
"Heh..., ini wanita galak sekali." ucap Devan dalam hati.
"Cepat, lelet banget!" seru Risa.
Devan benar-benar tidak bisa mengatakan apapun, kelihatannya pria itu sudah dipertemukan dengan seorang wanita yang benar-benar membuatnya tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. remaja berusia 19 tahun itu sudah mulai dikendalikan oleh seorang wanita, padahal mereka baru bertemu sehari namun pria itu sudah bertekuk lutut di bawah kendali seorang wanita.
Sekitar 20 atau 30 menit Risa mengajak Devan untuk berkeliling desa, nampak sekali wanita itu benar-benar akan menunjukkan kalau desa tempat tinggalnya itu bukanlah desa jelek seperti yang dia katakan. terlihat Risa benar-benar begitu tidak menyukai kata-kata yang diucapkan pria dari luar negeri tersebut.
"Dasar pria asing kurang ajar, dia ini kan ada turunan darah Indonesia tapi kenapa mulutnya itu ember dan menyebalkan sekali." ucap Risa yang dari tadi tidak terima dengan kata-kata yang diucapkan oleh Devan.
Tatapan mata yang ditunjukkan oleh Devan kepada Risa membuat pria itu jantungnya tiba-tiba berdebar begitu kencang. ada sebuah perasaan yang berkecamuk ada sesuatu yang membuat Devan merasakan sesuatu yang luar biasa.
"Wanita ini benar-benar menakjubkan. kira-kira usianya berapa ya? dia ini adalah wanita yang begitu luar biasa." guman Devan dalam hati yang terus-menerus menatap Risa yang memboncengnya keliling desa.
"Cepat turun!" perintah Risa kepada Devan.
"Memangnya kamu menyuruhku apa?" tanya Devan.
"Kamu kan mau keliling perkebunan bunga, cepat turun jalan sana. lihat bagaimana kondisi bunga sama para pekerjanya." jawab Devan.
"Kamu kok berani banget sih merintah-merintah aku, padahal aku ini adalah majikanmu?" tanya Devan kepada Risa .
"Terserah aku dong, mau aku memerintahmu kek. mau aku apa itu terserah aku, kalau kamu tidak mau diperintah ya tidak apa-apa." jawab Risa.
"Usiamu itu berapa sih? kamu itu kok menyebalkan banget." ucap Devan.
"Tidak usah tanya usia-usia melulu, kamu ini anak kecil menyebalkan. pantas saja kamu dibuang ke sini." sindir Risa yang membuat Devan malah kehilangan seluruh perkataannya.
"Kamu...," ucap Devan.
"Kamu apa? benar kan apa yang kau katakan, apa yang sudah kamu lakukan hingga membuat orang tuamu membuangmu ke sini? pasti kamu melakukan sesuatu yang tidak pantas." ledek Risa yang membuat Devan kembali terdiam. Devan harus pasrah dengan semua kata-kata yang dikeluarkan oleh Risa, karena perkataan yang dikatakan oleh Risa itu seluruhnya benar. wanita itu benar-benar membuat Devan tidak bisa mengatakan apapun.
"Awas ya, lihat saja aku pasti akan membalasmu." ucap Devan.
"Memangnya kamu membalasku? Apa kamu mau berkelahi sama aku, walaupun kamu pria soal berkelahi aku pasti menang." jawab Risa.
Tentu saja dia pasti menang menangkap pencopet dan penjahat seperti itu aja dia sangat mudah, sedangkan Devan dia memang jago bersenang-senang. Tapi kalau soal berkelahi dia tidak bisa dikatakan juaranya dia malah mungkin kembali dengan muka bapak belur.
"Sudah jangan banyak bicara, aku sudah capek aku mau pulang perutku sudah lapar." ucap Devan yang membuat Risa benar-benar harus bersabar untuk meladeni pria yang sekarang menjadi Bosnya itu.
__ADS_1
"Dasar pria sinting, begini aja sudah capek Kamu ini pria apaan sih. laki-laki kok nggak punya kekuatan sama sekali, Kalau jadi pria itu yang gentle gitu loh." Risa yang terus-menerus menggerutu bahkan mencaci maki dengan semua perkataan yang dia keluarkan.
