
"Itulah akibatnya kalau kamu tidak beristirahat sama sekali. lihatlah, kamu sekarang sakit!!" seru Sahara.
"Aku tidak apa-apa, kau jangan menghiraukan aku." ucap Javier.
"Ini benar-benar pria yang tidak bisa dikasih hati, seharusnya kau berterima kasih karena orang-orang yang ada di sekitarmu. memberikan perhatian, malah sekarang seolah-olah kau itu tidak membutuhkan orang lain. apakah aku harus memukul kepalamu agar kau itu bisa berpikir." bentak Sahara yang kemudian meminta Jeremy untuk membawa Bosnya itu pulang.
"Bagaimana Nona Sahara?" tanya
Jeremy.
"Bagaimana apanya? tentu saja bahwa bosmu ini pulang, kamu mau membunuh bosmu dan membiarkan bosmu itu menjadi mayat di sini." jawab Sahara dengan kata-kata yang begitu kasar. hal itu membuat Jeremy langsung menelan ludahnya sedikit kasar.
Jeremy tidak mengira kalau Sahara yang ada di depannya sekarang itu Sahara yang begitu sangat kasar, bahkan kata-katanya benar-benar begitu menancap di dada.
"Ini wanita benar-benar pedas banget ya kalau berbicara, kalau dulu dia bicaranya sopan dan sangat menyejukkan hati. sekarang dia bagaikan iblis wanita yang selalu menanamkan racun." guman Jeremy yang kemudian membantu Bosnya itu untuk berjalan ke mobil.
"Jangan cepat-cepat, kalau cepat-cepat dia malah jatuh kalau jatuh dia malah sakit parah." cerocoh Sahara yang panjang lebar.
Entahlah, kenapa sekarang Sahara menjadi wanita cerewet super luar biasa. Jeremy dan Javier saling menatap satu sama lain, mereka berdua tidak akan pernah mengira kalau Sahara yang sekarang super cerewet.
"Oh ya Jeremy, Tolong kamu bawa bosmu itu keluar sebentar. aku mau menelpon temanku aku mau bilang ke rumah majikanmu sebentar." ucap Sahara.
"Baik Nona." jawab Jeremy.
Akhirnya kedua orang itu berjalan bersamaan, Javier menatap Jeremy, sedangkan Jeremy langsung mengungkapkan kata-kata yang ada di hatinya.
"Saya tidak pernah menyangka lho Tuan kalau Nona Sahara sekarang berubah menjadi ratu ular." ucap Jeremy.
"Maksudmu?" tanya Javier.
"Bagaimana tidak, sekarang Wanita itu sangat menakutkan. kalau bicara selalu kasar bahkan membuat orang lain merasakan kesakitan." ucap Jeremy.
"Aku saja tidak pernah menyangka hal itu, Jeremy. aku sampai shock Karena dia sudah banyak berubah." jawab Javier.
__ADS_1
"Bisa-bisa kalau kita salah bicara dia akan melahap kita utuh." ucap Jeremy yang membuat Javier ingin tertawa.
"Sudah-sudah Jangan mengatakan apapun, kalau dia melihat Aku berbicara seperti ini dia kira aku sakit bohongan." ucap Javier.
Beberapa saat kemudian Sahara mengikuti Javier yang sedang dipapah oleh Jeremy, sekitar satu jam kemudian akhirnya mereka telah sampai di rumah milik Javier.
"Taruh di kamar bawah saja, Jeremy. tidak usah di atas nanti malah kita naik turun." ucap Sahara.
"Lalu siapa yang akan merawatnya, Nona? sedangkan tidak mungkin kan saya yang harus merawatnya?" tanya Jeremy yang mulai melakukan perintah yang diminta oleh Javier.
"Kalau bukan kamu yang merawatnya Lalu siapa, Jeremy?" tanya Sahara.
"Ya mungkin Nona Sahara, karena anda tahu sendiri kan saya harus memantau perusahaan. Jika saya tidak melakukannya bisa-bisa Tuan Javier akan marah." jawab Jeremy.
