ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAHAGIA ITU INDAH


__ADS_3

Hari demi hari kehidupan Evan semakin membaik bersama Risa di tempatnya, pria itu semakin mengerti bagaimana sosok wanita yang usianya lebih tua darinya 1 tahun tersebut. Devan menatap Risa dengan semua keyakinannya untuk wanita itu. Devan yakin kalau Risa adalah sosok wanita yang bisa membuatnya menjadi wanita yang lebih luar biasa.


Tiga tahun telah berlalu Devan tetap berada di Indonesia, perkebunan yang dipegang oleh Devan semakin besar bahkan perkebunan itu semakin luas. Devan menjadi sosok pria dengan semua ambisinya untuk menjadi pria sukses sama seperti ketiga saudaranya.


"Hari ini kamu mau ke mana? hari ini kan hari ulang tahunmu?" tanya Devan.


"Memangnya kenapa?" tanya balik Risa.


"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat, boleh tidak?" tanya Devan kepada Risa.


"Memangnya kamu mau mengajakku ke mana?" tanya Risa.


"Kita makan di salah satu restoran yang ada di kota, Bagaimana?" tanya Devan.


"Itu terserah padamu, yang penting kamu tidak menyuruhku untuk membayar makanan yang kamu makan." jawab Risa sambil tersenyum.


Risa adalah sosok wanita luar biasa dengan semua keteguhannya dalam menjalani hidup.


"Apa yang kamu inginkan di ulang tahunmu yang ke-24 ini?" tanya Devan.


"Apa ya, Aku hanya ingin sehat. Aku hanya ingin menjadi wanita tegar dan aku harus berusaha untuk menjadi wanita yang baik." jawab Risa.


"Lalu, apa kamu tidak ingin menikah?" tanya Devan.


"Ya tentu saja Aku ingin menikah, wanita mana yang tidak mau menikah. usiaku ini sudah 24 tahun teman-temanku aja sudah mempunyai anak." jawab Risa.


"Bagaimana jika tiba-tiba ada seseorang yang ingin menikahimu? Apakah kamu mau?" tanya Devan.


"Ya Aku tidak boleh langsung mau dong, aku harus lihat dia seperti apa. bagaimana sifatnya, Bagaimana sikapnya, Bagaimana perilakunya, kalau aku mencari suami asal mencari suami itu sudah bisa aku lakukan dari dulu." jawab Risa.


"Lalu, kamu ingin pria Seperti apa?" tanya Devan.


"Aku ingin mempunyai seorang suami.., satu pengertian dua tanggung jawab, sayang pada keluarga dan dia adalah pria yang bisa membawaku ke Jalan agama." jawab Risa.


Devan tersenyum dengan jawaban yang dikatakan oleh Risa, Bagaimana tidak. kata-kata yang diucapkan Risa itu sudah masuk ke dalam kriteria Devan. itu artinya Devan yakin kalau dia akan bisa menikahi Risa walaupun usianya 23 tahun dan Risa 24 namun itu tidak akan menjadi penghalang. apalagi Devan juga sudah membicarakan mengenai keinginannya untuk melamar Risa kepada kedua orang tuanya.


RESTORAN

__ADS_1


setelah berapa menit kemudian akhirnya mereka sudah berada di restoran yang sudah di pesan oleh Devan. terlihat pria itu menatap sebuah kejutan yang akan dia berikan untuk Risa.


"Kamu sudah memesan tempat ini?" tanya Risa.


"tentu saja Hari ini adalah hari spesial untukmu, Aku juga ingin hari ini menjadi hari spesial untukku." jawab Devan yang membuat Risa tersenyum.


Satu tahun yang lalu Devan sudah menyatakan cinta kepada Risa, namun Risa hanya menanggapi santai saja dia takut Devan akan mempermainkannya karena Risa adalah wanita dari kalangan miskin sedangkan Devan adalah seorang putra dari pengusaha Bahkan dia juga adalah pengusaha kaya.


"Oh ya, bagaimana kalau hari ini kita melakukan sesuatu yang spesial?" tanya Devan.


"Apaan sih kamu ini, dari tadi tanya sesuatu yang spesial terus." jawab Risa.


Tak berselang lama saat Risa masuk ke dalam restoran itu tiba-tiba saja lampu yang ada di restoran langsung mati. suara teriakan Selamat ulang tahun juga Mulai terdengar.


"Kamu membuat kejutan seperti ini untukku?" tanya Risa kepada Devan.


"Tentu saja." jawab Devan.


Akhirnya acara ulang tahun pun mulai berjalan, sesaat kemudian Devan mulai mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. sebuah cincin dibuka oleh Devan di depan Risa.


"Apa ini?" tanya Risa.


Tak ada kata yang bisa keluar dari mulut Risa, sesaat kemudian terlihat wanita itu hanya terdiam sembari menatap wajah Devan.


"Kenapa kamu diam saja? kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku?" tanya Devan.


"Masih banyak wanita yang bisa kamu nikahi, kenapa kamu harus memilih aku?" tanya Risa.


Devan tersenyum, sesaat kemudian dia menarik salah satu tangan Risa.


"Apakah aku harus memiliki alasan untuk mencintai seseorang? apakah aku harus mencari alasan untukku bisa bersama wanita yang aku cintai?" tanya Devan yang membuat Risa terdiam.


Tak berselang lama Javier dan Sahara keluar, Mereka terlihat menatap Risa yang benar-benar takut untuk menjawab pertanyaan dari Devan.


"Kenapa? Apakah kamu tidak menyukai Devan, Risa?" tanya Sahara.


"Bukan seperti itu Nyonya, hanya saja saya hanyalah seorang wanita miskin yang tidak patut mengharapkan sesuatu yang lebih dari ini." jawab Risa.

__ADS_1


Sahara tersenyum, sesaat kemudian dia memeluk Risa. "Dulu aku juga sepertimu, Aku adalah wanita yang merantau ke negara orang. berharap mendapatkan kebahagiaan dan berharap mendapatkan cinta dari seorang bocah kecil, sekarang aku benar-benar mendapatkan keluarga. aku mendapatkan orang-orang yang mencintaiku." jawab Sahara.


Devan tidak mengatakan apapun juga, pria itu langsung menarik tangan Risa dan memasukkan cincin itu ke jari Risa.


"Aku akan menunggumu, tapi aku tidak akan melepaskanmu untuk siapapun." Devan yang kemudian menatap kedua orang tuanya.


Waktu terus berjalan, kehidupan Sahara benar-benar diberi kebahagiaan oleh Tuhan Yang maha esa. anak-anaknya kini kembali kepadanya, mereka mendapatkan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Sahara dan Javier benar-benar sangat bersyukur karena keempat anak-anaknya adalah orang-orang yang sangat luar biasa.


Ronald berada di Singapura bersama dengan kedua saudaranya yang lain, sedangkan Devan dia menetap di Indonesia dan sudah menikah dengan Risa. keempat anak-anak Javier dan Sahara sudah mengarungi kehidupan rumah tangga Mereka, terlihat sepasang suami istri itu akhirnya tersenyum begitu bahagia.


"Kamu tahu sayang, Ini adalah kebahagiaan yang selalu aku nantikan." ucap Javier.


"Tentu saja aku sangat bahagia saat melihat anak-anakku bahagia." jawab Sahara.


Tempat yang begitu indah, terlihat Javier dan Sahara tinggal di salah satu tempat yang begitu mereka inginkan. Javier dan Sahara kembali ke London ke tempat yang seharusnya mereka tinggali, kehidupan memberikan arti yang begitu indah. sepasang suami istri itu akhirnya berpisah dengan keempat anaknya, mereka berdua mengarungi kehidupan bersama, menatap rembulan yang muncul di malam hari merasakan dinginnya salju yang turun bahkan merasakan hawa panas yang benar-benar menyengat.


Kata cinta selalu keluar dari mulut Javier untuk Sahara, kata cinta yang tidak akan pernah habis dari mulut Javier.


"Sekarang kita bersama sampai selamanya, peganglah tanganku dan jangan pernah kamu lepaskan." ucap Javier yang duduk di balkon rumahnya bersama Sahara sembari menatap bulan purnama yang bersinar begitu indah.


** TAMAT **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2