Sedangkan Devan, ya..., pria itu hanya memutar kedua bola matanya jengah Karena dia sudah tidak mampu lagi mengatakan apapun.
Setelah hari itu akhirnya Devan lebih memilih untuk tidak mengatakan apapun atau berusaha untuk melawan Risa. jika dia mencoba melawan wanita itu, mungkin itu tidak menghasilkan apapun.
Hari ini adalah hari pernikahan antara Ronald dan Aliana, Devan tidak bisa pulang ke sana pria itu melakukan video call dengan keluarganya. Javier dan Sahara baru kehilangan anaknya 3 hari, mereka terasa benar-benar begitu merindukan sosok putranya tersebut.
"Maaf ya Kak aku tidak bisa menghadiri pernikahanmu." ucap Devan.
"Apa kamu baik-baik saja? Jaga dirimu baik-baik di sana." minta Ronald.
"Tentu saja kak, aku pasti akan menjaga diriku baik-baik. aku akan menunjukkan kepada papa dan Mami kalau aku adalah pria yang bisa dibanggakan sama seperti Kalian bertiga." jawab Devan yang meneteskan air matanya. dia akhirnya merasakan apa itu kehidupan yang sebenarnya, 3 hari terpisah dari keluarganya membuat Devan benar-benar harus merasakan kehidupan sendiri.
SATU BULAN KEMUDIAN
"Bagus, mulai sekarang ajari wanita itu." pinta Devan kepada Bagus.
"Siap!" seru Bagus.
"Mengapa harus pria ini yang mengajariku Mengapa tidak dirimu?" tanya Risa kepada Devan.
"Huh..dasar pria picik, kemarin saja sikapmu begitu baik. Sekarang malah kebalikannya." sindir Risa.
"Aku itu cuma mau mengajari para wanita yang baik, bahkan para wanita yang lembut juga tutur katanya bisa dibilang wanita sejati." jawab Devan.
"Enak sekali kau mengatakan hal itu, Kau kira aku ini wanita jadi-jadian. Kau kira aku ini bukan wanita sungguhan!" seru Risa.
"Tidak, kau itu bukanlah seorang wanita jadi-jadian, tapi kau adalah seorang wanita preman." jawab Devan.
"Dasar majikan edan!" seru Risa.
"Apa kau bilang, aku majikan edan. lalu kau wanita apa?!" tanya Devan.
"Tentu saja aku wanita baik-baik." jawab Risa yang kemudian duduk di kursi kerjanya.
Pertengkaran yang dilakukan oleh Devan benar-benar membuat hati pria itu begitu berbunga-bunga. apalagi ketika mendengar suara cacian dari Risa yang selalu membuat jantungnya berdebar terus menerus.
"Kalau kau melakukan hal itu, bisa-bisa wanita itu kabur bro." bisik Bagus ditelinga Devan.
__ADS_1
"Dia tidak akan mungkin bisa lari dariku, bahkan kelihatannya Tuhan malah memberikanku jalan yang sangat lebar." jawab Devan.
"Kau tidak bisa seyakin itu bro." ucap Bagus.
"Tentu saja aku sangat yakin." jawab Devan.
"Kalau kau seyakin itu, pastikan wanita itu tidak akan lepas darimu. wanita sehebat dan semenarik dia pasti banyak yang akan meliriknya." ucap Bagus.
"Jika mereka berani melakukan hal itu, jangan salahkan aku." jawab Devan.
"Kelihatannya kau benar-benar jatuh cinta kepada wanita itu." ucap Bagus.
Tak Ada jawaban yang keluar dari mulut Devan, namun dari sorot mata dan senyum yang ditunjukkan oleh Devan.. tentu saja pria itu benar-benar jatuh cinta, jatuh cinta pada pandangan pertama. ketika dia melihat Risa menangkap seorang pencopet.
"Apa yang kau lakukan hari ini?" tanya Bagus.
"Kau pura-pura pergi saja, nanti aku akan mengajarinya. jangan ganggu kami." pinta Devan kepada Bagus.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1