
"Ada apa, sayang?" tanya Javier yang kemudian mendekati sang istri.
"Aku tidak tahu sayang, ini tadi ada yang mengirim hadiah kemari." jawab Sahara.
"Hadiah dari mana?" tanya Javier.
"Aku belum buka kado itu." jawab Sahara.
"Jangan dibuka kalau ada yang berani membuka kado-kado itu lihat saja." Javier yang mulai mengancam.
"Kelihatannya ada orang yang marah nih." sindir Sahara yang membuat Javier mencibirkan mulutnya.
"Tentu saja aku marah, memangnya tidak boleh ya? berani sekali orang itu memberikan kado kepada istriku, mundur semuanya." Javier yang kemudian membuka beberapa hadiah dari orang asing. dengan begitu kasar Javier membuka sekitar 4 kotak hadiah dan 2 buket bunga tersebut.
"Buang buket bunganya." perintah Javier yang membuat 2 pembantu yang ada di rumahnya itu langsung membawa 2 buket bunga itu ke belakang.
Sedangkan pria itu membuka 4 kotak hadiah itu dengan kekesalan yang sangat luar biasa, kotak pertama berisi tas branded dari brand HERMES. kotak kedua perhiasan permata, kotak ketiga cincin berlian, kotak keempat adalah make up mahal.
"Apa ini?" tanya Javier.
"Kamu kan sudah lihat sendiri, kenapa harus tanya lagi." jawab Sahara yang sedang menatap sang suami yang begitu kesal dengan beberapa hadiah yang entah siapa yang mengirimnya.
"Memangnya kamu ini sedang marah sama siapa?" tanya Sahara.
"Tentu saja marah sama orang yang mengirim hadiah, lalu Siapa yang mengirim hadiah itu?" tanya Sahara kembali.
"Kalau aku tahu aku sudah mengejarnya, mungkin akan ku pukuli dia." jawab Javier.
"Lalu kenapa marah-marahnya sama aku?" tanya Sahara kembali.
Seketika Javier langsung terdiam kemudian menatap tas berharga jutaan tersebut dengan beberapa perhiasan yang ada di sana.
"Nyonya Sahara." Panggil salah satu pembantu.
"Iya." jawab Sahara.
"Ada telepon dari seseorang, Nyonya." jawab si pembantu.
Seketika Sahara langsung berdiri dan ingin menjawab panggilan telepon tersebut, Javier yang melihat hal itu seketika pria itu langsung berdiri. langkah kakinya berjalan mendekati sang istri yang hendak mengangkat panggilan telepon dari rumah tersebut.
__ADS_1
"Semoga kamu suka dengan hadiahnya, sayang." suara seorang pria yang sedang berbicara dengannya.
Javier yang Mendengar hal itu jantungnya begitu bergemuruh, ada rasa kesal yang sangat luar biasa. setelah mendengar apa yang sudah dikatakan oleh pria tersebut.
"Dasar kurang ajar, Tidak tahu diri. berani sekali Dia mengatakan hal itu kepada istriku, dia ini bosan hidup apa." Javier yang begitu marah dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pria.
Sahara yang melihat ekspresi wajah sang suami seketika wanita itu menarik telepon tersebut dan menaruhnya.
"Ini sudah siang, kita harus berangkat mengantar Ronald kemudian ke perusahaan. apa kamu mau tetap berada di sini?" tanya Sahara yang membuat Javier langsung merampas barang-barang yang tadi diberikan oleh seseorang tersebut.
"Bereskan barang-barang itu kemudian taruh di ruang tengah." perintah Javier.
Akhirnya hari ini Javier pergi ke perusahaan dengan raut wajah yang begitu kesal, entah apa yang dirasakan oleh pria itu namun hatinya begitu sakit luar biasa.
Dari hari ke hari kehidupan berjalan seperti sebuah penantian yang begitu panjang, dari hari ke hari pula Lauren berusaha untuk mendapatkan Ronald untuk menghancurkan Javier. Sahara tidak akan pernah membiarkan hal itu Wanita itu sudah bertekad untuk melakukan apapun demi bocah kecil tersebut.
