
"Besok antarkan aku ke rumah sakit, Aku mau terapi." jawab Javier.
Orang-orang yang berada di rumah Javier sangat terkejut karena sudah 4 tahun lamanya pria itu tidak mau melakukan terapi, kalaupun mau dia akan marah-marah di rumah sakit saat melakukan terapi.
"Oh ya, Sahara. lebih baik aku pulang dulu ya, nanti kalau ada waktu senggang Aku kembali lagi." pamit Samuel.
"Iya." jawab Sahara yang kemudian hendak meninggalkan Javier.
"Kau mau kemana?" tanya Javier.
"Aku harus masak untuk putramu." jawab Sahara.
"Kamu masak apa?" tanya Javier kembali.
"Yang jelas kau tidak akan suka dengan masakan ku." jawab Sahara.
Tak lama kemudian akhirnya Sahara meninggalkan Javier, wanita itu berjalan menuju dapur untuk memasak.
Tak lama kemudian terlihat Ronald sudah keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Sahara. bocah kecil itu selalu saja bermanja kepada Sahara dia tidak peduli kalau wanita itu Bukan mamanya yang penting dia ingin bersama wanita yang sudah merawatnya selama 4 tahun tersebut.
"Mami!!" seru Ronald.
"Eh.. sayangku." jawab Sahara yang kemudian memberikan ciuman hangat kepada Ronald.
"Mami Masak apa?" tanya Ronald.
"Kesukaan putra mami dong." jawab Sahara yang kemudian memperlihatkan sebuah nasi goreng yang diberikan lobster dan udang serta sosis.
"Mami paling hebat!" seru Ronald yang kemudian meminta untuk membawa makanan itu ke ruang tamu tempat Papanya berada.
"Mami, mami suapi aku. setelah menyuapiku suapi Papa ya!" seru Ronald yang membuat Sahara langsung menatap pria yang sedang bersandar di sofa ruang tamu.
"Tapi sayang, Papa kan tidak suka masakan Mami" ucap Sahara.
Terlihat Javier menatap Sahara, terlihat sekali kalau Gadis itu benar-benar sudah mulai menjauh dari Javier. Sahara tidak ingin mempunyai interaksi sama sekali dengan Javier, terasa semuanya seperti beban yang begitu berat. apalagi jika mengingat kata-kata yang diucapkan Javier benar-benar seperti racun yang sangat mematikan.
"Aku akan membiarkan Mamimu untuk menyuapi Papa. jadi kau tidak usah merengek seperti itu." ucap Javier sambil menatap wajah Sahara yang tersenyum begitu cantik. namun sayangnya senyuman itu bukan untuk Javier, terasa senyuman itu penuh kehampaan saat berada di depan Ronald.
DEG..
Entah mengapa tiba-tiba dia merasakan debaran yang begitu aneh kepada wanita yang telah dibayar untuk menjadi Ibu sambung dari Ronald, putranya.
Sahara akhirnya menyuapi ayah dan anak itu, tak ada rasa apapun di hati Sahara untuk Javier. seorang pria yang selalu membuatnya menderita dengan seluruh kata-kata yang diucapkan. tak ada sehari yang dirasakan oleh Sahara tanpa kata-kata yang menyakitkan dari Javier.
__ADS_1
Hari ini memang terasa aneh bagi Sahara karena tiba-tiba Javier mau disuapi olehnya.
"Mami, mami, ambilkan aku makan lagi. aku masih lapar!" seru Ronald yang terlihat merengek terus menerus.
Sahara tersenyum sembari mengelus pipi Ronald, sedangkan Javier terlihat pria itu menatap Sahara yang begitu tulus merawat putranya selama 4 tahun ini. memang benar Sahara mendapatkan gaji setiap bulan dan juga uang dari perjanjian itu.
Namun tidak ada ada rasa menghargai yang ditunjukkan oleh Javier. tentu saja hal itu membuat sedikit demi sedikit Sahara merasa terluka karena kata-kata yang selalu diucapkan oleh Javier.
"Ambilkan aku juga sekalian dengan Ronald, kalau kau tidak menyuapiku mungkin dia akan marah lagi." ucap Javier yang membuat Sahara menatap pria itu.
Langkah kaki Sahara telah pergi dari tempat Javier, sedangkan Ronald bocah 5 tahun itu menatap ayahnya yang tidak pernah mau disuapi oleh Maminya.
"Papa masih lapar ya. Mengapa Papa mau makan lagi?" tanya Ronald.
Tentu saja kata-kata yang dikeluarkan oleh putranya itu membuat rona wajah Javier langsung berubah.
"Memangnya Papa tidak boleh maka?" tanya Javier.
Bocah berusia 5 tahun itu akhirnya menganggukkan kepalanya.
Sesaat kemudian terlihat Sahara sudah kembali dengan tersenyum begitu manis kepada Ronald. bocah 5 tahun itu membalas senyuman yang diberikan oleh Sahara, sedangkan Javier terlihat jantungnya tiba-tiba berdebar tidak menentu.
DEG..
DEG..
"Apakah kau mau aku suapin lagi?" tanya Sahara sembari menyodorkan sendok di depan mulutnya.
Javier menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau aku akan bersedia menerima diperlakukan seperti ini oleh gadis ini." guman Javier dalam hati sambil menatap Sahara.
Sesaat kemudian tiba-tiba Sahara menatap Javier Hal itu membuat pria itu langsung tersedak.
Uhuk..
Uhuk..
"Ada apa denganmu?" tanya Sahara yang kemudian berlari mengambilkan air untuk Javier.
Pria itu menerima gelas yang diberikan oleh Sahara, sedangkan Sahara terlihat wanita itu terus mengusap punggung Javier agar dia tidak terus-menerus tersedak.
"Kau tidak usah terburu-buru seperti itu, kalau kau terburu-buru nanti malah keluar dari hidung loh." ucap Sahara dengan suara yang lumayan lembut. hingga membuat jantung Javier kembali berdebar tidak karuan.
__ADS_1
"Sudah sudah aku akan kembali ke kamar." ucap Javier yang kemudian menggerakkan kursi rodanya. pria itu tidak bisa menahan debaran hati yang begitu kencang hingga membuat dirinya merasakan sesak nafas saat jantungnya berpacu dengan begitu cepat.
"Ada apa ini, kenapa tiba-tiba jantungku berdebar begitu cepat." ucap Javier dalam hati sambil terus mengelus dadanya.
"Kamu bawa ini dulu ya, Mami antarkan Papa naik ke atas dulu." ucap Sahara yang kemudian memberikan piring yang yang berisi masakan kepada Ronald.
Langkah kaki Sahara mendekati Javier.
"Ada apa denganmu, Apakah dadamu sakit?" tanya Sahara yang kemudian berjalan dan berjongkok kepada di depan Javier. hingga membuat pria itu sangat terkejut.
Sahara mengelus dada Javier berulang kali, bukannya jantungnya Itu netral Hal itu membuat debaran jantung Javier Semakin menjadi kencang dan tidak terkendali.
"Sebaiknya kau bawa aku ke kamar, Entah mengapa tiba-tiba tubuhku tidak enak badan." jawab Javier yang mencoba untuk menetralkan debaran jantungnya karena Sahara yang sudah berada di depan wajahnya.
Deg.
Deg..
Deg..
"Dasar jantung sialan, Kenapa kau tiba-tiba berdebar seperti ini. kau pikir ingin membunuhku ya." guman Javier dalam hati sembari terus mengelus dadanya.
Sahara meminta salah satu pembantu yang ada di rumah untuk membawakan air hangat peserta sapu tangan. pria itu akhirnya dibantu Sahara untuk bersandar di kamarnya. Tak lama kemudian salah satu pembantu membawa baskom berisi air hangat dan saputangan.
"Kau mau apa?" tanya Javier kepada Sahara saat wanita itu duduk di sampingnya.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
__ADS_1
-One night stand with mister William