
"Diam kamu, dia adalah Putraku!!" teriak Lauren yang masih bersih kuku mengatakan kalau Ronald adalah putranya.
"Baiklah kalau begitu, Jika kamu mengatakan dia putramu Bisakah aku meminta rambut kuku dan darahmu? Aku ingin melihat apakah dia ini benar-benar putramu, karena suamiku sudah menyelidiki anak ini jauh-jauh hari bahkan ketika aku masih berada di London." ucap Sahara.
Memang Javier tidak pernah mengatakan mengenai hal itu, namun tanpa sengaja Sahara mendengar apa yang dikatakan oleh Javier dan Jeremy.
"Aku tidak akan membiarkan Putraku bersama Kalian!!" teriak Lauren.
"Percuma saja kamu mengatakan hal itu, Aku tidak akan pernah membiarkan kamu berusaha untuk mengambil Putraku!" bentak Sahara yang kemudian mendorong tubuh Lauren dengan sangat keras sehingga wanita itu terjatuh di lantai ruangan.
Kepala sekolah yang melihat pertengkaran dua orang itu nampak dia tidak dihiraukan sama sekali, akhirnya kepala sekolah itu duduk sembari mendengar dan melihat pertengkaran dua wanita yang begitu berapi-api tersebut.
"Aduh ini ibu-ibu kalau lagi berantem ada orang ngomong gak didengerin." ucap kepala sekolah yang nampak mendengar apa yang dikatakan oleh dua wanita tersebut.
"Pak, Apakah saya boleh mengajak Putra saya kembali pulang untuk hari ini?" tanya Sahara yang melihat Ronald benar-benar ketakutan.
"Silahkan Bu, saya akan memberikan istirahat buat ronald karena kelihatannya Ronald sedikit ketakutan." kepala sekolah yang mempersilahkan Sahara untuk membawa Ronald pergi dari sekolah.
Sedangkan Lauren yang melihat hal itu nampak dia tidak terima.
"Lepaskan, dia adalah Putraku!!" teriak Lauren.
Sahara yang dari tadi mendengar perkataan Putraku Putraku wanita itu seketika begitu marah, tatapan mata Sahara menatap Lauren. wanita yang tidak bisa melakukan apa-apa itu tiba-tiba saja langsung menendang perut Lauren dengan sangat keras hingga membuat wanita itu kembali tersungkur di depan pintu kantor kepala sekolah.
"Dengarkan aku baik-baik, jika kamu berani mendekatiku lagi akan aku minta para pembunuh itu, untuk membunuhmu. aku sudah tahu apa yang kamu lakukan dengan Louis, dasar kalian berdua adalah orang brengsek. kalian itu sama-sama orang tidak tahu diri, kalian itu adalah makhluk paling hina yang ada di dunia ini." bentak Sahara yang kemudian membawa Ronald untuk pergi dari tempat itu.
Lauren masih nampak tersungkur kesakitan sembari memegang perutnya, kepala sekolah yang melihat hal itu nampak Dia membantu Lauren untuk berdiri.
"Anda duduk sebentar Nyonya." pintar kepala sekolah.
Lauren benar-benar tidak akan pernah menyangka dia akan mendapatkan perlakuan seperti itu. Dia mengira kalau Sahara adalah wanita yang tidak bisa melakukan apapun, Namun nyatanya wanita itu membuat Lauren langsung tersungkur tidak berdaya.
"Lihat saja aku pasti akan memberikanmu balasan." guman Lauren yang terus memegang perutnya yang begitu sakit karena ditendang oleh Sahara.
"Kamu mau melakukan apa? apa kamu mau mencoba untuk memberikan aku pelajaran? Coba saja aku mau lihat bagaimana kamu melakukannya, Jika kamu berusaha untuk berbuat jahat padaku ataupun Putraku aku pasti akan memberikanmu balasan!!" bentak Sahara yang kemudian pergi dari sekolah.
Sekitar 30 menit kemudian Sahara dan Ronald sudah sampai di rumah, tatapan mata wanita itu menatap Ronald yang benar-benar sangat ketakutan.
"Sayang, kalau mami dipeluk seperti ini terus mami tidak bisa berjalan." ucap Sahara.
