
Javier yang mendengar jawaban dari Jeremy nampak pria itu menatap bawahannya dengan tatapan mata yang begitu menakutkan. kata-kata itu terasa menyayat hati Javier. Entahlah dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan namun sedikit kebohongannya terungkap maka semua rencananya akan gagal.
"Kenapa kamu harus mengatakan hal itu, Jeremy?" tanya Javier.
"Tuan kan tadi bertanya kepadaku, saya menjawabnya seperti apa yang ada di fikiran saya." jawab Jeremy.
DEG..
Javier nampak berusaha untuk menenangkan hatinya. Entahlah tiba-tiba saja perasaannya begitu sakit ketika anak buahnya mengatakan hal itu, jika dia bertemu Sahara terlebih dahulu maka dia akan menikahinya membahagiakannya dan memberikan perhatian yang lebih. kata-kata itu bagaikan pisau yang menancap begitu dalam di jantung Javier.
Katakan saja kalau semuanya seperti api yang keluar dari tanah, begitulah kehidupan Sahara. Hari ini Sahara enggan masuk ke kantor apalagi lagi dia tahu kalau Guntur adalah rekan bisnis baru di perusahaan tempat Sahara.
Seorang pria datang ke rumah Javier, tatapan mata Javier yang baru keluar dari kamarnya itu menatap seorang tamu yang sangat dikenal oleh Javier.
"Kau mau apa ke sini, Samuel?" tanya Javier yang menatap Samuel sudah ada di dalam rumahnya.
"Ke mana Sahara?" tanya Samuel kepada Javier.
"Memangnya ada apa?" tanya Javier balik.
"Kenapa hari ini dia tidak masuk ke perusahaan?" tanya Samuel yang tatapan matanya terus mencari keberadaan Sahara.
"Kau tidak usah mencarinya, dia itu orangku." jawab Javier yang seolah menunjukkan kalau pria itu tidak berhak menanyakan mengenai keberadaan Sahara.
Tatapan mata Samuel terus menatap Javier.
"Istri bayaran maksudmu?" tanya Samuel.
Kata-kata yang di katakan oleh Samuel itu membuat Javier langsung menatap pria itu, tatapan matanya seolah mengisyaratkan dia tidak begitu suka dengan kedatangan Samuel.
"Mau apa kau ke sini!" seru Javier yang terlihat langsung marah ketika pria itu mengatakan istri bayaran.
"Kenapa kamu sangat terkejut seperti itu, apakah kamu mau menanyakan bagaimana aku mengetahui rahasia Sahara!" tanya Samuel yang seolah ingin memastikan agar pria itu marah.
Javier terlihat mengepalkan salah satu tangannya, ingin sekali pria itu segera melempar pria yang ada di depannya itu.
"Bagaimana mungkin wanita itu mengatakan mengenai perjanjianku dengannya, tidak seharusnya dia mengatakan hal itu." guman Javier dalam hati.
Samuel menetap Javier, sorot mata yang ditunjukkan oleh Javier dapat dibaca oleh semua. pria itu sangat marah apalagi Samuel mengatakan mengenai pernikahan perjanjian dan lain sebagainya itu.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Javier.
"Aku tidak menginginkan apapun, Aku hanya ingin bertemu dengan Sahara." jawab Samuel.
"Aku yakin kamu mempunyai pemikiran licik Karena pada dasarnya kamu itu adalah orang licik." Javier yang terlihat menatap Samuel dengan tatapan mata yang begitu tidak suka. bahkan dia sangat tahu bagaimana pria yang ada di depannya itu.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Sahara, bukan bertemu denganmu." jawab Samuel yang kemudian duduk di ruang tamu.
"Ini rumahku bukan rumahnya." ucap Javier.
__ADS_1
Tak lama kemudian terlihat tatapan mata Samuel menetap Sahara yang baru turun dari lantai 2.
"Sahara!" seru Samuel kepada wanita itu.
Langkah kaki wanita itu langsung terhenti saat melihat Samuel sudah berada di rumah Javier.
"Samuel, kamu ngapain kesini?" tanya Sahara kepada Samuel. pria itu tersenyum sembari menatap Sahara.
"Tentu saja aku ingin bertemu denganmu, kata Dokter Shirly kau sedang tidak enak badan." jawab Samuel yang membuat Sahara tersenyum.
