
Saat berada di ruang kesehatan Dokter Shirly menatap Javier.
"Ada apa Javier?" tanya Dokter Shirly.
"Dimana wanita itu?" tanya Javier.
"Sahara?" jawab dokter Shirly.
Javier menganggukkan kepalanya.
"Dia sudah aku suruh pulang." jawab Dokter Shirly.
"Dia diantar siapa?" tanya Javier.
"Tentu saja pulang sendiri, memangnya siapa yang akan mengantarkannya." jawab Dokter Shirly yang kemudian duduk di meja kerjanya.
"Jeremy, Kau telepon dia dan tanyakan ke mana dia pergi!" seru Javier kepada Jeremy.
Terlihat ponsel Sahara tertinggal di kantor Javier, karena Sahara pulang tanpa membawa Apapun hanya membawa beberapa selembar uang saja.
Langkah kaki Sahara terus berjalan tanpa mengetahui kemana arah tujuannya, bayangan masa lalunya. kematian kedua orang tuanya dan kematian mendiang ayah mertuanya. entah apa yang yang ada di hati Sahara, namun dia sudah tidak bisa memikirkan sesuatu apapun.
akhirnya Javier memutuskan untuk segera pulang pria itu benar-benar kepikiran dengan semua yang terjadi kepada Sahara. Saat sore telah menjelang, Javier akhirnya pulang. pria itu sudah sampai di rumah namun tidak menemukan keberadaan Sahara.
"Dimana wanita itu, kenapa dia belum pulang!" seru Javier.
"Tenanglah Tuan, kemungkinan Nona Sahara masih berada di tempat lain." jawab Jeremy.
Hari ini Sahara berada di taman yang tidak jauh dari rumah Javier, terlihat Sahara terus menghela nafasnya sembari menitikkan air matanya. dia tidak ingat Sekarang jam berapa, mau apa dan kemana wanita itu.
DEG..
Tiba-tiba Sahara terngiang pada orang tuanya yang telah meninggal, berada di Negara orang tanpa ada yang memberikannya perhatian.
Javier seperti orang gila, dia baru mengerti Kalau keberadaan Sahara begitu berarti untuk putranya. terlihat Ronal benar-benar kebingungan saat tidak menemukan Kania bersama Papanya. bocah kecil itu terus menanyakan keberadaan ibu sambungnya itu kepada Javier.
"Jeremy, cepat kau cari keberadaan wanita itu. kalau tidak bisa-bisa Putraku ini akan sakit!" seru Javier kepada Jeremy.
"Baik Tuan." jawab Jeremy.
Saat hendak pergi, langkah kaki pria itu langsung terhenti ketika melihat Sahara baru membuka pintu rumah Javier.
Tatapan mata Sahara begitu kosong dan hampa, bahkan saat masuk kerumah itu pun seperti Sahara tidak melihat keberadaan Javier dan Jeremy.
"Mami!" seru Ronald yang melihat ibu sambung nya itu telah kembali.
__ADS_1
Tatapan mata Sahara menatap bocah kecil yang sudah diasuh selama 4 tahun itu.
seketika Sahara merentangkan kedua tangannya dan memberikan pelukan yang begitu hangat kepada Ronald.
"Mami dari mana saja?!" seru Ronald yang dari tadi kebingungan.
"Maaf ya Sayang, Mami tadi habis bertemu dengan kenalan Mami." jawab Sahara berbohong.
Javier sangat tahu karena Sahara tidak pernah memiliki satu teman sama sekali, tatapan sendu mata Sahara seolah membuat hati Javier sedikit terenyuh.
"Ada apa dengan wanita ini, mengapa tiba-tiba dia seperti ini." guman Javier dalam hati.
"Apakah bocah tampan Mami ini sudah makan?" tanya Sahara kepada Ronald.
Bocah kecil itu menggelengkan kepalanya hingga membuat Sahara langsung mendaratkan ciuman dan menggendong Putra kecilnya itu.
"Kau dari mana saja?!" seru Javier kepada Sahara.
Langkah kaki Sahara terhenti saat mendengar suara keras dari Javier. Gadis itu membalik badannya dan menatap seorang pria yang begitu arogan dan sangat kasar.
"Aku tidak harus melapor kemana aku pergi, tugasku hanya untuk merawat Ronald, bukan untuk memberikan laporan mengenai kehidupan ku." jawab Sahara.
Entah angin apa yang membuat Sahara tiba-tiba seperti itu, tidak pernah sekalipun Sahara berani menantang kata-kata Javier. namun hari ini terlihat wanita itu seperti seorang wanita yang berbeda.
"Kau berani sekali berkata seperti itu padaku!" seru Javier.
Javier benar-benar sangat terkejut dengan jawaban yang dilontarkan oleh Sahara.
"Habis makan apa dia, Jeremy!" seru Javier.
Pria itu tidak berani menjawab, karena yang terlihat juga Jeremy sangat terkejut dengan jawaban dari Sahara.
Jeremy benar-benar sangat terkejut, begitu pula dengan Javier, kedua pria itu terus menatap Sahara yang sedang memasak untuk anak sambungnya itu.
"Mami dari mana saja?" tanya Ronald.
"Mami habis ke suatu tempat, Sayang." jawab Sahara.
"Mami jangan tinggalin Ronald dong, Ronald takut kalau mami tiba-tiba tidak kembali." ucap Ronald yang membuat Sahara langsung memeluk bocah kecil itu dengan sangat erat. alasan utama Sahara tidak meninggalkan rumah Javier adalah bocah kecil itu.
Ronald adalah satu-satunya yang memberikan cinta yang begitu tulus untuk Sahara, tak ada ada orang yang mau memberikan perhatian kepada Sahara selain anak kecil yang bernama Ronald, putra dari Javier.
"Mami janji ya jangan ninggalin Ronald." rengek Ronald.
Sahara menganggukkan kepalanya. sesaat kemudian terlihat bocah kecil itu memberikan ciuman di pipi Sahara hingga membuatnya langsung tersenyum.
__ADS_1
Sebuah helahan nafas yang mengisyaratkan kalau Kania benar-benar tertekan.
"Jeremy, Apakah perlakuanku pada Gadis itu benar-benar melampaui batas?" tanya Javier kepada Jeremy. pria itu tidak berani menjawab namun hanya menganggukkan kepalanya
"Pasti kalau aku terus menekannya terus-menerus dia bakal ninggalin anak ku." ucap Javier. Jeremy kembali menganggukkan kepalanya.
"Lihatlah, kalau tiba-tiba wanita itu pergi. Putraku pasti akan gila mendadak." ucap Javier.
Jeremy kembali menganggukkan kepalanya.
"Kamu ini dari tadi diajak bicara kok mengangguk saja, dimana mulutmu, Jeremy!" seru Javier kepada Jeremy.
"Maaf tuan, semua yang anda katakan itu benar. pasti tuan muda kecil akan sangat hancur ketika tiba-tiba nona Sahara pergi meninggalkannya, mungkin sebaliknya Nona Sahara akan hancur saat meninggalkan putra Anda, Lihatlah cintanya begitu tulus kepada putra Anda. bahkan beberapa wanita yang mendekati anda tidak pernah sekalipun memberikan cinta seperti nona Kania." ucap Jeremy.
Terlihat Javier menatap wajah Sahara dengan begitu intens,
"Cantik." satu kata yang keluar dari mulut Javier. memang selama ini pria itu tidak pernah sekalipun menatap wajah Sahara dengan intens, Baru kali ini Javier menatap wajah wanita itu dengan sangat teliti.
"Seandainya kau aku minta untuk menikahi wanita itu apakah kau mau, Jeremy?" tanya Javier yang tiba-tiba.
"Kenapa kau diam saja, Jeremy. aku bertanya padamu." tanya Javier.
Terlihat Jeremy masih tetap diam.
"Katakan yang sejujurnya." ucap Javier yang membuat Jeremy membuka mulutnya.
"Seandainya saya bertemu Nona Sahara sebelum anda, saya akan menikahi gadis itu dan saya akan menjaganya selalu. Dia adalah seorang gadis yang memberikan perhatian yang begitu tulus, bahkan cintanya begitu tulus sehingga membuat siapapun yang memilikinya akan sangat bahagia." jawab Jeremy yang membuat Javier langsung menatap orang kepercayaannya itu.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
__ADS_1
-One night stand with mister William