ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB. 37


__ADS_3

Dari hari ke hari Javier terus mendekati Sahara, pria itu berharap Sahara akan memberikannya kesempatan agar dirinya bisa bersama wanita itu. Javier selalu menunjukkan semua perhatiannya kepada Sahara, kata-kata manis terkadang Javier lontarkan agar Sahara bisa merasakan semua perasaannya.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Javier kepada Sahara.


"Tentu saja aku bekerja, apalagi yang aku lakukan." jawab Sahara.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Javier kembali.


"Sudah, aku sudah makan." jawab Sahara.


Javier nampak menatap Sahara dengan tatapan mata yang begitu tergoda dengan mantan istrinya itu, terkadang dia selalu meretuki dirinya sendiri. diberi Wanita luar biasa malah dia menyia-nyiakannya ketika Wanita itu sudah pergi malah sekarang dia seperti seorang pria gila yang mengejar Mantan istrinya itu.


SATU MINGGU KEMUDIAN


"Apa!" seru Sahara yang benar-benar sangat terkejut.


"Iya Nona, sepertinya itu persyaratan dari Tuan Javier." jawab sekertaris Louis yang terlihat memberikan sebuah informasi yang membuat Sahara terkejut bukan kepalang.


Saat mendengar kabar itu dengan segera Sahara menelfon Louis, wanita itu harus mencari tahu mengenai kabar yang sudah dia dengar. sebuah kabar yang akan membuat Sahara benar-benar mengenang masa lalunya bersama dengan Javier.


"Louis, apa yang kamu lakukan!!" seru Sahara.


wanita itu menelfon Louis yang sudah tiga minggu ini masih blm kembali ke Singapore. entah apa yang dilakukan oleh pria itu hingga dalam 3 minggu ini dia tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali


"Ada apa, Sayang? Kenapa kamu menelponku sembari marah-marah seperti itu Apakah ada sesuatu?" tanya Luis yang sangat kebingungan karena Sahara menelponnya dengan kekesalan yang sangat luar biasa.


"Dasar Pria Brengsek, beraninya kau menjual ku kepada pria itu!!" seru Sahara yang tidak terima setelah mengetahui ada sebuah persyaratan yang mengharuskan Sahara untuk menerima kontrak kerjasama yang diberikan oleh Javier.


Sekertaris Javier terlihat menatap Sahara yang benar-benar sangat emosi saat mengetahui kalau Louis menyetujui Sahara pindah menjadi sekertaris Javier untuk persetujuan kontrak kerjasama mereka.


"Maaf Sahara, aku tak bisa melakukan apapun. kau tahu sendiri kan kalau aku terpaksa melakukan hal itu kamu tahu kan seperti apa Javier itu." jawab Louis sembari mencoba untuk menekan emosi Sahara yang sudah mengetahui kalau kontrak kerjasama itu mempunyai persyaratan yang harus dipenuhi oleh Louis.

__ADS_1


"Aku benar-benar membencimu, Louis. Aku benar-benar sangat membencimu, berani sekali kamu menjualku kepada pria itu. seharusnya kamu memberitahu aku terlebih dahulu, ternyata kamu mengkhianatiku dasar pria brengsek. lihat saja aku akan membalas semua yang kamu lakukan!" seru Sahara yang kemudian mematikan ponselnya.


TUT..


"Bagaimana, nona Sahara?" tanya Lola. sekertaris Louis.


"Aku benar-benar membenci Bosmu itu!!" teriak Sahara yang tidak bisa menekan emosinya.


"Sabarlah Sahara, aku akan membantumu untuk menyelesaikan masalah ini." ucap Lola.


"Tidak, setelah ini aku akan mengundurkan diri dari perusahaan ini. aku tidak mau melihat Bosmu yang Brengsek itu. berani sekali dia menjualku kepada Javier!" seru Sahara yang terlihat merasa dikhianati oleh Luis. Apa yang dilakukan oleh melalui Louis membuat Sahara benar-benar tidak bisa menerima penghianatan ini.


