ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB.72


__ADS_3

"Selamat siang." Javier yang sudah masuk ke dalam kantor milik Sahara.


"Selamat siang, tuan Guntur." jawab Sahara yang meminta Guntur untuk duduk.


"Apa yang membuat Anda kemari, tuan. karena yang saya tahu kita sudah tidak memiliki kontrak kerjasama. lalu Kenapa Anda masih kemari dan Anda masih mencari perusahaan saya?" tanya Sahara.


"Bisakah kita berbicara formal tanpa membicarakan mengenai pekerjaan?" tanya Guntur kepada Sahara.


"Silahkan." jawab Sahara.


"Apakah kamu ada waktu? aku ingin mengajakmu makan siang di salah satu restoran yang ada di dekat tempat ini." ucap Guntur.


Sahara yang mendengar kata-kata guntur wanita itu sedikit tersenyum.


"Apakah anda ingin mengajak saya keluar, Tuan Guntur?" tanya Sahara.


"Iya, saya ingin mengajak anda untuk makan siang di sekitar Hotel yang tidak jauh dari tempat ini." jawab Guntur.


"Apakah anda tahu, Tuan Guntur. kalau suami saya mendengar hal ini apakah dia masih akan tetap diam atau dia akan mencari anda?" tanya Sahara yang membuat Guntur seketika terdiam.


"Aku kemari hanya ingin mengajakmu." ucap Guntur.


"Tatapan mata Sahara menatap pria yang ada di depannya itu seorang pria yang sudah menorehkan sebuah status yang tidak akan mungkin bisa terlepas. saya tidak bisa makan siang bersama anda, Saya mempunyai banyak pekerjaan. saya tidak ingin pekerjaan saya terbengkalai dengan saya melakukan santai-santai." jawab Sahara.


"Sebagai mantan seorang suami Apakah aku tidak bisa mengajakmu keluar?" tanya Javier yang membuat Sahara seketika terdiam.


"Dengarkan saya baik-baik, tuan. status kita hanyalah sebagai mantan suami istri, anda menikahiku hanya dalam hitungan beberapa jam saja setelah itu Anda menceraikan saya. apa yang harus saya katakan dengan semua pertanyaan anda tadi?" tanya Guntur.


Guntur tidak bisa mengatakan apapun, pria itu hanya bisa menatap Sahara dengan tatapan mata yang begitu kosong dia tidak bisa mengulang kembali masa lalunya, wanita yang ada di depannya itu sudah mempunyai anak dan mempunyai suami. kehidupannya begitu bahagia Bahkan dia memiliki citra sebagai istri yang sangat luar biasa.


"Apakah kamu ingin mengatakan kalau kamu ingin mengusirku?" tanya Guntur kepada Sahara.


"Tentu saja Tuan Guntur, apalagi yang harus saya katakan. garis besar dari perkataan kita adalah tidak seharusnya anda berada di sini Jadi kenapa juga anda tetap berada di sini?" tanya Sahara yang membuat Guntur tidak bisa mengatakan apapun.


Semua yang dia katakan bagaikan guratan masa lalu yang begitu menyakitkan. Sahara tidak akan pernah memaafkan pria itu bagaimanapun caranya, dia tidak akan bisa melupakan bekas luka yang tertoreh.


"Lebih baik anda keluar dari tempat ini, Saya tidak menyukai keberadaan Anda di sini." Sahara yang kemudian meminta Javier untuk keluar dari perusahaannya. Luka itu tidak akan bisa disembuhkan dengan permintaan maaf saja.


"Nyonya." Panggil sekretaris Sahara.


"Ada apa." jawab Sahara.


"Apa Anda sudah mendengar mengenai beberapa gosip mengenai peluncuran brand ternama kita?" tanya sekretaris Sahara.

__ADS_1


"Belum, Nanti aku akan meninjau beberapa tempat yang sudah kita pakai untuk peluncuran barang-barang itu. Oh ya tolong kamu lakukan apa yang Aku perintahkan, kamu jangan pernah menarik apapun dari pasaran perintahkan beberapa staf pemasaran untuk memantau hasil penjualan barang-barang itu." ucap Sahara.


SATU JAM KEMUDIAN


PERUSAHAAN J. GROUP


"Jeremy, Bagaimana kondisi pembangunan yang ada di beberapa negara tersebut?" tanya Javier.


