
Hari ini terlihat Sahara sedang pergi ke perusahaan, wanita itu mendengar beberapa rumor mengenai Javier yang sering bertemu seorang wanita di perusahaan. Sahara tidak ingin lagi dibohongi oleh pria itu, karena itu dia akan melakukan penyelidikan mengenai hal itu. Apakah rumor itu benar atau itu cuma kebohongan semata. langkah kaki Sahara memasuki perusahaan, wanita itu memakai pakaian seperti biasanya yang berbeda karena hari ini Sahara memakai make up.
"Selamat pagi, Nyonya." sapa beberapa pekerja.
"Selamat pagi." jawab Sahara yang kemudian masuk ke dalam perusahaan.
Beberapa pegawai banyak yang masih belum mengetahui kalau Sahara sudah menikah dengan Javier, beberapa pegawai sudah mengetahuinya. Sahara memasuki kantor sang suami dia sengaja tidak mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam ruangan itu.
"Selamat pagi, sayang." Panggil Sahara yang masuk ke dalam kantor sang suami pagi.
"Sayang." jawab Javier.
Seorang wanita sudah berada di dalam kantor Javier, seorang wanita yang terlihat lebih tua dari Sahara.
"Maaf sayang, aku masuk tanpa mengetuk pintu dulu. Aku kira kamu sendirian." ucap Sahara.
"Tidak apa-apa sayang, lagi pula kami juga sudah selesai membicarakan sesuatu." jawab Javier.
"Ya sudah kalau begitu, aku kira kamu masih ada keperluan dengan wanita itu." ucap Sahara yang kemudian membenarkan berkas-berkas yang ada di mejanya.
Tatapan mata seorang wanita nampak menatap Sahara dengan begitu intens, dia masih belum tahu kalau wanita yang ada di depannya itu adalah suami istri dari Javier.
"Maaf tuan Javier, Siapa wanita ini kenapa dia tidak sopan masuk kemari? Apakah dia saudaramu?" tanya si wanita kepada Javier yang membuat pria itu langsung menatap tajam ke arah wanita yang ada di depannya.
"Dia adalah istriku, Memangnya kenapa?" tanya Javier yang mempertegas perkataannya.
Kata-kata yang dikeluarkan oleh Javier seolah mengatakan kalau kata-kata yang diucapkan oleh wanita itu benar-benar sangat salah.
"Maaf tuan, Aku tidak tahu kalau dia adalah istrimu." ucap si wanita yang kemudian mulai berbicara dengan logat menggoda.
"Oh ya nona, jika semua yang kamu perlukan sudah selesai Bisakah kamu segera keluar dari kantorku? karena aku harus mengerjakan beberapa tugas." ucap Javier yang membuat si wanita nampak sedikit terkejut. tatapan mata wanita itu menatap Sahara yang sudah memeriksa beberapa berkasnya.
"Apakah wanita ini adalah wanita yang begitu spesial bagi Tuan Javier, kelihatannya pria ini sangat hati-hati saat berbicara.
"Sebenarnya ada beberapa berkas yang harus kita sepakati." ucap si wanita.
"Maafkan aku ya nona, Aku harus pergi karena ada beberapa pekerjaan yang harus aku lakukan." jawab Javier.
Sesaat kemudian terlihat Sahara mulai berdiri, Dia berjalan menuju pintu kantor.
"Kamu mau ke mana, Sayang?" tanya Javier kepada Sahara.
"Aku mau keluar, aku ada beberapa urusan dengan seorang pria yang katanya akan bekerja sama dengan perusahaan kita." jawab Sahara.
__ADS_1
"Laki-laki atau perempuan?" tanya Javier.
"Kelihatannya laki-laki." jawab Sahara yang begitu santai kemudian membuka pintu.
"Berhenti di sana, jangan sampai melangkahkan kakimu satu langkah pun!" seru Javier yang kemudian berdiri.
"Silahkan Anda pergi, Nona. aku sudah bilang Kan kalau aku ada urusan, Jika kamu tidak segera keluar dari kantorku aku akan mengusirmu dengan cara kasar." ucap Javier yang membuat wanita itu sedikit tersentak.
"Tapi tuan, ini adalah urusan perusahaan." ucap si wanita.
"Maaf aku harus pergi, karena aku harus berbicara dengan klien bisnisku yang lain." Javier yang kemudian pergi meninggalkan wanita itu.
Sahara sedikit tersenyum dengan apa yang dia katakan tadi, sebenarnya itu cuma pancingan Sahara semata.
"Kamu mau ke mana?" tanya Sahara kepada Javier.
"Tentu saja kita akan menemui orang yang tadi kamu maksud." jawab Javier.
"Kenapa harus ikut?" tanya Sahara.
"Jangan banyak bicara, cepat ayo kita pergi." Javier yang kemudian memeluk pinggang sang istri dan membawanya pergi.
Seorang wanita yang masih berada di kantor Javier dia menatap pemandangan itu dengan begitu intens. "Jadi ini adalah wanita yang dikatakan oleh orang-orang itu ya, istri dari Javier. Istri Kedua setelah istri pertamanya meninggal." ucap si wanita yang kemudian pergi meninggalkan kantor Javier karena pria itu tidak menghiraukannya.
"Kenapa tidak dilanjutkan pembicaraannya? Aku kan bisa pergi sendiri." pancing Sahara.
"Iya kamu bisa pergi sendiri, setelah itu kamu pasti makan minum berdua dengannya kan?" tanya Javier.
"Ya tentu saja aku akan makan, Kamu kira aku ini manusia apaan. tentu saja aku akan makan, aku ini punya mulut aku bisa lapar jadi perlu makanan." jawab Sahara yang kemudian berjalan mendahului Javier di salah satu ruangan yang ada di perusahaan.
Seorang pria sudah menunggu Javier dengan semua aktivitas yang dia lakukan, seorang pria nampak menunggu Javier yang sudah dari tadi.
"Selamat pagi, Tuan." Panggil Sahara.
"Selamat pagi." jawab seorang pria yang kemudian memutar tubuhnya dan menatap Javier dan Sahara.
Tatapan mata Sahara dan Javier begitu terkejut ketika melihat pria tersebut, jantung Sahara sedikit tersentak ketika melihat sosok pria yang ada di depannya itu.
"Halo Tuan Javier." Guntur yang kemudian menjabat tangan Javier.
"Halo Tuan Guntur." jawab Javier.
"Aku lupa mengatakan kalau akulah partner bisnis Anda yang selanjutnya, beberapa bisnis pakaian yang anda miliki saya adalah penyuplai dari bahan kebutuhan itu." ucap Guntur.
__ADS_1
Sahara langsung menunjukkan ketidaksukaannya saat dia melihat Guntur ada di perusahaan sang suami. mantan suami yang sudah menikahinya dalam hitungan jam itu membuat Sahara benar-benar terluka luar biasa.
"Senang bertemu dengan Anda, tuan Javier, Nyonya Sahara." sapa Guntur.
"Senang juga bertemu kembali dengan Anda, tuan Guntur." jawab Sahara yang kemudian menjabat tangan pria itu.
Seketika Javier menarik tangan Sahara kemudian meminta Guntur untuk duduk. Javier langsung menunjukkan ketidaksukaannya ketika melihat Guntur ada di depan matanya.
"Apa yang membuat anda berada di sini?" tanya Javier kepada Guntur.
"Saya sudah memberikan beberapa laporan dan beberapa berkas kerjasama Kita. Apakah anda sudah melihatnya, Tuan?" tanya Guntur.
"Aku belum melihatnya karena kamu tahu kan perusahaanku yang ada di London masih berjalan. Jadi Kenapa anda tidak berada di sana untuk melihat tempat itu?" tanya Guntur.
Maksud hati Guntur ingin menemui seorang wanita yang sudah lama dia tinggalkan, seorang wanita yang tiba-tiba dia ceraikan hingga membuat kehidupannya hancur. menyandang status janda di usia muda membuat Sahara harus merasakan hinaan dari beberapa orang.
"Oh ya Sayang, bisakah kamu ke kantor. Tolong kamu urus beberapa keperluanku biar aku yang berbicara dengan Tuan Guntur." ucap Javier yang kemudian memberikan ciuman kepada sang istri.
"Baiklah sayang." jawab Sahara yang kemudian pergi.
Javier sengaja melakukan hal itu karena dia tahu kalau istrinya akan terluka saat bertemu dengan pria itu lagi.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1