
"Kau boleh menjawabnya, namun jika suatu saat Kalau kau ingin menumpahkan segala keluh kesahmu.. Lebih baik kau datang padaku. aku siap menerima keluh kesahmu itu." ucap Louis kepada Sahara.
Tentu saja wanita itu tidak akan dengan mudah dirayu oleh Seorang playboy seperti Louis. seorang pria yang benar-benar terkenal dengan julukan the casanova.
"Kalau saya mau curhat mending saya curhat ke tempat lain. Saya tidak mau curhat kepada anda, saya tahu benar bagaimana sifat Anda." jawab Sahara yang membuat Louis ingin tertawa sembari menahan tawanya.
"Benarkah?" tanya Luis yang mulai menyelidik.
"Tentu saja kalau saya dekat-dekat dengan Playboy seperti anda, bisa-bisa saat saya jatuh cinta kepada anda kemudian anda akan tiba-tiba mencampakkan saya." Sahara benar-benar mengatakan sesuatu yang selama ini dia pendam di hatinya Entahlah namun Sahara adalah wanita yang tidak akan pernah mau dijadikan simpanan oleh orang lain.
Tentu saja Louis benar-benar terhibur dengan Sahara, seorang gadis muda yang selalu berbicara dengan penuh kejujuran. bahkan kata-kata itu bukanlah kata-kata yang ditutupi ataupun ada kebohongan di sana.
"Kalau begitu aku harus menjaga jarak dengan mu ya, bahkan wanita secantik dirimu sepertinya tidak menyukai aku yang begitu terkenal." ucap Louis.
"Saya akan jatuh cinta kepada pria yang benar-benar mencintai saya dengan tulus, bukan cuma menganggap saya karena sesuatu." jawab Sahara yang membuat tatapan mata Louis menetapkannya.
Pria itu sangat yakin kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh Sahara.
"Ya sudah kalau gitu, Sebentar lagi kita akan sampai di tempat itu.." ucap Louis.
Tak lama kemudian akhirnya mereka berdua sudah sampai di suatu tempat, di suatu tempat yang ada di dekat laut.
"Terserah kalau begitu, lebih baik aku pergi dari sini kita kamu tetap saja menggoda aku." canda sahara yang membuat Scott Louis malah tertawa.
"Kita mau apa kesini?" tanya Sahara.
"Tentu saja untuk melihat salah satu lokasi yang akan dijadikan Hotel." jawab Louis.
Javier baru mengetahui kalau hari ini ternyata Sahara tidak ke kantor. Wanita itu pergi ke suatu tempat untuk melihat lokasi pembangunan hotel yang akan dibangun oleh perusahaan Javier dan perusahaan Scott Louis.
"Ada apa, Tuan Javier?" tanya Jeremy kepada Javier. tentu saja pria itu menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kelihatannya Sahara pergi dengan Scott Louis." ucap Javier yang terlihat mulai merasakan sesuatu, perasaannya sedikit cemas bahkan pria itu benar-benar berpikir mengenai sesuatu yang menjijikkan.
"Bukankah kemarin Tuan Scott Louis sudah mengatakannya Kalau hari ini pria itu akan menjemput Nona Kania di rumah Anda." Jeremy yang membeli mengingat mengenai perkataan Scott Louis yang ternyata kemarin sudah menyatakan kalau akan menjemput sahara di rumah javier untuk melihat lokasi pembangunan.
"Benarkah?" Tentu saja pria itu lupa karena dia juga tidak mengharap sesuatu bahkan Louis akan ke rumahnya dan menjemput Sahara.
"Buat apa juga aku harus mengingat perkataan orang lain." jawab Javier.
Mulut dan hati memang sangat berbeda, Javier selalu mengatakan kata-kata yang begitu Lugas. namun berbeda dengan hatinya, terlihat pria itu sedikit khawatir bingung karena Kania tidak menelpon dirinya.
"Apakah kita perlu menelpon nona Sahara, Tuan?" tanya Jeremy yang bisa melihat kalau majikan itu benar-benar tidak tenang ketika mengetahui sahara pergi bersama dengan rekan bisnisnya yang sangat playboy tersebut.
"Buat apa kita menelponnya." jawab Javier acuh.
Tak lama kemudian Javier membuka berkas-berkas yang ada di mejanya. pria itu tidak fokus sama sekali dengan semua berkas itu, bahkan terlihat tatapan mata Javier tidak melihat apa yang ada di kantornya. Jeremy tahu kalau majikannya itu sedang kebingungan karena istrinya bersama dengan pria lain.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
Saat sore menjelang, ternyata Sahara baru pulang kerumahnya. tatapan mata Javier melihat Sahara yang baru masuk ke rumah.
Tentu saja pria itu benar-benar menunggu Sahara. karena dia ingin tahu apa saja yang dilakukan oleh Sahara bersama dengan Scott Louis. ketika jantungnya berdebar bahkan hatinya terus memikirkan Sahara, namun sayangnya mulut javier tidak bisa mengatakan hal itu pria itu selalu saja mengatakan kata-kata yang selalu membuat sahara sakit hati.
"Tentu saja aku melihat tempat yang akan dijadikan salah satu hotel yang akan dibangun oleh perusahaan dan perusahaan Tuan Scott." jawab Sahara.
"Apa yang kalian lakukan dari pagi sampai sore?" tanya Javier yang terus menyelidiki.
"Tentu saja saya hanya berjalan-jalan di sekitar tempat itu." jawab Sahara.
"Tidak mungkin dari pagi sampai sore Kalian hanya melakukan hal itu, menatap hamparan tanah tanpa melakukan apapun? Javier yang benar-benar tidak percaya dengan perkataan yang diucapkan oleh sahara, pria itu mengatakan sesuatu yang selalu saja menyakitkan.
"Memangnya apa yang harus kami lakukan?" tanya Sahara balik.
__ADS_1
"Aku yakin kalau pekerjaanmu dari pagi sampai malam-malam akan menjelang kau selalu merayu pria itu, memberikan godaan bahkan mungkin kau sudah tidur dengannya." jawab Javier dengan nada suara yang begitu santai.
Sedangkan Sahara yang mendengar hal itu, wanita itu benar-benar murka. dia sangat marah karena selalu saja Javier menghinanya. selalu saja pria itu mengatakan kata-kata yang pahit, seolah javier mengatakan Sahara adalah wanita murahan yang begitu gampang di bawah orang. bahkan dengan tegas Javier tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh bahara tadi.
"Walaupun kau membayar ku untuk menjadi pengasuh putramu. Apakah kau harus selalu menghinaku seperti itu?" tanya Sahara.
"Wanita sepertimu yang rela menjual diri untuk menjadi pengasuh, Memangnya apalagi pekerjaanmu? mungkin saja kalau aku pria seperti Jeremy atau Scott Louis Mungkin aku akan mudah Kau goda, Namun sayang aku adalah pria yang berbeda dengan mereka. Jadi kau merasa tidak bisa menggoda ku lalu kau menggoda mereka!" seru Javier.
DEG..
Terlihat Sahara menatap wajah Javier, wanita itu tidak pernah mengira kalau dirinya akan selalu dihina oleh pria itu.
"Aku tahu kalau aku ini hanyalah wanita yang telah kau beli, tapi kau harus tahu.. suatu saat jika aku telah pergi meninggalkanmu, kau akan mencariku seperti orang gila kau akan bersimpuh di kakiku dan meminta maaf padaku!" seru Sahara yang kemudian pergi meninggalkan javier dengan kata-kata yang loh menghujam hati pria itu.
"Aku tidak akan pernah berlutut atau meminta maaf padamu walaupun kau tiba-tiba pergi dariku. Aku benar-benar tidak akan pernah mencarimu ataupun aku merasa kehilangan." jawab Javier dengan begitu santai.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
__ADS_1
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William