ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAN.57


__ADS_3

KETAKUTAN


"Sekarang Katakan padaku siapa di antara kalian yang mau mengatakan mengenai ini semua? jika kalian tidak ada yang mau mengatakannya maka jangan salahkan aku jika aku membuat kalian tidak akan bisa keluar dari perusahaan ini." kemarahan Javier mulai tidak bisa dikendalikan. pria itu berdiri dari kursinya kemudian menatap satu persatu orang-orang yang bekerja di bagian keuangan.


"Kalian semuanya memiliki keluarga yang harus kalian pikirkan bagaimana nasib mereka jika aku menangkap kalian." ucap Javier yang membuat orang-orang itu mukanya langsung pucat.


Tak ada kata yang bisa dikeluarkan oleh mereka, namun ancaman keluarga akan membuat mereka tidak bisa melakukan apapun. seorang wanita nampak berjalan maju, dia mengatakan sesuatu kepada Javier mengenai pembelian barang fiktif yang dilakukan seseorang.


"Katakan apa yang harus kamu katakan, jika kamu berani berbohong padaku satu perusahaan ini tidak akan ada yang keluar satupun." ucap Javier yang kemudian duduk kembali. tatapan matanya yang begitu tajam membuat orang-orang itu terasa susah menelan air liur mereka sendiri.


"Kenapa kalian kebingungan seperti itu? cepat katakan apa yang ingin kamu katakan." perintah Javier yang membuat seorang wanita yang mungkin usia sekitar 30 tahun lebih itu akhirnya mengeluarkan suara.


"Manajer operasional perusahaan bagian pakaian membeli sebuah mobil menggunakan uang perusahaan, tuan. saya baru mengetahuinya beberapa minggu yang lalu, saya hendak melaporkan namun dia mengancam akan membunuh Putra Saya." jawab si wanita yang terlihat tertunduk begitu lesu. bahkan wajahnya sudah berwarna putih bukan biru lagi.


"Lalu?" tanya Javier.


"Saya pernah memberikan sebuah surat kepada tuan Javier, namun sayangnya surat itu ditemukan oleh manajer operasional bagian perusahaan pakaian." jawab si wanita yang tubuhnya terlihat gemetar luar biasa.


"Apakah aku bisa mempercayai kata-katamu itu?" tanya Javier.


"Bisa tuan, Saya mempunyai beberapa bukti." jawab si wanita yang kemudian menunjukkan beberapa perbincangan melalui WhatsApp.


Kedua bola mata Javier nampak menatap beberapa bukti yang diberikan oleh si wanita, Dia melihat dan membaca pesan singkat dari salah satu manajer operasional.


"Bisakah aku membawa ponselmu ini?" tanya Javier.


"Silahkan tuan." jawab si wanita yang tubuhnya mulai gemetar.


"Baiklah kalau begitu, adakah yang lain ataukah aku harus membunuh kalian untuk mendapatkan kebenaran dari kalian?" tanya Javier yang membuat orang-orang itu saling menatap satu sama lain.


Mereka benar-benar tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, beberapa diantara mereka memang sudah mengambil uang dan membuat laporan fiktif.

__ADS_1


"Jadi kalian tidak mau mengakui seluruh kesalahan kalian? Baiklah kalau begitu, kalau kalian tidak mau melakukan apa yang aku minta maka kalian harus bersiap-siap untuk masuk penjara. aku tidak akan mengatakan siapa saja tapi ketika polisi sudah berada di sini satu persatu dari kalian akan masuk penjara dan tidak akan pernah keluar seumur hidup." ucap Javier yang terlihat begitu tenang Walaupun dia sangat marah.


Sahara yang ketakutan nampak dia sedikit menghela nafasnya, ketakutan itu ternyata membuat Sahara kebingungan untuk melakukan sesuatu. nyatanya Javier bisa menenangkan dirinya, pria itu terlihat begitu santai untuk menangkap musuh-musuhnya.


Sekitar beberapa menit kemudian Javier mengeluarkan sebuah pistol dari laci mejanya, pistol itu diputar-putar di tangannya.


