
Javier terus memikirkan semua permintaan sang istri yang ingin menemui salah satu putranya. sebagai seorang ayah Javier sangat mengerti dan paham bagaimana perasaan sang istri, akhirnya mau tidak mau Javier mengiyakan permintaan sang istri untuk ke Indonesia. pria itu segera membawa istrinya ke Indonesia dan berpamitan kepada ketiga anak dan menantunya.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
TIN..
TIN..
suara klakson yang terus dibunyikan oleh Javier, pria itu dengan sengaja tidak menelpon Bagus atau orang-orang yang dia percaya. Javier dan Sahara ingin memberikan kejutan kepada putranya tersebut, sepasang suami istri itu menggunakan taksi untuk sampai di tempat itu. orang-orang yang ada di tempat itu seketika keluar karena terus-menerus mendengarkan suara klakson, sedangkan Devan yang dari tadi memeriksa beberapa pembukuan bersama Risa.
"Tentu saja pria itu ikut keluar karena dia berada di ruang tamu.
"Siapa sih berisik sekali, dia punya otak Nggak sih." ucap Devan yang kemudian keluar dari rumahnya. langkah kakinya melihat mobil taksi yang sudah terparkir di luar rumahnya.
"Kamu ini siapa? kenapa dari tadi menekan klakson dengan keras. Kamu ini punya otak Nggak sih?!" seru Devan yang sudah memarahi sopir taksi tersebut.
CEKLEK..
"Dasar anak tidak tahu diri, apa seperti itu mulutmu Kalau bertemu dengan mamimu!!" seru Sahara yang sudah keluar dari mobil.
Suara yang begitu menggelegar dengan caci maki yang keluar membuat Devan seketika terdiam membeku, tatapan matanya menatap seorang wanita yang begitu dia rindukan selama 6 bulan ini.
"Mami!" seru Devan yang kemudian berlari dan memeluk maminya. pria itu langsung menggendong sang Mami dan memutar-mutarkan tubuhnya seperti maminya itu anak kecil.
"Turunkan Mami, Devan!!" teriak Sahara yang tubuhnya diputar oleh putranya.
"Mami, aku sangat rindu sama mami." jawab Devan yang memeluk maminya dengan begitu erat.
"Apakah kamu cuma merindukan mamimu saja, Devan?!" seru Javier yang juga keluar dari mobilnya. tatapan mata Devan menatap papanya yang juga berada di tempatnya.
"Papa." ucap Devan.
"Kelihatannya Putraku ini tidak suka Kalau bertemu dengan papanya?" Javier yang terlihat memancingkan bibirnya ketika melihat raut wajah putranya yang seperti itu.
"Tentu saja aku senang papa dan Mami ke sini, lalu di mana ketiga saudaraku itu?" tanya Devan.
__ADS_1
"Tentu saja mereka masih bekerja, Devan. mereka akan ke sini beberapa minggu lagi." jawab Javier.
"Benarkah? lalu papa dan mami akan tinggal berapa hari di sini?" tanya Devan dengan hati yang begitu bahagia.
"Kamu ini bertanya atau mau mengusir kami berdua? tidak usah tanya berapa hari kami di sini, mau berapa hari mau berapa tahun ini adalah rumahku ya terserah aku dong." jawab Sahara yang kemudian masuk ke rumah tersebut.
Tatapan mata Sahara menatap seorang gadis muda yang mungkin seusia dengan putranya tersebut.
"Halo, Bukankah kamu adalah Risa?" tanya Sahara.
Seketika Risa menganggukkan kepalanya kemudian mencium tangan Sahara. "Iya bu saya Risa, Saya bekerja di tempat ini beberapa bulan yang lalu." jawab Risa.
"Bagus, aku suka sama kamu." jawab Sahara yang kemudian menepuk punggung Risa dan masuk ke dalam rumahnya.
Tatapan mata seorang wanita tua nampak menatap Sahara, wanita tua tersebut kemudian mendekati Sahara dan memeluknya.
"Sudah lama kamu tidak ke sini, Sahara." ucap bibi tua.
"Iya bi, banyak pekerjaan. mungkin kami akan lama tinggal di sini tidak apa-apa kan." ucap Sahara.
seorang miliarder yang telah mengontrak diri Risa untuk 1 tahun ke depan. memang benar keluarga itu adalah keluarga yang begitu kaya raya, bahkan satu kamarnya saja sama seperti setengah dari rumah Risa.
"Semoga kamu betah bekerja di sini ya." ucap Sahara kepada Risa.
"Aku yakin, kamu pasti akan betah di tempat ini." ucap Devan.
"Itu kan dirimu, kalau aku belum tentu betah di tempat ini." jawab Risa.
Saat malam telah menjelang nampak sahara telah datang ke tempat Risa.
"Sudah tidur, Nona Risa?" tanya nyonya Sahara.
"Belum Nyonya, Memangnya ada apa?" tanya Risa kepada Sahara.
"Bolehkah aku duduk di sini?" tanya Sahara kepada Risa.
__ADS_1
"Tentu boleh, Nyonya." jawab Risa.
Nampak sekali Sahara begitu terpukau dengan Risa seorang wanita yang begitu baik.
KEESOKAN HARI..
"Selamat pagi Nyonya!" seru Risa yang baru datang bersama. sedangkan di meja makan itu sudah ada Javier bersama sang istri
"Pagi Nona, Risa." jawab Sahara.
"Selamat pagi mami, papa!" seru Devan yang baru keluar dari kamarnya.
"Selamat pagi tuan, Nyonya." sapa Bagus kepada Sahara dan Javier.
"Pagi, segeralah kalian makan setelah itu aku akan memperkenalkan kalian pada dua pengawal pribadi kami." ucap Javier kepada Devan dan Bagus serta Risa
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat