ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB.23


__ADS_3

Javier membawa sebuah sapu tangan dan baskom, pria itu membersihkan wajah Sahara yang sudah dilempar tanah oleh Ronald.


"Makasih ya bi, mataku nggak bisa terbuka.. habisnya kelilipan." ucap Sahara yang mengira kalau yang memberi air dan baskom adalah pembantu yang ada di rumah itu.


"Kau kira aku ini pembantumu apa." ucap Javier yang membuat Sahara begitu terkejut. wanita itu langsung membuka matanya perlahan-lahan dan simsalabim... ternyata orang yang ada di depannya adalah Javier, tentu saja hal itu membuat Sahara begitu terkejut luar biasa.


"Maaf Tuan, saya kira Bibi yang tadi memberikan ini." jawab Sahara yang terlihat berusaha untuk menarik mundur dirinya dia benar-benar tidak mengira kalau pria itu akan melakukan hal itu padanya.


"Bibi-bibi, Kau kira aku ini pembantu apa. hingga kamu mengatakan hal itu padaku Kamu kira aku ini pembantumu!" seru Javier yang tidak terima kalau dirinya di panggil bibi.


Sahara membersihkan wajahnya, terlihat beberapa kotoran masih berada di wajah Sahara. Javier mengulurkan tangannya sembari membersihkan kepala Sahara yang penuh dengan daun dan tanah.


Betapa terkejutnya Sahara saat Javier melakukan hal itu, tentu saja wanita itu langsung menarik tubuhnya mundur karena dia begitu takut kalau Javier akan mengeluarkan kata-kata kasar padanya lagi.


"Ronald sebentar ya, Mami mau ke kamar mandi dulu!" seru Sahara yang kemudian berlari ke kamar mandi yang ada di dapur. Karena Wanita itu ingin segera membersihkan wajahnya yang terkena tanah dan dedaunan yang dilempar oleh Ronald.


KEESOKAN HARI


Dari hari ke hari perlakuan Javier kepada Sahara benar-benar berbeda, hari ini Javier mengajak Sahara berangkat bersama ke perusahaan. wanita itu tidak mau menerima tawaran dari Javier, karena dia tidak ingin dirinya diturunkan di jalan ataupun dipermainkan Javier.


Javier benar-benar begitu kebingungan, bahkan Sahara menolak semua bantuan yang diberikan oleh dirinya. dia tidak akan pernah mengira kalau Sahara akan melakukan hal itu. dibohongi dipermainkan bahkan wanita itu takut jika tiba-tiba saja kenyataan pahit berada di depan matanya.


Sahara masuk ke kantor sedikit terlambat karena mobil yang dia naiki mengalami pecah ban. Hal itu membuat Sahara harus telat beberapa menit setelah Javier masuk ke dalam kantor.


"Oh bagus pecah ban, pasti ketika aku berada di perusahaan pria itu akan memaki aku akan memarahiku. Bahkan dia akan meneriakiku seperti aku ini orang bodoh." guman Sahara dalam hati yang terlihat berlari kecil menuju perusahaan.


Tatapan mata Javier menatap rangkaian bunga yang ada di meja Sahara, sebuah rangkaian bunga yang bertuliskan kata-kata yang begitu romantis. sebuah tulisan yang melambangkan kata cinta.


"Leticia!" seru Javier kepada salah satu sekretaris yang ada di luar kantornya.


"Iya ada apa, Pak?" tanya leticia.


"Bunga untuk siapa ini?" tanya Javier.


"Tidak tahu pak, tapi bunga itu untuk Nona Sahara." jawab Leticia.


Javier melihat bunga itu, satu ikat bunga mawar dengan kata-kata yang begitu romantis. kata cinta dan rangkaian kata-kata menggoda yang membuat Javier langsung tersulut emosinya.

__ADS_1


Saat Javier mengangkat bunga mawar itu, Kania memasuki kantor. terlihat wanita itu memegang rangkaian bunga mawar yang ada di mejanya.


"Memangnya siapa yang mengirim bunga ini untukmu?" tanya Javier.


Sahara tidak menjawab, tapi wanita itu mengambil bunga beserta kartu yang ada di rangkaian bunga itu. Sahara membaca satu persatu dan kalimat demi kalimat yang ada. Sahara hanya meletakkan rangkaian bunga itu di sembarang tempat tanpa membawanya.


"Siapa yang mengirimnya?" tanya Javier.


"Saya tidak tahu pak." jawab Sahara.


"Kau pasti bohong!" seru Javier kepada Sahara.


"Tentu saja Sahara sedikit marah karena selalu dituduh bohong oleh Javier.


"Kalau saya mengetahui siapa yang yang mengirim nya, pasti saya akan datang ke sana dan meminta pria itu untuk tidak mengirimkan bunga seperti ini." jawab Sahara.


Tak Berapa lama kemudian terlihat salah satu sekretaris Javier memasuki kantornya lagi, beberapa kotak coklat diberikan oleh seorang pria kepada Sahara. namun sekarang berbeda, tertera di sana namanya adalah Guntur.


"Lihatlah, sekarang kau mendapatkan hadiah seperti ini. Kau berani sekali menggoda rekan bisnis ku!" seru Javier.


"Apa lagi yang akan kau lakukan, Tadi bunga sekarang coklat. mungkin besok dia akan memberikanmu rumah atau mobil!" tanya Javier kembali.


Sahara masih tidak menghiraukan perkataan Javier, sesaat kemudian terlihat Javier sangat marah karena Sahara tidak menghiraukan perkataannya.


"Apakah kau habis bertemu dengannya dan menyerahkan tubuhmu?" tanya Javier yang sudah tersulut emosinya. tentu saja kali ini kan ia benar-benar marah karena dituduh telah menjual tubuhnya.


BRAKKK..


"Dengar ya Tuan Javier yang terhormat, saya ini bukan seorang pelacur yang akan menjual tubuh saya. jika saya mau, Mengapa saya tidak menggerogoti harta Anda dan membawa pergi dari anda beberapa bulan yang lalu, anda itu adalah pria lumpuh seorang pria yang tidak bisa melakukan apapun. berjalan hanya menggunakan kursi roda saja dan sekarang menggunakan tongkat. kalau saya seorang wanita seperti itu kenapa aku tidak menghabiskan seluruh kekayaanmu dan menggodamu saja. Lalu kenapa saya harus menggoda mereka?!" seru Sahara yang tidak terima.


Sesaat kemudian terlihat wanita itu langsung keluar dari kantor Javier dan pergi entah ke mana. Javier benar-benar terkejut karena dia bisa melihat kemarahan Sahara benar-benar begitu besar padanya. sebuah kebencian yang telah menyelimuti hati Sahara. bahkan Javier juga bisa melihat kalau tatapan mata Sahara benar-benar tatapan mata yang begitu membencinya.


Javier mencoba menenangkan dirinya.


"Sebentar lagi pasti dia akan kembali." ucap Javier yang kemudian duduk di singgasananya sembari membuka beberapa berkas perusahaan.


Satu sampai 3 jam tetap Sahara belum kembali juga, Hal itu membuat Javier sedikit kebingungan karena Sahara tak kunjung kembali.

__ADS_1


Satu dua jam masih belum ada kabar mengenai Sahara. Javier terlihat sedikit bingung karena wanita itu belum juga pulang dari kantor, memang tadi Javier benar-benar marah karena sebuah kado untuk wanita itu.


"Ada apa Tuan?" tanya Jeremy kepada Javier.


"Kenapa dia belum pulang juga?" tanya Javier balik.


"Saya tidak tahu Tuan." jawab Jeremy.


"Apakah terjadi sesuatu padanya, Jeremy?" tanya Javier.


Tentu saja Jeremy menggelengkan kepalanya, pria itu benar-benar tidak tahu sekarang Sahara ada di mana dan sedang melakukan apa,


"Apa kau ini, dari tadi aku tanya malah menggelengkan kepala terus. Apakah kepalamu itu pusing?" tanya Javier.


Tentu saja Jeremy tetap menggelengkan kepalanya lagi.


Tiga jam kemudian terlihat seorang wanita sudah pulang dengan kondisi yang sedikit mengenaskan. kepalanya diperban serta tangan diperban.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


__ADS_2