__ADS_1
"Wanita itu jahat, Mami." ucap Ronald.
"Lebih baik kamu istirahat sebentar ya agar kamu tidak terlalu ketakutan seperti ini." pinta Sahara.
"Aku tidak mau Mami, aku tidak mau. aku ingin tetap sama mami." jawab Ronald.
"Ya sudah kalau begitu, Apa kamu mau Mami buatkan sup?" tanya Sahara yang membuat Ronald menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu, kamu ganti pakaian dulu setelah itu kamu ke dapur sama mami, Bagaimana?" tanya Sahara yang membuat Ronald menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu kamu cepat ganti pakaian setelah itu ke dapur sama Mami." minta Sahara.
Javier yang ada di perusahaan nampak pria itu terus memikirkan apa yang terjadi kepada sang istri. ponsel Sahara yang berada di tasnya nampak terus berdering, wanita itu tidak menghiraukan ponselnya karena dia sedang membawa daging di salah satu tangannya.
"Siapa sih yang dari tadi telepon-telepon melulu, apa dia tidak tahu apa kalau aku ini sedang repot." ucap Sahara yang kemudian mengambil ponsel yang ada di dalam tas yang dia bawa.
"Sahara menatap ponsel nya yang bertuliskan nama Pria jutek.
"Iya, ada apa?" Sahara yang sudah menjawab panggilan telepon tersebut.
"Kamu ada di mana? bagaimana denganmu dan Ronal?" tanya Javier.
"Lalu, kenapa mereka menelponmu? Apakah ada sesuatu yang terjadi? apakah Ronald ada yang menyakiti atau apakah ada seseorang yang mencarimu?" pertanyaan panjang lebar yang diajukan oleh Javier membuat Sahara langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Bisa diam sedikit tidak, kamu ini bertanya atau mau melakukan apa?" tanya Sahara.
"Tentu saja aku ingin bertanya apa yang terjadi." jawab Javier.
"Tanya segitu aja cukup, Kenapa pertanyaannya panjang banget Aku mau menjawab tidak bisa." Sahara yang mulai kesal.
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Javier kembali ke
Lauren pergi ke sekolah Ronald, wanita itu ingin mengambil Ronal." jawab Sahara.
"Apa berani sekali wanita itu melakukan hal itu pada Putraku, dia itu bukan putranya dia itu Putraku!!" seru Javier.
"Memangnya kamu ini sedang marah sama siapa? yang kamu ajak bicara itu siapa? yang kamu marah itu siapa?" tanya Sahara yang membuat Javier langsung memerankan suaranya.
"Maaf sayang, Aku lagi kesal." ucap Javier.
__ADS_1
"Kalau kesal jangan sama aku, sama orang yang mempunyai sangkutan sana. Kenapa kok marah sama aku, Memangnya aku yang melakukan kesalahan?" Sahara yang kemudian langsung mematikan ponselnya.
Javier yang berada di kantornya nampak pria itu hanya bisa menghela nafasnya sedikit kasar. "Kenapa juga aku harus marah sama istriku? kan dia tidak melakukan kesalahan apapun, Ini hasilnya ponselnya langsung dimatikan." ucap Javier yang kemudian meminta Jeremy Untuk mencari keberadaan Lauren.
"Memangnya apa yang terjadi, Tuan?" tanya Jeremy.
"Wanita itu mencoba untuk mengambil Ronald, dia pergi ke sekolah Ronald dan mengaku menjadi mamanya." jawab Javier.
"lalu, apa yang terjadi lagi?" tanya Jeremy.
"Tentu saja dia melakukan banyak kerusuhan hingga membuat Sahara murkah." jawab Javier.
"Memangnya Sahara bisa marah ya, tuan?" tanya Jeremy yang membuat Javier sedikit tersenyum.
"Katanya Istriku itu menghajar Lauren, dia menendangnya sebanyak dua kali." jawab Javier yang sedikit bangga dengan apa yang dilakukan oleh istrinya tersebut.
"Apa benar kalau Sahara melakukan itu, Tuan?" tanya Jeremy kepada Javier.
"Aku tidak akan mengatakannya, kalau aku tidak mendengar apa yang dikatakan oleh istriku." jawab Javier yang kemudian duduk dengan begitu santai.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat