ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
AMARAH JAVIER


__ADS_3

"Hoamm.., Jangan bahas lagi mengenai devan kak, kepalaku sudah pusing aku mau makan setelah itu aku mau menginap di perusahaan ini saja. di gudang nggak papa kok asal aku tidak pulang, aku benar-benar kesal melihat pria itu." Daniel yang dari tadi menggerutu panjang lebar.


"Kamu ini ngomong apa lagi sih, Daniel. lebih baik kita nanti pulang Setelah itu kita tidur dengan tenang di rumah dan Jangan memikirkan apapun." Ronald yang mulai kesel dengan semua yang dilakukan oleh Devan.


Jika benar apa yang dikatakan oleh Daniel itu benar, maka Devan harus berhati-hati karena pria itu akan mendapatkan amarah dari Papa mereka. di perusahaan milik Javier terlihat pria itu sedang mengadakan rapat dengan para pemegang saham, mereka semuanya sangat senang karena perusahaan itu semakin hari semakin berkembang. apalagi ditambah dengan perusahaan yang dipegang oleh Sahara juga berkembang begitu baik.


Sekitar beberapa menit kemudian akhirnya rapat itu sudah selesai, Jeremy nampak mendekati Javier.


"Ada apa Jeremy?" tanya Javier.


"Saya sudah mendapatkan informasi yang Anda inginkan, Tuan." jawab Jeremy.


"Baiklah kalau begitu, Tolong kamu bawa kemari informasi itu." pinta Javier.


Jeremy benar-benar begitu enggan untuk menyerahkan beberapa informasi yang diminta oleh Javier.


Apa yang harus dia katakan dan bagaimana jika Javier mengetahui apa yang dilakukan oleh Devan selama ini.


"Ada apa, Jeremy? cepat kamu berikan informasi itu, aku akan melihatnya." pinta Javier.


Langkah kaki jari terlihat begitu berat dia tahu apa yang akan terjadi, pasti Javier akan marah dan sangat murka ketika dia mengetahui apa yang dilakukan oleh salah satu dari anak kembarnya itu.


"Tuan, Saya minta setelah anda melihat ini semua Anda harus mengontrol emosi anda." pinta Jeremy.


"Memangnya ada apa, Jeremy? cepat berikan semuanya itu aku akan melihat." jawab Javier.


Tangan Jeremy benar-benar begitu susah untuk memberikan apa yang diminta oleh Javier, namun sesaat kemudian mau tidak mau Jeremy harus memberikan bukti-bukti itu kepada Javier.


Tak berselang lama terlihat Javier mulai membaca beberapa berkas tersebut, pria itu melihat beberapa informasi mengenai salah satu putranya tersebut.


"Ada apa denganmu? Kenapa kamu kebingungan seperti itu? memangnya ada informasi apa, apakah kamu menyembunyikan sesuatu?" tanya Javier yang membuat Jeremy. tidak tahu apa yang harus dia lakukan, mungkin ketika Jeremy menyerahkan bukti-bukti itu Javier benar-benar akan sangat murka luar biasa.


Javier terlihat menatap lembaran demi lembaran bahkan beberapa foto yang sudah ada di meja Javier.


"Apa ini maksudnya, Jeremy?" tanya Javier.

__ADS_1


"Saya sudah bilang kan Tuan, mohon tuan untuk mengontrol emosi Tuan." jawab Jeremy.


Mana mungkin ada seorang ayah yang akan bisa menahan emosinya ketika dia melihat apa yang sudah dia lihat. beberapa barang yang dimiliki oleh Javier sekarang sudah berpindah tangan bahkan salah satu barang itu adalah barang yang sangat berharga untuknya dan Sahara. seketika Javier berdiri, pria itu Tentu saja sangat murka luar biasa.


"Aku tidak akan bisa membiarkan hal ini, jeremy. apa ini barang-barang pribadi milikku berpindah tangan? apa ini!!" teriak Javier dengan amarah yang sangat luar biasa.


Hutang di salah satu tempat judi itu membuat Javier tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Ya Tuhan, anak itu benar-benar kurang ajar, dia masih begitu mudah. dia berani mengambil seluruh barang-barang milikku Bahkan dia mempunyai hutang sebanyak ini di rumah judi." Javier yang kemudian bergegas meninggalkan kantornya


"Tuan." Panggil Jeremy.


"Diamlah Jeremy, Aku tidak ingin Putraku semakin terjerumus seperti ini. berani sekali dia melakukan hal ini, dia ternyata mempunyai kebiasaan bersenang-senang dan berjudi dia tidak bisa aku maafkan Javier yang kemudian pergi meninggalkan kantornya." Jeremy tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Dia sudah tidak mampu menutupi kesalahan yang dilakukan oleh Devan.


SATU JAM KEMUDIAN


"Tuan, Anda harus bersabar." pinta Jeremy.


Ronald, Chelsea dan Daniel tidak ada di rumah. mereka sedang melakukan kegiatan mereka masing-masing, sedangkan Devan pria itu ber ongkang-ongkang kaki di rumah bermalasan dan tidak mempunyai pekerjaan sama sekali. Jeremy takut terjadi sesuatu kepada Devan pria itu menelpon Sahara untuk segera kembali ke rumahnya.


Untung saja Sahara berada di sekitar tempatnya, karena dia sedang ada bisnis dengan salah satu pengusaha wanita. Javier yang sudah tidak bisa menahan amarahnya berteriak berulang kali, pria itu nampak tidak muncul juga.


"Devan! Devan!" teriak Javier kembali. pria itu berteriak dengan sangat keras hingga membuat para pekerja yang ada di rumah Javier seketika berkumpul semuanya.


Sekitar beberapa menit kemudian Devan keluar dari salah satu ruangan sembari berjoget, pria itu seperti tidak mempunyai dosa sama sekali. Dia berjalan sembari menggerakkan tubuhnya. tatapan mata Javier menatap salah satu putranya tersebut, matanya sudah merah nafasnya sedikit memburu dengan semua emosi yang begitu luar biasa.


"Ada apa Papa? kenapa Papa berteriak-teriak seperti itu? Apakah ada sesuatu?" tanya Devan dengan nada yang begitu santai. pria itu menatap Papanya dengan wajah yang begitu marah. Devan nampak begitu santai sembari mendekati sang papa.


"Aku sudah bersabar selama ini, Devan. aku sudah bersabar dengan semua kelakuanmu." ucap Javier.


Devan yang melihat dan mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Papanya seketika pria itu tersentak, raut wajah Devan seketika berubah Setelah dia mendengar kata-kata Ayahnya.


"Ada apa Papa? Apakah ada yang terjadi?" tanya Devan.

__ADS_1


BRUKK...


Javier langsung melempar berkas-berkas yang dia dapat dari Jeremy ke wajah putranya, pria itu menatap Devan yang bersikap begitu santai seolah dia tidak melakukan kesalahan apapun.


"Ada apa Pa, Apa ini?" tanya Devan.


"Lihat dan jelaskan kepada Papa apa itu semuanya?" tanya Javier kepada putranya.


"Memangnya ada apa pa?" tanya Devan.


Tak Ada jawaban yang dikeluarkan oleh Javier, pria itu terlihat mencoba untuk menenangkan dirinya. Devan mengambil beberapa berkas yang sudah dilempar Papanya, pria itu menatap foto-foto dirinya yang berada di Kasino dan klub malam. beberapa lembar tagihan hutang atas nama dirinya Devan benar-benar sangat terkejut luar biasa, dia tidak pernah mengira kalau Papanya akan mengetahui hal ini.


"Sekarang jelaskan padaku mengenai semua ini!!" teriak Javier dengan suara yang benar-benar begitu keras hingga membuat para pekerja yang ada di rumah itu mereka benar-benar ketakutan.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


__ADS_2