'Semuanya sudah aman, Tuan. Oh ya saya sudah mengamankan beberapa orang itu, Apakah Tuan ingin melihatnya?" tanya Jeremy.


"Biarkan dia di tempat itu, jangan sampai istriku mengetahuinya jika sampai dia mengetahuinya maka akan berbahaya akibatnya." Javier yang terus memperingatkan Jeremy untuk tidak memberitahukan mengenai apapun yang dilakukan oleh pria itu.


Pria kejam kepada orang-orang yang sudah menghianatinya, namun dia adalah pria yang begitu lembut kepada anak dan istrinya. Tak ada kata yang bisa dikatakan oleh Javier, pria itu adalah pria sempurna dan sosok luar biasa untuk menjadi seorang suami dan ayah.


"Tuan, Apa anda tidak ingin mengetahui mengenai kondisi Tuan Louis dan nyonya Lauren?" tanya Jeremy.


"Tentu saja Jeremy, Aku ingin tahu tapi kelihatannya Aku sudah mengetahui mereka berdua. Lauren sudah menjadi gembel yang ada di jalanan, beberapa waktu yang lalu aku pernah bertemu dengannya, dia meminta di jalanan bahkan Wanita itu sangat mengenaskan dengan beberapa pakaian yang sudah tidak beraturan." jawab Javier.


"Apakah anda tidak ingin menolongnya, Tuan?" tanya Jeremy.


"Buat apa menolongnya, Biarkan saja wanita itu seperti itu. wanita tidak tahu diri seperti dia tidak pantas diberikan maaf. Dia adalah wanita yang akan selalu menyakiti orang lain." jawab Javier


Beberapa berkas menumpuk di kantor Javier, terlihat pria itu membaca beberapa laporan keuangan perusahaan.


TOK..


TOK..


TOK..


"Masuk." jawab seorang remaja tampan memasuki tempat tersebut.


Siapa lagi kalau bukan Ronald.


"Papa." Ronald yang sudah masuk ke dalam perusahaan Papanya.


"Ronald, kok sudah pulang Sayang? Katanya tadi kamu bakti sosial, kok sudah ada di sini?" Javier yang sedikit kebingungan.


"Ada sedikit insiden, papa." jawab Ronald.


"Insiden, insiden apa?" tanya Ronald.


"Sebenarnya tadi sekolahku itu belum selesai bakti sosial, karena acaranya masih sampai malam, tapi ada sebuah insiden yang membuat aku kabur dari tempat itu." jawab Javier.

__ADS_1


"Kabur, kabur Kenapa? Apakah ada seseorang yang mencoba untuk menyakitimu atau ada teman-temanmu yang mencoba untuk melakukan sesuatu." seketika aja Javier marah.


"Bukan Papa." jawab Ronald.


"Lalu, ada apa?" tanya Javier.


"Papa bisa minta tolong untuk menelpon polisi atau apapun, sekolahku dimasuki oleh para penjahat mereka mengancam untuk membunuh anak-anak yang ada di sana." jawab Ronald.


"Ayolah Ronald, kamu jangan bercanda Papa masih banyak pekerjaan. Javier yang mengira kalau Ronald sedang bercanda.


"Tidak papa, sekolahku dimasuki oleh ******* mereka mengancam akan membunuh anak-anak itu jika orang tua dari anak-anak itu tidak memberikan uang tebusan." jawab Ronald yang begitu ketakutan.


"Kamu tidak bercanda kan?" tanya Javier.


"Tentu saja tidak apa-apa." jawab Ronald.


Javier yang mendengar perkataan putranya itu seketika dia langsung berdiri, Javier memeriksa tubuh putranya, benar saja di kedua tangan Ronald ada bekas luka yang sedikit panjang.


"Ini luka apa?" tanya Javier.


"Aku melarikan diri dari sekolah tempatku berada, Ayah. aku kabur dari salah satu tempat yang tidak diketahui oleh orang-orang itu tanganku terkena paku yang ada di sana." jawab Ronald yang membuat raut wajah Javier seketika berubah.


"Bagaimana mungkin selama ini aku tidak pernah mendapatkan kejadian seperti ini, jadi sekolah tempat mu sekolah itu sekarang dimasuki oleh para penjahat itu?" tanya Javier.


"Benar Papa." jawab Ronald dengan yakin.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2