ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
APA ARTI KEHIDUPAN


__ADS_3

"Dasar kau teman kurang ajar." bisik Bagus di telinga Devan.


"Biarin, cepat kamu pergi saja. Aku mau berduaan dengannya." ucap Devan.


"Dasar kau pria jual mahal, Kalau Cinta Bilang aja cinta. Nanti kalau dia meminta kembali ke pekerjaannya semula, gimana? apalagi temannya itu sudah dikembalikan oleh ayahmu ke tempatnya." ucap Bagus yang membuat Devan langsung memukul sahabatnya itu.


"Sudah, kamu jangan banyak bicara. cepat kamu pergi." ucap Devan yang membuat Bagus langsung pergi.


Terlihat Risa mencari keberadaan Bagus, karena pria itu seharusnya mengajarinya untuk melakukan pekerjaan sebagai orang kepercayaan Devan. malah yang terlihat pria itu tiba-tiba pergi dari rumahnya.


"Ke mana temanmu itu, katanya dia harus mengajariku?!" seru Risa.


"Dia ada pekerjaan, Memang tugasnya hanya untuk mengajarimu saja?!" gerutu Devan.


"Ya tidak seperti itu kali. dia kan sudah diminta oleh Ayahmu untuk mengajariku. lalu mengapa dia malah pergi?" tanya Risa.


"Aku tidak tahu, kalau kau mau bertanya..tanya saja padanya." jawab Devan kesal bisa-bisa Devan cemburu dengan bagus karena Risa selalu saja membuntuti Bagus padahal bagus dan Risa adalah teman baik.


"Dasar kau pria kurang ajar, Kalau aku tidak sedang bekerja kepada orang tuamu. pasti aku akan memukulmu dan menarik paksa dirimu." ucap Risa.


"Begitukah, beranikah kau melakukannya?" tanya Devan.


"Kenapa aku tidak berani melakukannya?" tanya Risa kembali.


"Kalau kau berani melakukannya, akan aku minta kepada Ayahku agar dia melaporkan mu ke polisi. akan ku bilang kau melakukan penyiksaan padaku, bahkan kau juga ingin melakukan pelecehan kepadaku." ucap Devan yang membuat Risa langsung melotot kepada pria itu.


"Kalau aku mau cari suami akan ku cari suami yang lebih hebat darimu, kau itu hanyalah pria tampan yang menjadi Putra seorang pengusaha kaya. kalau kau itu adalah pria miskin yang mencari kehidupan seperti ku, pasti kau tidak akan mengatakan hal itu." ucap Risa yang membuat Devan nampak tersinggung.


"Kau kira aku hanya memanfaatkan kekayaan Ayahku saja. Aku berusaha sendiri karena kemampuanku bukan karena harta Ayahku!" seru Devan yang terlihat marah.


"Kenapa marah, kalau itu bukan kenyataan Lalu kenapa marah.." ucap Risa yang kemudian duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


"Aku yakin wanita sepertimu tidak akan laku, Bahkan aku yakin kalau kau itu hanyalah seorang wanita yang memanfaatkan status mu sebagai seorang polisi." ucap Devan yang membuat Risa sangat tersinggung.


"Apa maksudmu? apa maksud perkataanmu? Kau kira aku mendapatkan gelar mahasiswa dengan mudah. Aku berjuang, aku mengumpulkan recehan demi recehan, Kau kira aku orang kaya sepertimu yang hanya menuruti Apa kata dari orang tuamu. sekolah bersama dengan teman-temanmu, fasilitas mewah. kau kira aku seperti itu, aku mendapatkan pekerjaan ini dengan susah payah. Aku sekolah di sekolah baguspun dengan susah payah, kau kira kau itu siapa berani menghina aku seperti itu!!" seru Risa yang kemudian keluar dari kantor rumah Devan.


BRAKK..


Terlihat sekali kalau Risa benar-benar sangat tersinggung dengan perkataan yang diucapkan oleh Devan. mungkin perbedaan status mereka sangat tinggi, namun ketika di singgung mengenai pekerjaan..Entah mengapa Risa benar-benar sangat marah. wanita itu marah karena perkataan Devan, seolah Devan mengatakan kalau Risa hanya memanfaatkan wajahnya untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang polisi.


"Apa ini, dia pergi..." ucap Devan yang melihat Risa pergi.


Siapa yang tidak akan kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh Devan, pria itu selalu saja membuat orang lain tersinggung. pria itu selalu membuat orang lain merasa kesal, satu bulan bersama dengan Devan terkadang membuat Risa harus memikirkan Apakah dia harus terus bersama pria itu ataukah dia harus berhenti dengan semua pemikiran yang dia miliki.


"Pria itu benar-benar gila, Dia kira aku ini wanita apaan? dia kira aku ini mempunyai gelar seperti itu dengan mudah, aku ini bekerja keras bahkan aku harus mencari recehan dan recehan agar aku hidup lebih nyaman. Dia kira dia itu siapa, berani sekali dia menghina aku seperti itu." jawab Laura yang tidak terima.


Devan hanya bisa menatap Risa yang sudah pergi dari tempat itu, satu bulan berada di tempat itu membuat Devan benar-benar menjadi sosok pria yang sudah lebih baik. hidup susah dengan semua yang harus dia lakukan. Devan harus berusaha untuk memajukan bisnis teh, kopi dan bunga.


"Tuan Devan." Panggil seorang wanita kepada Devan.


"Tuan Devan, pengiriman bunga ke daerah Jakarta sama beberapa kota yang ada di luar Jawa semakin meningkat. Apakah anda tidak ingin melihatnya?" tanya seorang wanita kepada Devan.


"Kamu cari saja Mbak Risa, nanti dia akan mengurus semuanya. aku masih ada beberapa keperluan." jawab seorang wanita yang mungkin usianya lebih tua dari Devan. wanita itu nampak menatap pria itu dengan tatapan mata yang benar-benar tidak bisa dia katakan. Dia berharap Devan akan memberikan dia perhatian malah nyatanya....,


TUT..


TUT...


terlihat Devan menelpon Risa Namun nyatanya telepon itu tidak dijawab oleh Risa sama sekali.


"Apa mungkin dia masih ngamuk sama aku?" Devan yang kebingungan.


Sesaat kemudian Devan nampak menelepon Risa kembali, wanita itu masih belum mau menjawab panggilan telepon dari Devan. Risa yang berada di salah satu kebun bunga nampak dia menatap hamparan bunga yang begitu banyak.

__ADS_1


"Punya Bos kok menjengkelkan seperti itu, kalau dilihat dari usianya sih lebih tua dia. tapi kata bagus usianya Baru 19 tahun, usiaku kan sudah 20. aku sudah kuliah selama 2 tahun sedangkan dia Mungkin dia itu pria manja yang sukanya menghambur-hamburkan uang tidak suka bekerja. pria tidak tahu diri yang terdampar di negara ini dengan semua pemikirannya yang kecil tersebut." gerutu panjang lebar Risa.


"Apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa ngamuk-ngamuk sendiri di sini?" tanya salah satu pekerja.


"Tentu saja aku ngamuk-ngamuk sendiri gara-gara bosmu itu, dia selalu saja membuat orang lain kesal dia selalu saja membuat orang lain benar-benar ingin marah. dia berbicara seperti seorang musafir, Dia berbicara seperti pria yang berpendidikan tapi dia benar-benar sangat pandai melukai harga diri seorang wanita." jawab Risa.


"Ayolah Risa, kita ini hanyalah seorang pekerja kita akan mendapatkan uang dari bos kita. jika kita berusaha untuk melawan mereka bisa-bisa kita dipecat, kalau kita dipecat kita tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan. kamu tahu kan di tempat kita itu banyak pengangguran, hanya di tempat ini saja yang membutuhkan pekerja." jawab seorang pria.


"Iya, kita memang membutuhkan pekerjaan. tapi kalau mempunyai Bos seperti dia bisa-bisa otakku ini miring seketika." jawab Risa dengan kesal.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


__ADS_2