"Kalian tahu apa ini?" tanya Javier yang membuat orang-orang itu langsung menganggukkan kepalanya.


"Jika kalian tahu ini apa maka kalian harus tahu apa yang akan aku lakukan, jika kalian berani membodohi aku kalian sudah berkhianat padaku, aku tidak akan memberikan kalian maaf sama sekali." ucap Javier yang kemudian menodongkan pistol itu kepada seseorang.


"Pistol ini bisa mengarah kepada seseorang yang sudah menghianatiku, jika kalian tidak percaya aku akan langsung menembaknya." ucap Javier yang membuat orang-orang itu ketakutan.


Mereka sedikit kebingungan antara percaya atau tidak, ada yang mengira kalau Javier tidak akan berani melakukan hal itu. namun jika orang itu sudah mengetahui siapa Javier maka mereka tidak akan bisa mengatakan apapun.


"Baiklah kalau begitu, kalian tidak mau mengatakan apapun. jadi aku mohon maaf untuk itu kalian akan mendapatkan sebuah hadiah karena sudah membuat aku kecewa." ucap Javier.


Langkah kaki seorang pria setengah baya mendekati Javier, pria itu seketika duduk bersimpuh di hadapan Javier dengan semua penyesalan yang ada di hatinya.


"Sudah berapa ratus ribu Dollar atau berapa juta dollar yang kamu habiskan?" tanya Javier yang membuat pria setengah baya itu terlihat kebingungan.


"Terserah kamu akan melakukan apa, aku akan membawamu ke kantor polisi. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup enak-enakan dengan mencuri dariku. Aku disini Baru beberapa bulan kalian sudah membuat aku kehilangan uang sebanyak itu. Baiklah kalau begitu aku mohon maaf kalian harus segera pergi ke jeruji penjara untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah kalian lakukan." Javier yang terlihat berdiri kemudian meminta salah satu anak buahnya untuk menelpon pihak kepolisian.


"Tuan, Maafkan aku Tuan. maafkan kami." ucap si pria tua.


"Aku tidak suka memberikan Maaf, tapi jika kalian bisa mendapatkan Maaf itu masih lebih baik, tapi aku tidak akan memaafkan Siapa saja yang sudah membohongiku. Siapa saja yang sudah menghianatiku." jawab Javier yang kemudian keluar dari kantornya dan mengunci ruangan itu.


Orang-orang yang ada di tempat itu tinggal sembilan orang seorang, wanita yang mengaku tadi sudah dibebaskan oleh Javier. langkah kaki pria itu nampak berjalan ke sebuah ruangan salah satu anak buahnya.


Seorang manajer operasional akan mendapatkan hadiah atas semua yang telah dia lakukan. Javier meminta Jeremy untuk mengambil seluruh aset dari sang manager. Javier tidak akan meninggalkan satu koin pun.


si manajer nampak tertawa begitu bahagia di ruangannya bersama beberapa anak buahnya, pria itu masih belum tahu kalau Javier sudah mendengarkan apa yang dia katakan.

__ADS_1


Bagaimana kalau Tuan Javier mengetahui hal ini?" tanya seorang pria.


"Tenang saja, dia tidak akan tahu. lagi pula aku melakukan ini semua dengan baik, tidak akan ada yang tahu kalau aku sudah menggelapkan dana sekitar 2 juta dolar." jawab si pria yang kemudian tertawa terbahak-bahak.


BRAKK...


suara pintu Si manager langsung di dobrak oleh Javier, pria itu nampak menatap pria setengah baya yang sudah menghianati dirinya.


"Berani sekali kamu menghianatiku, kamu makan dariku kamu membeli pakaian dariku berani sekali kamu menghianatiku." ucap Javier yang kemudian mengambil sebuah kursi dan langsung menghantamkan ke arah pria setengah baya.


"Ampun, Tuan." ucap pria tua setengah baya yang terlihat sangat kebingungan.


"Jangan meminta ampun padaku, aku tidak suka dengan penghianatan." ucap Javier yang kemudian duduk di ruangan itu. kepala yang bersimbah darah nampak terlihat dari si pria.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2