"Tenanglah Sahara." pinta Lola.


"Aku tidak bisa tenang, Lola. kamu tahu sendiri kan aku mempunyai masa lalu yang kelam dengan pria itu. Aku tidak ingin berdekatan dengan pria itu namun sayangnya bosmu yang brengsek itu malah menjualku kepada pria itu." ucap Sahara.


Sahara tidak akan tahu siapa Louis sebenarnya, karena sifat Louis yang sebenarnya adalah dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan keberhasilan demi sesuatu yang berharga. dia akan menukar sebuah keberhasilan dengan apapun yang ada di dekatnya. bahkan hari ini juga ternyata Louis menukarkan Sahara dengan tender perusahaan yang bekerjasama dengan Javier.


Seharusnya Sahara berpikir ulang, karena jika dia memikirkan kembali itu akan membuatnya semakin dekat dengan Ronald.


Akhirnya hari itu Sahara pulang dengan raut wajah yang benar-benar sangat kesal. saat malam telah menjelang terlihat Sahara terus menggerutu tidak karuan dengan semua keputusan yang diambil oleh Louis tanpa sepengetahuannya.


"Ada apa, Sahara?" tanya Icha kepada Sahara.


"Aku benar-benar sangat membenci pria itu, pria Brengsek itu berani menjualku kepada pria arogan itu." jawab Sahara.


"Siapa?" tanya Icha kembali.


"Siapa lagi kalau bukan Louis, dia menjualku demi mendapatkan tender dari Javier. dia memberikanku kepada Javier agar dia bisa mendapatkan kontrak kerjasama itu." jawab Sahara dengan kesal.


Icha terus mendengarkan perkataan Sahara, sesaat kemudian wanita itu menepuk punggung temannya tersebut.

__ADS_1


"Hal itu ada baiknya juga sih dan ada bagusnya juga." ucap Icha.


Seketika Kania langsung menatap Icha dengan raut wajah yang benar-benar sangat kesal. "Apa maksudmu, apa yang kau bilang dengan Seharusnya aku senang. Apakah kau tidak ingat bagaimana dia memperlakukanku!" seru Sahara yang kemudian kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh Icha Bagaimana tidak, wanita itu malah menyetujui semua yang dilakukan oleh Louis. bukannya membantu dirinya malah kata-kata yang diucapkan oleh Icha itu bagaikan granat yang dilemparkan di depan wajahnya.


"Mengapa kau harus melihat dia, seharusnya kau mengambil kesempatan ini untuk terus dekat dengan bocah kesayanganmu itu." jawab Icha dengan nada suara yang benar-benar sangat santai.


kata-kata yang diucapkan oleh Icha membuat Sahara yang benar-benar sangat marah seketika dia langsung terdiam.


"Ya ampun, kau benar Icha. Mengapa aku tidak memikirkan hal itu ya. seharusnya aku memikirkan kalau aku menerima kontrak kerja sama itu berarti aku bisa dekat dengan Ronald. kau tahu sendiri kan kalau tidak ada kerjasama ini, Bahkan dia selalu melarangku untuk bertemu dengan Ronald." jawab Sahara sembari menepuk jidatnya. Setelah dia marah-marah tidak karuan setelah itu dia langsung tenang setelah mendengar semua kata-kata yang diucapkan oleh temannya tersebut.


"Kau benar, kau seharusnya menggunakan cara ini dengan sangat baik untuk bersama dengan bocah kesayanganmu itu. katakan syarat darimu Kalau kau mau menjadi sekretaris pria itu asalkan kau boleh dengan bebas bertemu dengan putranya." ucap Icha yang terlihat memberikan beberapa masukan kepada Sahara.


"Hahaha.., kamu benar juga Icha. dengan begitu kan aku bebas untuk bertemu dengan bocah itu, daripada aku terus memohon Lebih baik aku menggunakan persyaratan ini untuk menekan pria itu, bukan?" tanya Sahara yang membuat Icha menunjukkan dua jempolnya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2