ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB.60


__ADS_3

"Aaaaaa!!!"


suara teriakan Sahara ketika melihat Javier sudah berada di atas ranjangnya.


"Kamu ini kenapa sih teriak-teriak seperti itu, pagi-pagi buta begini kok berteriak seperti melihat hantu saja." ucap Javier yang kemudian membuka matanya.


"Kamu lagi ngapain di tempat tidurku?" tanya Sahara.


"Tempat tidurmu kamu ngaco ya, ini itu kamarku." jawab Javier yang masih terlelap.


Seketika pria itu mengambil selimut yang ada di ranjang tersebut.


"Pergi dari sini keluar dari kamarku!!" teriak Sahara dengan kata-kata yang begitu keras.


"Jangan berteriak pagi buta begini, Aku ngantuk aku mau tidur sebentar." jawab Javier yang kemudian menutup telinganya dengan bantal.


"Gila ya, kamu cepat keluar dari kamarku. Sahara kembali.


"Memangnya kenapa sih aku tidak boleh tidur di sini? ini juga rumahku, kamar ini adalah kamar istriku." jawab santai Javier yang membuat Sahara semakin menggila.


Seketika wanita itu mengambil bantal yang dia pakai kemudian memukul kan bantal itu ke tubuh Javier berulang kali.


BUGG...


BUGG..


"Auw.. auw.. auw.., Apaan sih." Javier yang langsung terbangun dari tidurnya.


"Cepat pergi dari sini, cepat!!" seru Sahara.


"Kenapa sih aku harus diusir, ini juga rumahku." Javier yang tidak terima.


"Cepat pergi dari kamarku!!" teriak Sahara dengan suara yang begitu menggelegar.


Javier yang mendengar teriakan sang istri seketika pria itu langsung menarik tangan Sahara hingga membuat wanita itu langsung tersungkur di atas tubuh Javier.


"Seperti ini lebih baik kan?" tanya Javier yang membuat raut wajah Sahara seketika langsung memerah. jantung Sahara berdebar begitu kencang, begitu pula dengan Javier. nafas yang berhembus dan saling menerpa wajah mereka masing-masing, Sahara dan Javier nampak terdiam dengan semua yang terjadi.


Tak ada kata yang terucap dari mulut dua orang itu, sesaat kemudian nampak tangan Javier menyentuh dagu Sahara, perlahan-lahan wajah itu mulai mendekat sebuah ciuman sudah mendarat di bibir mereka berdua. ciuman pagi yang begitu membara, entah apa yang ada di pikiran dua orang itu mereka begitu tenggelam pada ciuman yang terjadi pagi itu.


"Seperti ini lebih baik kan?" tanya Javier yang membuat Sahara langsung terbangun dari khayalan pagi itu.


"Dasar pria Kurang ajar!" bentak Sahara yang kemudian turun dari tubuh Javier dan berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Wanita itu terus menggerutu tidak karuan, dia benar-benar mengomel panjang lebar karena sesuatu yang dilakukan oleh Javier tadi. Javier yang melihat hal itu pria itu hanya bisa tersenyum, wajahnya begitu merona dengan kebahagiaan yang sudah dia rasakan. langkah kaki Javier keluar dari kamar Sahara, pria itu nampak begitu bahagia.


Pintu kamar Sahara terbuka seorang pembantu yang melihat pintu terbuka, Dia mengira kalau itu adalah Sahara. pembantu setengah baya itu menatap Javier keluar dari kamar Sahara, wanita itu nampak benar-benar sangat terkejut bahkan benar-benar kebingungan.


"Siapkan makanan, aku dan Istriku mau makan." ucap Javier yang kemudian berjalan menuju kamarnya. Dia harus segera membersihkan dirinya dan pergi ke perusahaan.


"Tuan Javier keluar dari kamar Nyonya Sahara?" guman si pembantu yang sedikit kebingungan. namun dia juga merasa kalau ada kemajuan pada hubungan kedua orang itu.


Sekitar 30 menit kemudian Sahara dan Javier sudah ada di ruang makan, tatapan mata Sahara menatap Ronald yang sudah ada di tempat tersebut.


"Mami, tadi malam Mami beli makanan banyak banget?" tanya Ronald.


"Iya, tadi malam Mami bungkus makanan banyak banget tapi karena Mami ketiduran Mami jadi lupa untuk mengajak kamu makan." ucap Sahara yang terlihat begitu kelelahan.


"Mami, kemarin Mami makan malam sama Papa ya?" tanya Ronald yang membuat Sahara yang ingin memasukkan makanan ke mulutnya itu langsung terhenti.


"Tidak, kemarin Mami tidak makan malam sama papi. Mami cuma jalan-jalan ke tempat street food." jawab Sahara.


"Kapan-kapan ajak Ronald, Jangan cuma berdua saja kalian berkencan meninggalkan aku." gerutu Ronald yang membuat Javier malah tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh putranya tersebut.


"Tenang saja Ronald, Papa pasti akan mengajak kamu pergi ke tempat itu. lagi pula Mami juga mau jalan-jalan kalau hari Minggu." jawab Javier yang membuat Sahara menatap pria itu.


"Memangnya aku bilang Kapan?" tanya Sahara kepada sang suami.


"Apa Iya aku bilang gitu?" tanya Sahara.


"Dasar kamu itu benar-benar pikun." jawab Javier yang membuat Sahara nampak kebingungan.


"Apa iya, aku bilang gitu." ucap Sahara yang kemudian melanjutkan makan.


"Tuan." Panggil Jeremy yang sudah berada di tempat itu.


"Ada apa, Jeremi?" tanya Javier.


"Tuan, hari ini saya pergi ke kantor agak siang karena saya ingin membeli sesuatu." jawab Jeremy.


"Kamu mau membeli apa, Jeremi?" tanya Sahara.


Terlihat Jeremy tidak bisa mengatakan apa yang ingin dia beli, namun Sahara yang mengatakan sesuatu secara tidak sengaja itu membuat Jeremy malah salah tingkah.


"Kamu mau beli cincin untuk melamar Icha ya ?" tanya Sahara yang membuat Jeremy langsung salah tingkah. bahkan pria itu gelagapan saat menjawab pertanyaan Sahara.


"Apa benar kamu mau membeli cincin?" tanya Javier.

__ADS_1


Jeremy menundukkan kepalanya, wajahnya sedikit malu dengan kata-kata yang diucapkan oleh Sahara dan Javier.


"Pernikahan 2 negara itu kan tidak terlalu sulit, daripada kamu harus kehilangan dia lebih baik kamu mempertahankan dia. belum tentu Jika kamu meninggalkannya kamu akan mendapatkan wanita sebaik dia." ucap Javier yang membuat Sahara menatap takjub kepada suaminya tersebut.


"Wow.., kamu tadi malam habis makan apa? apa habis mendapatkan pencerahan ya?" tanya Sahara yang membuat Jeremy malah ingin tertawa.


"Apa yang salah dari perkataanku?" tanya Javier.


"Ya kelihatan banget lah kalau kata-katamu itu sangat berfaedah, kamu mengatakan sesuatu yang sangat luar biasa." jawab Sahara.


"Kamu akan menikahi wanita itu menurut agamamu atau agama Icha?" tanya Sahara.


"Aku akan masuk agama Icha, Sahara." jawab Jeremy.


"Ya sudah kalau begitu, berarti kamu harus masuk Islam. kamu minta kepada Icha untuk membawamu ke Pak kyai yang ada di Singapura. kemudian kamu akan resmi menjadi orang muslim." ucap Sahara yang kemudian mengambil ponselnya untuk menelpon Icha.


"Kamu mau menelpon Siapa?" tanya Javier mau menelpon Icha." jawab Sahara.


"Oh ya, kamu nanti mengajak Icha pukul berapa? soalnya aku ada keperluan juga sama dia?" tanya Sahara kepada Jeremy.


"Sekitar pukul 09.00." jawab Jeremy.


"Ya memang, kalau kamu pagi-pagi ke toko perhiasan yang enggak bakal dibuka lah." sindir Sahara.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2