Waktu sudah mulai berjalan dengan semua rencana orang-orang yang begitu jahat kepada Javier, mereka selalu berusaha untuk menyingkirkan kebahagiaan yang dimiliki oleh sepasang suami istri tersebut.
SATU TAHUN KEMUDIAN.
"Selamat pagi, sayang." Javier yang baru turun ke ruang makan.
"Apa hari ini kamu akan bertemu dengan para model itu?" tanya Javier.
"Iya Hari ini aku akan bertemu dengan para model itu, tapi pukul 09.00 pagi nanti aku akan bertemu dengan Guntur untuk membahas pemutusan kontrak mengenai barang-barang yang dia kirim ke perusahaan kita." jawab Sahara.
"Memangnya ada apa? apakah ada masalah?" tanya Javier.
"Tiga pengiriman kain ke perusahaan kita itu mengalami sedikit kerusakan, mereka mengirim kain-kain itu dengan kualitas standar sedangkan kita membayar mereka dengan kualitas super dan kualitas yang sangat bagus." jawab Sahara.
"Tentu saja aku sudah memutuskan untuk memutus kontrak kerjasama yang sudah merugikan kita." jawab Sahara.
"Ya sudah kalau begitu kamu harus hati-hati karena aku yakin pria itu tidak akan tinggal diam saja." ucap Javier.
"Kalau pria itu tidak tinggal diam saja maka suamiku juga tidak akan tinggal diam saja, dia pasti akan melakukan sesuatu kepada pria itu." jawab Sahara yang membuat Javier tersenyum.
Hari ini Sahara akan pergi ke dokter kandungan untuk mengecek kondisi tubuhnya, sudah beberapa bulan ini sehari tidak mendapatkan datang bulan. Dia sedikit kebingungan dia ingin melihat Bagaimana kondisinya karena dia sedikit khawatir.
"Oh ya Sayang, nanti kamu ke rumah sakit pukul berapa?" tanya Javier.
__ADS_1
"Sore saja Sayang, kalau semua pekerjaan sudah selesai lagi pula hari ini kamu ada pertemuan dengan direksi perusahaan?" tanya Sahara.
"Iya, hari ini aku ada pertemuan dengan para staf direksi perusahaan nanti sore. aku akan mengantarmu, Oh ya jangan lupa minum vitamin yang sudah diberikan dokter itu." pinta Javier.
"Kamu tenang saja Sayang, aku sudah meminumnya setiap hari Namun mungkin karena kecapean. jadi kondisiku seperti ini." Sahara yang terlihat hanya bisa makan sayur dan buah-buahan karena jika dia memakan roti atau nasi perutnya tidak bisa menerima.
"Hari ini Ronaldo diantar sama sopir baru itu ya?" tanya Javier Iya sayang Ronald diantar sama sopir baru tersebut.
"Dia kan pandai ilmu beladiri, jadi kita akan lebih tenang jika dia menjaganya." Jawab Sahara.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat, nanti sore aku akan mengantarmu untuk memeriksakan kondisimu." ucap Javier.
"Baiklah kalau begitu, Oh ya aku minta sama kamu Untuk tidak terlalu memikirkan mengenai permasalahan pembangunan yang ada di Thailand dan Filipina. kita akan menyelesaikannya sedikit demi sedikit, Jika kamu terlalu berfokus pada tempat-tempat itu kemungkinan beberapa pekerjaan yang lain akan terbengkalai. Sahara yang mencoba untuk menenangkan sang suami.
"Entahlah sayang, tapi kalau ada seseorang yang berusaha untuk menghancurkan pembangunan di beberapa negara itu. itu akan membuat kita mengalami kebangkrutan caviar yang berusaha untuk menenangkan dirinya. semuanya akan baik-baik saja, kamu harus yakin kalau kamu adalah pria yang luar biasa. kamu selalu bisa bangkit dari semua keterpurukan, buktinya kamu selalu bisa menghadapi semua permasalahan ini kan?" Sahara yang memberikan semangat kepada sang suami.
"Terima kasih ya sayang, kamu selalu menjadi penguat hidupku. Jika kamu tidak ada Entahlah Apa yang akan terjadi padaku." jawab Javier yang kemudian memberikan kecupan hangat di pipi sang istri.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1