"Tidak apa-apa, sebaiknya kau tinggalkan aku saja. aku akan baik-baik saja kau bawa lah Ronald bersamamu aku akan menjaga diriku." ucap Javier yang membuat Sahara nampak menghela nafasnya.
"Kenapa Kamu itu sebagai seorang pria arogan sekali ya, gengsi mu itu terlalu tinggi. Kau kira kau sakit bisa merawat dirimu sendiri, lalu bagaimana kamu minum obat, mencari minuman, membuat makanan untuk dirimu?" tanya Sahara yang terlihat memarahi Javier yang sedang tidak enak badan.
"Kalau kau memarahiku seperti itu bisa-bisa aku bertambah sakit." ucap Javier dengan nada suara yang tidak kuasa.
"Baiklah Nona, Aku akan tidur di salah satu ruang tamu yang biasa aku gunakan." jawab Jeremy.
"Baiklah, aku akan mengompres nya dahulu, kelihatannya kondisinya benar-benar sangat menghawatirkan. lihat saja mukanya seperti muka seorang yang habis kena tabok." canda Sahara yang kemudian mengompres Javier.
Hari itu Sahara benar-benar memberikan perhatian kepada Javier, bahkan dengan sangat tulusnya Sahara merawat dan membuatkan makanan serta mengasuh Ronald.
"Kelihatannya kamu sudah tidak terlalu panas, kemungkinan besar Kamu terlalu capek dan terlalu memaksakan diri." ucap Sahara. Javier terus menatap wanita yang dulu pernah menikah secara perjanjian dengannya.
Selama empat tahun Sahara selalu memberikan ketulusan, namun Javier tidak pernah membalas ketulusan yang diberikan oleh wanita itu. namun yang terlihat sekarang semuanya terbalik, pria itu ingin memutar waktu itu agar dirinya masih bisa bersama dengan Sahara.
"Sebaiknya besok aku bangun pagi, aku ingin pergi ke perusahaan." ucap Javier.
"Apa kau mau ke perusahaan? kau ingin mengantarkan nyawa ke tempat itu?" tanya Sahara dengan kata-kata yang begitu tajam sorot mata dan tatapan Sahara seketika membuat Javier langsung menutup mulutnya.
__ADS_1
"Tentu saja aku harus segera ke perusahaan, karena aku harus menandatangani beberapa perjanjian yang telah disepakati." jawab Javier.
"Apakah kau gila, tubuhmu ini masih lemas. bahkan tubuhmu ini sedikit demam, Apakah kau mau memaksakan hanya untuk mendapatkan kontrak kerjasama itu? lalu Mengapa kau tidak telepon saja partner bisnis mu itu dan mengatakan kalau dirimu sedang sakit." jawab Sahara.
"Kau benar, aku minta padamu untuk menelpon pria itu. karena aku yakin besok pagi dia akan segera ke perusahaan." jawab Javier yang kemudian terlihat menutup matanya.
"Baiklah kalau begitu nanti aku akan menelponnya, segeralah kau beristirahat apa lagi Ronald juga harus beristirahat." ucap Sahara yang meminta Javier untuk segera beristirahat.
"Terima kasih, karena kau mau merawat pria arogan ini dan terima kasih karena kau selalu mencintai Putraku." ucap Javier yang terlihat sedikit menutup matanya. pria itu benar-benar begitu lelah, ketika dirinya sudah berada di sebuah lelap dalam tidurnya terlihat Sahara menatap Javier.
Baru kali ini pria itu mengatakan kata terima kasih, Sahara sudah mengenal Javier selama 5 tahun. tidak pernah sekalipun Javier mengatakan perkataan terima kasih kepada dirinya, namun yang terjadi hari ini malah pria itu berterima kasih padanya karena merawatnya.
Sedangkan dulu selama empat tahun Sahara merawatnya, tidak pernah sekalipun pria itu mengucapkan kata terima kasih sama sekali.
"Ternyata pria ini benar-benar sudah berubah." guman Sahara dalam hati yang kemudian keluar dari kamar Javier. terlihat Sahara sedikit senang dengan semua perubahan yang terjadi pada diri Javier. dulu pria itu selalu membuatnya terluka namun sekarang sedikit demi sedikit Javier sudah berubah.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
__ADS_1
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat