ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB.63


__ADS_3

"Kelihatannya wajah Tuan Javier cerah ceria?" tanya Jeremi yang membuat Javier ingin tersenyum namun dia menahannya.


"Ada apa memangnya ada yang salah kalau kami tersenyum seperti ini?" Sahara yang mulai sewot.


"Ya tidak sih, kalian wajahnya benar-benar begitu bahagia." ucap Jeremy.


"Sudah sudah, nggak usah membicarakan hal itu. kemarin kamu sudah beli cincin belum?" tanya Sahara yang membuat Jeremy menganggukkan kepalanya.


"Cepat-cepat nikahi Icha, jika tidak bakal dicuri orang itu wanita." sindir Sahara yang membuat Jeremy hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Tak berselang lama terlihat ponsel milik Sofia sudah berdering, terlihat pria itu menatap ponselnya kemudian mematikan ponselnya tersebut.


"Telepon dari siapa kok dimatikan?" tanya Sahara.


"Dari beberapa rekan bisnis kita, katanya kemarin mereka mau mengajak untuk bertemu di salah satu Hotel." jawab Javier.


"Kenapa tidak diangkat teleponnya, kenapa harus dimatikan?" tanya Sahara kembali.


"Aku yakin kalau aku mengangkat ponselku, menjawab panggilan telepon itu kamu akan marah luar biasa." jawab Javier.


"Memangnya dia pria atau wanita?" tanya Sahara kembali.


"Dia ada di salah satu foto yang yang tadi kamu lempar sama aku." jawab Javier yang membuat Sahara langsung menarik wajah sang suami.


"Katakan sekali lagi?" tanya pinta Sahara yang membuat Javier langsung mengatakan kembali.


"Dia salah satu wanita yang ada di foto yang kamu lempar sama aku, sayang. beberapa wanita yang ada di sana itu adalah rekening bisnis di perusahaan kita, lagi pula beberapa di antara mereka itu kan model yang bekerja di perusahaan kita." jawab Javier yang begitu santai.


"Kalau begitu mulai sekarang dunia model dan perusahaan yang berhubungan dengan wanita itu bagian ku, aku akan memegangnya sedangkan kamu, sayang. kamu kerja saja di bagian para pria Jika kamu berani membohongiku lihat saja akan ku putus kepalamu itu." ancam Sahara yang membuat Javier langsung terdiam.


"Kalau aku tahu aku tidak akan mengatakannya, dikatakan salah tidak dikatakan juga salah." guman Javier.


"Apa kamu sedang membicarakan aku, berguman mengenai Aku, sayang?" tanya Sahara yang membuat Javier menggelengkan kepalanya.


"Tidak sayang, kenapa aku harus melakukannya." jawab Javier.


"Oya, besok aku yang akan memegang perusahaan yang berhubungan dengan para wanita itu, Icha akan menjadi asistenku Jika kamu tidak melepaskan perusahaan itu padaku, lihat saja aku pasti akan mencari pria yang lebih kaya darimu." ancam Sahara yang membuat Javier langsung tersenyum.

__ADS_1


"Semuanya untukmu, Sayang. kamu jangan seperti itu ya," Javier yang berusaha untuk merayu sang istri.


Jeremy yang melihat hal itu dia sedikit terkejut, Siapa yang tidak mengenal Javier, Siapa yang tidak akan takut padanya. Siapa yang tidak akan mengalah untuk pengusaha itu. namun sekarang kelihatannya pria itu sudah ditunjukkan oleh seorang wanita yang berasal dari Indonesia, wanita yang bernama Sahara.


"Ya sudah kalau begitu, sayang. aku akan memasak untuk Ronald, kamu jangan berani mengangkat ponsel itu jika kamu berani mengangkat ponsel itu dan berbicara kepada wanita-wanita itu. lihat saja apa yang akan aku lakukan." ancam Sahara sembari melotot tajam menatap sang suami.


Sedangkan Javier hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan pasrah, Sahara pergi ke dapur bersama dengan Ronald, terlihat Jeremy mendekati bosnya tersebut.


"Inilah tuan yang saya takutkan Ketika saya harus menikah." ucap Jeremy yang membuat Javier langsung menoleh menatap tajam kepada anak buahnya itu.


"Memang akan terjadi seperti ini, Jika kamu mencintai istrimu dan takut kehilangan dia, Jeremy. tapi kalau kamu tidak mencintainya ya pasti kamu tidak akan takut." jawab Javier dengan begitu santai. padahal kalau dulu pria itu tidak bakal mengatakan kata-kata seperti itu dia tidak akan bakal mengungkap isi hatinya atau apapun.


"Tuan, apa Tuan sudah jatuh cinta kepada Nyonya Sahara?" tanya Jeremy yang membuat Javier menatap tajam kepada pria yang ada di sampingnya itu.


"Kalau aku tidak mencintai wanita itu kenapa aku harus jauh-jauh datang dari London ke sini, Kenapa juga aku harus berusaha untuk mengejarnya, kamu gila ya Jeremi. Tentu saja aku mencintai wanita itu aku menyayanginya, Aku ingin memilikinya dan sekarang dia sudah sah menjadi istriku secara agama negara dan secara utuh." jawab Javier sembari tersenyum dengan begitu bahagia.


Jeremy yang melihat hal itu nampak pria itu berdidik ngeri dengan semua yang ditunjukkan oleh majikannya tersebut.


"Anda sangat aneh Tuan." ucap Jeremy.


"Mungkin besok saya akan pergi ke Thailand, Tuan." ucap Jeremy yang membuat Javier menatap anak buahnya tersebut.


"Mau apa ke Thailand?" tanya Javier.


"Beberapa resort pembangunan di sana mengalami kendala, katanya ada beberapa penghancuran di bangunan kita ada seseorang yang dengan sengaja ingin membuat pembangunan itu terhenti." jawab Jeremy.


"Ya sudah kalau begitu, lakukan apa yang harus kamu lakukan. lagi pula jika sampai mereka berusaha untuk membuat aku hancur maka kamu ku hancurkan mereka terlebih dahulu. berani sekali mereka melakukan hal itu." ucap Javier.


Sekitar 30 menit kemudian Sahara meminta Ronald untuk memanggil suaminya dan Javier.


"Papa, ayo kita makan. Mami sudah membuat makanan!!" seru Ronald yang mengajak papanya dan Jeremy untuk makan.


"Cepat sekali sayang, kamu masak apa?" tanya Javier.


"Aku kan tidak pernah memasak masakan ini, aku rindu dengan masakan ini. jadi aku memasaknya." jawab Sahara sembari menunjuk beberapa makanan yang sudah dia masak.


Entah apa yang terjadi dengan Sahara, wanita itu membuat sambal terasi, goreng tempe menggoreng ikan membuat cumi asam manis dan kepiting asam manis.

__ADS_1


"Kalian makan apa yang ingin kalian makan, aku mau makan ikan aku kasih sambal terasi ini." jawab Sahara yang kemudian memakan makanan yang dia sebutkan tadi dengan begitu lahapnya.


"Ini makanan dari mana, Sayang. Kok baunya menyengat sekali?" tanya Javier.


"Ini makanan dari negaraku, kalau dulu aku sering dimasakkan oleh almarhum ibuku. Aku ingin makan ini karena aku merindukan masakan orang tuaku." jawab Sahara.


Setelah makan Javier mengajak Sahara ke kantornya di rumah. Hari ini adalah hari Minggu, jadi hari ini adalah hari tenang untuk Javier dan pria itu tidak mau menerima telepon dari perusahaan atau rekan bisnisnya.


"Ada apa Sayang?" tanya Sahara kepada sang suami.


"Oh ya sayang, apakah kamu yakin ingin memegang perusahaan yang tadi kamu minta?" tanya Javier kepada sang istri.


"Tentu saja aku mau memegang perusahaan itu, Sayang. memangnya kenapa tidak boleh!" tanya Sahara yang membuat Javier nampak terdiam.


Bukan itu yang ditakutkan oleh Javier, yang ditakutkan oleh pria itu adalah ketika istrinya bertemu dengan mantan suaminya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


__ADS_2