
PERUSAHAAN PAKAIAN VIERCO
"Selamat pagi!" sapa Sahara yang sudah memasuki perusahaan.
"Selamat pagi, Nyonya." jawab salah satu sekretaris Javier yang sudah ada di kantornya.
"Mulai sekarang perusahaan ini akan ku pegang." ucap Sahara.
Sekretaris Javier nampak menatap Sahara dengan tatapan mata yang begitu terkejut, sekitar beberapa detik kemudian Javier sudah berada di perusahaan tersebut. dia akan terus memantau semua yang dilakukan oleh sang isteri. Javier bukannya tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh istrinya, tapi Javier hanya berjaga-jaga jika Guntur tiba-tiba ke perusahaan tersebut.
"Selamat pagi, sayang." Javier yang sudah masuk ke dalam kantor miliknya dulu sekarang berganti menjadi milik sang istri.
"Selamat pagi, sayang. Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Sahara yang kebingungan saat melihat sang suami sudah ada di kantornya.
"Tentu saja aku mau melihat istriku." jawab Javier sembari tersenyum.
"Kita barusan berpisah beberapa menit loh, sayang. kamu bilang kamu mau langsung ke perusahaan, Kenapa masih nimbrung di sini?" tanya Sahara yang sedikit kebingungan saat melihat sang suami berada di perusahaan pakaian.
"Bukan begitu sayang, kamu tahu sendiri kan aku itu tidak suka jika berpisah denganmu." ucap Javier yang berusaha untuk mencari alasan yang lain.
Tidak mungkin kan kalau dia akan mengatakan dia harus berjaga-jaga mungkin saja Guntur tiba-tiba berada di perusahaan sang istri. langkah kaki Javier mendekati sang istri, pria itu menatap istrinya yang hendak membuka beberapa berkas kerjasama.
"Ada apa denganmu, Sayang? kenapa kamu aneh seperti ini, Apakah ada sesuatu?" tanya Sahara.
"Tidak ada sayang, aku cuma ingin dekat denganmu saja." jawab Javier sembari tersenyum.
"Aku yakin ada sesuatu yang membuatmu seperti ini, memangnya ada apa sih?" tanya Sahara yang semakin meneliti.
"Tidak apa-apa." jawab Javier.
Beberapa menit kemudian akhirnya Sahara membuka beberapa kontrak modeling yang dilakukan oleh sang suami, pria itu memberikan kontrak kepada model lokal dan internasional.
Wajah para model itu memang sangat cantik, bertubuh ramping dengan tinggi sekitar 170 sampai 180 cm.
"Wuidihh.., tinggi banget ya. aku cuma tingginya 164 cm. mereka ini tinggi atau kelebihan?" tanya Sahara sambil tersenyum.
Kalau 180 cm itu seukuran tinggi cowok.
"Apa yang sedang kamu baca?" tanya Javier.
"Ini aku melihat beberapa profil dari para model, Memangnya mereka ini dikontrak berapa tahun sih?" tanya Sahara.
"Aku cuma memberikan mereka kontrak 1 tahun, kalau aku masih cocok akan aku berikan kontrak lagi. kalau tidak cocok ya sudah mereka harus lepas." jawab Javier.
Tatapan mata Sahara menatap dua foto yang begitu mengambil perhatiannya.
"Ada apa?" tanya Javier kembali.
__ADS_1
"Bukankah ini model dari London?" tanya Sahara.
"Iya, mereka dibawa ke sini." jawab Javier.
"Lalu?" tanya Sahara.
"Aku kurang tahu, sayang. yang mengurus semua itu kan cuma Jeremy, jadi aku tidak tahu mengenai hal itu." jawab Javier.
Tatapan mata Sahara menatap intens foto seorang wanita. Kalau tidak salah waktu itu Sahara pernah melihat foto model itu bersama dengan Jeremy.
"Jeremy mempunyai hubungan dengan salah satu model ini tidak?" tanya Sahara.
"Mana aku tahu, sayang. Memangnya ada apa sih Kok kamu tanyanya begitu menelisik?" tanya Javier.
"Aku pernah melihat Jeremy bersama wanita ini, kelihatannya mereka begitu dekat karena pria itu memeluknya dari belakang." jawab Sahara.
