
LIMA TAHUN KEMUDIAN
"Mami!!!" teriak tiga mahluk kecil yang super duper mengesalkan.
Beberapa tahun yang lalu tepatnya 4 tahun yang lalu Sahara melahirkan 3 anak kembar, Javier yang mengetahui hal itu tentu saja pria itu benar-benar sangat bahagia. dia tidak akan pernah mengira kalau dia akan mendapatkan sebuah kebahagiaan dari kelahiran 3 anak kembarnya tersebut.
Dua bayi laki-laki dan 1 bayi perempuan, kehidupan Sahara dan Javier benar-benar begitu hidup. Ronald sangat senang dengan semua hadiah yang diberikan oleh Papa dan maminya tersebut. Ronald menjadi seorang kakak yang sangat luar biasa, dia selalu menyayangi adik-adiknya tersebut. usia Ronald sekarang sudah 13 tahun, usia remaja yang sudah masuk sekolah menengah pertama.
"Mami!!!" teriak Chelsea bocah perempuan yang selalu tidak mau diganggu Dua saudara laki-lakinya tersebut.
"Dasar tukang ngadu, selalu saja teriak memanggil mami!" Devan dan Daniel yang terus mengolok-ngolok Chelsea karena selalu saja memanggil Maminya.
"Kalian selalu saja mengganggu aku, aku mau laporan sama mami biar kalian berdua dimarahi sama Mami." Chelsea yang kemudian berjalan keluar kamar.
"Ada apa, Chelsea?" tanya Ronald yang hendak masuk ke kamar adik perempuannya tersebut.
"Kakak, ini loh Devan dan Daniel. mereka selalu menggangguku aku mau melukis mereka selalu mengambil alat lukisku!!" seru Chelsea yang marah dengan semua yang dilakukan oleh kedua saudaranya.
"Devan, Daniel. Kalian tidak usah melakukan hal itu ya, Chelsea nanti menangis. Bagaimana kalau Papa dengar, papa pasti memarahi kita." Ronald yang mencoba untuk menenangkan Chelsea agar tidak terus berteriak.
"Aku tidak suka sama mereka berdua, mereka selalu menggangguku. mereka selalu mengambil barang-barangku." Chelsea yang mulai ngambek sembari meletakkan kedua tangannya di dada. Devan dan Daniel yang melihat hal itu tentu saja mereka tahu bagaimana kalau Chelsea marah, itu artinya dia pasti akan bermanja kepada Papanya kemudian mengadu sesuatu hingga membuat Papa mereka itu tidak akan mengajak mereka berdua berbicara.
"Ini anak Kenapa ngeselin sih, dia selalu mencari alasan sama papa. setelah itu Papa marah sama kita." terlihat Devan mulai mendekati Chelsea dan meminta maaf.
Sebenarnya itu bukanlah permintaan maaf, Devan hanya menjauhkan masalah darinya saja.
"Lamu kalau minta maaf yang tulus." Chelsea yang mulai memberikan pencerahan kepada saudara kembarnya tersebut.
Ronald yang melihat hal itu nampak remaja tersebut ingin tertawa.
"Ada apa Ronald?" tanya Sahara yang mendekati keempat anaknya tersebut.
"Seperti biasa Mami." jawab Ronald.
"Ya sudah, kamu cepat turun nanti makanannya dingin." Sahara yang mengajak Ronald untuk segera turun, karena dia tidak ingin terus-menerus mendengarkan perdebatan anak-anak kembarnya tersebut.
Sekitar beberapa menit kemudian akhirnya Chelsea berlari mencari Papanya, bocah wanita itu nampak memanyunkan bibirnya sembari mencari keberadaan sang papa.
__ADS_1
"Papa!" teriak Chelsea.
Javier yang sedang membaca koran dia langsung menoleh.
"Putri papa yang cantik ini kenapa?" tanya Javier yang kemudian memangku Chelsea dan memberikan dia ciuman.
"Papa, Devan dan Daniel nakal." jawab Chelsea.
"Apalagi yang dilakukan oleh Devan dan Daniel?" tanya Javier.
"Mereka nakal, Papa. mereka selalu mengganggu Chelsea." jawab Chelsea yang kemudian membuka mulutnya tanda meminta untuk disuapi.
"Masakannya pedas, sayang. Apa kamu mau Papa ambilkan dan papa suapi?" tanya Javier.
Chelsea menganggukkan kepalanya, bocah kecil itu selalu bermanja kepada Papanya.
"Papa Chelsea itu tukang ngadu jangan percaya sama kata-katanya." Devan yang sudah mulai turun dan duduk di ruang makan.
"Kalian jangan mengganggu Chelsea, nanti kalau dia ngambek kalian yang bingung." jawab Javier.
"Papa ini selalu membela Chelsea, memangnya papa tidak sayang sama kami?" tanya Devan yang membuat Javier langsung menatap putranya.
"Papa belikan aku laptop baru, aku mau laptop baru." Daniel yang mulai merengek meminta laptop baru padahal baru 2 bulan yang lalu bocah kecil itu dibelikan laptop baru oleh Papanya.
BRAKK..
suara meja makan yang digeprek orang-orang yang ada di tempat itu, seketika Javier menoleh saat melihat Sahara sudah menutup matanya sembari mengunyah makanan dengan begitu kasar.
"Kalau mau berbicara keluar sana jangan ada di ruang makan, Mami kan sudah bilang kalau berbicara di tempat lain jangan di ruang makan. mami Ini mau konsentrasi mau makan, Kalian terus saja mengomel tidak karuan!" Sahara yang mulai marah hingga membuat keempat pria dan satu wanita itu langsung terdiam dan duduk di posisi masing-masing tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Lima orang itu langsung melanjutkan ritual makan mereka tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Kalau orang marah baru didengerin, kalau belum marah tidak didengerin. telinga kalian itu memangnya ditaruh di mesin cuci apa? digilas nggak bisa di pakai." Sahara yang mulai mengomel.
Sekitar 20 menit kemudian semuanya sudah selesai dengan aktivitas makan mereka, Ronal akan pergi ke sekolah yang tidak jauh dari perusahaan orang tuanya dan si kembar akan berada di sekolah balita yang sudah dipilih oleh Javier.
Semakin hari Javier semakin protektif kepada keluarganya, pria itu tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk menghancurkan mereka. di lain tempat Lauren dan Louis terus mencari informasi mengenai kehidupan orang-orang tersebut, kedua orang tidak tahu diri itu selalu membuat rencana-rencana busuk dengan semua tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
__ADS_1
"Papa, nanti Ronald akan pulang sore. Ronald ada acara bakti sosial di sekolah Ronald." ucap Ronald.
"Sama siapa saja?" tanya Sahara.
"Satu sekolah Mami." jawab Ronald.
"Kabari Mami Terus, kamu ingat!" Sahara yang terus memperingatkan Ronald.
"Siap Mami, lagipula Ronald kan sudah besar. Ronaldo juga setiap hari berlatih ilmu bela diri, jika ada sesuatu Ronald pasti bisa menjaga diri kok." jawab Ronald santai.
Sahara seketika melotot tajam ke arah Ronald hingga membuat remaja tersebut begitu susah menelan makanan yang ada di mulutnya.
"Ronald pagi-pagi seperti ini jangan mencari masalah, jika pagi begini kamu mencari masalah bisa-bisa kehidupanmu ada di neraka." Javier yang berusaha untuk membuat situasi menjadi lebih baik namun sayangnya kata-kata yang diucapkan oleh Javier malah membuat Sahara beralih pandangan kepadanya.
"Kita berangkat kita berangkat, Ayo Mami Kita berangkat." Javier yang lebih memilih untuk menghindari masalah. "Tuh kan selalu saja ada masalah." ucap Javier.
Setelah selesai dengan semua keributan di pagi hari akhirnya Sahara dan anak-anaknya harus pergi ke tempat mereka masing-masing. Javier ke perusahaannya Sahara ke perusahaan pakaian karena hari ini dia ada meeting dengan beberapa model mengenai beberapa pakaian dan tas branded yang selalu mendapatkan begitu banyak pesanan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat