah tinggal di rumah yang sempit ini." ucap Risa.


"Itu kan terserah padaku, ini juga tubuhku mau tinggal di mana pun kan tubuhku sendiri." jawab Devan.


Terlihat Risa langsung menutup mulutnya, berbicara dengan Devan sama saja dengan mencari masalah sendiri. sesaat kemudian ponsel milik Risa berbunyi.


"Ya, halo Pak!" seru Risa yang sudah menjawab telepon dari pemilik catering.


"Hai Risa, aku lupa bilang padamu kalau nanti aku akan ke sana agak sore, sekalian mampir ke tetanggamu." ucap pemilik catering.


"Baiklah pak, Oya nanti sekalian aku minta tolong pesanan saya yang kemarin." pinta Risa.


"Ok." jawab pemilik catering.


Sekitar beberapa menit kemudian terlihat ponsel Risa berbunyi lagi, tatapan matanya menatap ponselnya.


"Ya, halo." jawab Risa.


"Risa, aku menunggumu di luar." ucap Fadli.


"Ogah." jawab Risa.


"Kalau kamu tidak mau keluar aku pasti akan membuat keributan." jawab Fadli.

__ADS_1


"Aaaa..."


teriak Risa yang sangat kesal karena mendapatkan telfon dari Fadli.


"Ada apa denganmu, kenapa kau berteriak!" seru Devan.


"Ini pasti gara-gara pria brengsek itu, ini pasti karena pinangan yang telah aku tolak!" seru Risa.


"Kau sedang membicarakan siapa, Kenapa kau marah-marah?" tanya Devan kepada Risa.


"Aku tidak sedang marah padamu, kenapa kau harus berteriak padaku." jawab Risa.


"Lalu kenapa kau berteriak seperti itu?" tanya Devan kembali.


"Apakah kau tidak dengar kalau aku sekarang pria itu di luar." jawab Risa.


"Kok bisa?" tanya Devan.


"Tentu, karena beberapa Minggu yang lalu aku menolak pinangannya." jawab Risa.


"Kok bisa?" tanya Devan lagi.


"Dari tadi kau selalu bilang kok bisa, kau itu benar-benar menjengkelkan!!" seru Risa.


"Aku kan cuma bertanya padamu, lalu Mengapa kau marah. Memangnya apa salah dari pertanyaan ku?" tanya Devan kepada Risa.


Tentu saja pria itu tidak akan mau keluar dari rumah Risa, hingga wanita itu akan pulang kerumah. terlihat akan mengeluarkan laptop dari mobil yang ada di depan rumah tersebut, Hal itu membuat Risa begitu terkejut.


"Kau membawa benda itu ya?" tanya Risa kepada Devan.


"Tentu." jawab Devan.


"Lalu, ngapain kau tidak ke kantor saja. ini sudah sangat siang Lebih baik kau kembali ke tempatmu?!" seru Risa.


"Dari tadi kau itu mengusirku saja, cepat buatkan aku makan. karena kau sudah dipecat oleh bosmu, maka kau harus menjadi sekretarisku seumur hidupmu!" seru Devan yang membuat Risa benar-benar terkena serangan emosi yang sangat tinggi.


"Mengapa aku harus menjadi sekretaris mu. lebih baik aku mencari pekerjaan lain, Aku tidak mau menjadi sekretarismu seumur hidupku!!" seru Risa yang terlihat wanita itu langsung meninggalkan Devan.


Tatapan mata Devan menatap Risa yang sudah meninggalkannya, Ternyata wanita itu berada di di kebun belakang rumahnya terlihat. Devan menatap seorang wanita yang bertingkah sangat barbar, terlihat sekarang seperti seorang istri yang sedang memetik sayuran.


"Dia memang benar-benar wanita yang sangat spesial. pasti Tuhan mengirimkan wanita itu kepadaku, agar aku mendapatkan wanita yang benar-benar bisa dijadikan sebagai seorang istri walaupun kelakuannya sedikit barbar." ucap Devan yang terlihat menatap Risa yang sedang mengambil sayuran yang ada di kebun belakang rumah, dan di samping rumahnya.


Langkah kaki Devan terus menyusuri tempat itu, terlihat pria itu sudah berada di belakang Risa.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau petik?" tanya Devan yang membuat Risa sangat terkejut.


"Aa..., Apa yang kau lakukan disini, ngapain juga kau kemari!" seru Risa.


"Aku kira kau kabur karena aku mengatakan perkataan tadi." jawab Devan.


"Ngapain juga aku harus tabur di rumahku, seharusnya yang pergi itu kau mengapa juga aku yang harus kabur dari tempatku." jawab Risa yang terlihat mengambil terong dan beberapa cabai.


"Memangnya kamu masak apa?" tanya Devan kepada Risa.


"Aku mau masak tempe penyet." jawab Risa.


"Memangnya ada tempenya?" tanya Devan.


"Tentu, tadi aku sudah membeli tempe di warung depan." jawab Risa.


"Baiklah kalau begitu, silahkan kau memasak aku akan menunggu di dalam." ucap Devan yang membuat Risa langsung melempar salah satu terong di punggung Devan.


"Enak banget kau mengatakan hal itu, disini aku bukan pembantumu dan disini kau itu bukan majikan ku. Kalau kau mau makan seharusnya kau bantu aku untuk mengambil beberapa sayuran itu, setelah aku membuatkan makanan pulanglah dan Jangan menggangguku selama 2 hari ke depan!" seru Risa.


"Mengapa aku harus pulang?" tanya Devan yang membuat Risa nampak menghela nafasnya.


"Tentu saja kau harus pulang, ngapain juga kau berada disini. memangnya kau mau menginap di sini?" sindir Risa yang membuat Devan menganggukkan kepalanya.


"Memang, aku mau menginap di sini." jawab Devan yang membuat Risa langsung melongo tidak percaya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2