"Apa kamu yakin?" tanya Javier.
"Aku bertanya karena aku yakin, kalau aku tidak yakin aku tidak akan menanyakan hal itu." jawab Sahara.
Sesaat kemudian Javier melihat foto yang ditunjuk oleh istrinya, Javier menatap foto itu kemudian terdiam. raut wajahnya sedikit berubah setelah dia menatap foto tersebut.
"Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Sahara.
"Kalau tidak salah ini adalah foto model yang dulu memang pernah disukai sama Jeremy, Tapi sayangnya wanita itu berselingkuh di belakang Jeremy. alasan wanita itu berselingkuh katanya Jeremy tidak pernah memberikan dia perhatian." jawab Javier.
"Semua pria sama saja sama-sama menjengkelkan." ucap Sahara yang kemudian membuka beberapa desain model pakaian.
TOK..
TOK..
pintu kantor tempat Sahara di ketok oleh sekretarisnya.
"Masuk!!" seru Sahara.
"Nyonya." Panggil sekretaris Sahara.
"Iya." jawab Sahara.
"Nyonya, ada salah satu klien kita yang ingin bertemu dengan Nyonya, katanya dia ingin membahas beberapa pesanan yang sudah diajukan kepada kita." ucap sekretaris Sahara.
"Ya sudah kalau begitu tolong kamu bawa dia masuk, oh ya. bilang sama mereka untuk melakukan beberapa pengecekan, kalian harus tahu barang-barang itu adalah barang-barang branded. Jangan sampai ada yang cacat jika sampai klien kita menerima barang cacat bisa-bisa kita akan membayar dua kali lipat dari semua yang sudah dia bayar." Sahara yang kemudian berdiri.
Javier tidak akan pernah mengira kalau istrinya sudah membaca isi kontrak tersebut.
"Kamu bisa tunggu di sini kan, Sayang. aku mau menemui wanita itu." ucap Sahara.
__ADS_1
"Suruh saja wanita itu kemari, sayang. daripada kamu menemuinya di luar sana." jawab Javier.
"Baiklah kalau begitu." ucap Sahara yang kemudian meminta sekretarisnya untuk mempersilahkan salah satu kliennya untuk menemui dirinya di kantor.
Langkah kaki seorang wanita nampak memasuki kantor yang sekarang menjadi tempat Sahara. wanita itu masih belum tahu kalau perusahaan pakaian itu sekarang sudah diambil alih oleh istri dari Javier.
"Selamat siang." seorang wanita yang sudah memasuki kantor tersebut.
Sahara menatap seorang wanita yang sudah berada di sana. "Selamat siang, Nyonya. silakan masuk." jawab Sahara yang mempersilahkan duduk.
Seorang wanita yang barusan masuk tersebut nampak menatap Sahara dengan tatapan mata yang begitu kebingungan.
"Maaf tuan Javier, Bisakah kita berbicara." minta si wanita.
Javier menatap sang istri begitu pula dengan Sahara, wanita itu menatap Javier dengan tatapan mata yang benar-benar akan mengatakan sesuatu.
"Maafkan aku nyonya, karena Sekarang aku tidak memegang perusahaan ini. kamu bisa berbicara dengan istriku." jawab Javier yang terlihat membaca beberapa berkas kerjasama .
Sedangkan si wanita, dia benar-benar sangat terkejut karena kepemilikan perusahaan itu sudah berganti.
"Tapi Tuan Javier, saya melakukan kerjasama itu dengan anda. Bisakah kita berbicara sebentar." pinta si wanita yang ngotot ingin berbicara dengan Javier.
"Silahkan berbicara, Nyonya. sekarang Istriku yang menangani masalah ini, aku sudah bilang kan kalau sekarang perusahaan ini di bawah kekuasaan Istriku. lagi pula apakah ada kesalahan atau ada limit waktu yang tidak tepat?" tanya Javier yang menatap wanita itu.
Niat hati wanita itu ingin berbicara dengan Javier, malah yang dia dapatkan sekarang wanita itu harus menelan kepahitan karena istri dari Javier berada di sana dan mengambil alih perusahaan tersebut.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1