"Masuklah!" pinta Sahara yang membuat Javier tidak terlalu menyukai kedatangan Samuel.
Tak lama kemudian terlihat kursi roda yang dibawa oleh Javier menginjak sesuatu hingga membuat pria itu terjungkal dari kursi roda, tatapan mata Sahara melihat Javier yang sedang tersungkur di lantai.
Seketika Sahara berlari, terlihat gadis itu memapah tubuh Javier dan membawanya ke ruang tamu.
"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Sahara dengan begitu lembut. hingga membuat jantung Javier tiba-tiba berdebar tidak karuan.
Padahal mereka sudah bersama selama empat tahun. namun dalam beberapa hari ini tiba-tiba Javier merasakan perasaan yang berbeda.
Javier yang tiba-tiba berakting kakinya terasa sakit dan menjerit.
"Auch.." ucap Javier.
Langkah kaki Sahara terhenti dan membuat Gadis itu kembali melangkahkan kakinya Ke tempat Javier.
"Kakiku kram." jawab Javier.
"Aku akan menelepon Dokter pribadimu." ucap Sahara yang kemudian ingin menelpon Dokter pribadi Javier.
"Jangan, aku tidak perlu Dokter cukup kau ambilkan aku air hangat." jawab Javier.
Sesaat kemudian Sahara meminta salah satu pembantu yang ada di sana untuk mengambilkan air hangat.
"Kau mau ke mana?" tanya Javier yang melihat Sahara akan pergi darinya.
"Kan ada Bibi yang akan merawatmu." jawab Sahara yang hendak pergi.
"Tidak, kau bantu aku!" seru Javier.
Tatapan mata Sahara melihat Javier yang mengerang kesakitan. "Memangnya kau mau aku merawatmu? biasanya kan kau tidak mau ku sentuh." ucap Sahara yang mempertegas situasi.
"Tolong kaki ku sakit." ucap Javier sambil merintih kesakitan hingga membuat Sahara langsung meminta salah satu pembantu itu untuk memindah Javier ke kursi sofa ruang tamu.
Dengan sangat telaten Sahara terus melilit kaki Javier dengan handuk hangat lalu memijatnya. semuanya dilakukan oleh Sahara, terasa wanita itu seperti Seorang Istri yang merawat suaminya. namun tidak pernah sekalipun Javier menganggap semua yang dilakukan oleh Sahara itu berguna untuknya.
"Apakah masih sakit?" tanya Sahara kepada Javier.
Pria itu menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kau diam ya, aku akan melakukan sesuatu. kau tidak boleh menjerit." ucap Sahara kembali.
Tatapan mata Samuel menatap Javier yang berada di sofa.
"Aku yakin pria itu sedang berbohong." ucap Samuel.
"Oh ya Samuel, ada apa?" tanya Sahara kepada Samuel mengenai kedatangannya.
"Katanya kau sakit?" tanya Samuel kepada Sahara.
"Oh itu, aku hari ini ingin istirahat saja aku tidak sakit." jawab Sahara.
"Lalu Mengapa pria itu tidak ke kantor juga?" tanya Samuel.
"Kamu tanyakan sendiri saja pada dia, jangan tanya kepadaku." jawab Sahara yang kemudian memijit kaki Javier.
"Di mana tempat obat itu, akan kau ambil kan." tanya Sahara kepada Samuel.
"Ada di kamar di dalam laci nomor 2." jawab Javier.
"Kau mau kemana?!" seru Javier.
"Aku akan mengambilnya." jawab Sahara.
"Jangan, kau di sini saja biar salah satu pembantuku yang akan mengambilnya." ucap Javier yang kemudian meminta Sahara untuk memijat salah satu kakinya.
"Kenapa kau tidak mau melakukan terapi, kalau kau bisa melakukan terapi itu akan membuatmu cepat sembuh." ucap Sahara yang sedikit kesal.
Entah mengapa saat Sahara mengatakan hal itu, tiba-tiba Javier memiliki semangat untuk melakukan terapi pada kakinya. padahal dalam hati Javier ingin tersenyum karena sebenarnya pria itu sudah bisa berjalan dengan semua kebohongan yang selama ini dia sembunyikan.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1