
Sahara benar-benar terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Javier, terasa hari ini seperti hari yang begitu aneh bagi Sahara.
"Apa telingaku tadi konslet sedikit ya." ucap Sahara yang tidak akan percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh Javier.
Bagaimana tidak pria itu mengungkapkan seluruh isi hatinya, bahkan pria itu mengatakan dengan jelas mengenai perasaan yang dia miliki untuk istrinya tersebut.
"Mami-Mami, kenapa Mami bengong seperti itu?" tanya Ronald kepada Sahara.
"Mungkin Mami kemarin malam kejatuhan sesuatu deh hingga telinga Mami sedikit konslet." jawab Sahara yang kemudian mengucek telinganya.
"Mungkin saja telinganya benar-benar bermasalah karena barusan dia mendengarkan sesuatu yang tidak akan mungkin dikatakan oleh Javier.
"Kenapa telinga mami kongslet? apa Mami kena sesuatu?" tanya Ronald.
"Tentu saja telinga Mami konslet, sayang? bagaimana tidak, Mami mendengar kata-kata yang tidak akan mungkin dikatakan oleh papamu." jawab Sahara.
"Memangnya kenapa Mami?" tanya Ronald terus menerus.
"Itu tadi papamu bilang apa?" tanya Sahara yang membuat Ronal tersenyum.
"Papa bilang kalau Papa cinta sama mami, dia bilang Papa seperti orang gila yang terus-menerus mencari Mami." jawab Ronald sembari tersenyum menatap Sahara.
"Kamu juga dengar Ronald?" tanya Sahara yang masih tidak percaya.
"Tentu saja Mami, telinga Ronald masih baik-baik saja kok." jawab Ronald.
"Berarti tadi Mami telinganya tidak bermasalah ya?" tanya Sahara yang masih bingung.
"Tentu saja Mami telinga Mami masih sehat kok." jawab Ronald yang terlihat menatap Sahara dengan tatapan mata yang begitu bahagia.
"Aku kira telingaku konslet, maka dari itu aku mengatakan hal itu. kalau telingaku tidak konslet berarti kata-katanya itu maksudnya apa?" tanya Sahara.
"Mami-Mami mau aku ceritakan sesuatu nggak?" tanya Ronald.
"Mau cerita apa?" tanya Sahara yang begitu penasaran.
Sebenarnya ketika Mami sudah pergi dari tempat kami, Papa selalu mencari Mami setiap malam.
"Papa tidak pernah tidur dia terus-menerus menelpon anak buahnya untuk mencari keberadaan Mami." jawab Ronald.
"Apakah iya?" tanya Sahara yang tidak percaya.
"Benar Mami, Papa selalu melakukan hal itu setiap hari. Papa itu kerjaannya marah-marah terus, setelah marah-marah melihat foto Mami setelah melihat foto Mami marah-marah lagi Kemudian menelpon anak buahnya." jawab Ronald yang begitu lugu.
__ADS_1
"Tapi, menurut Mami itu tidak mungkin, Ronald. papamu kan selalu jahat sama Mami?" tanya Sahara kepada putranya.
"Benar Mami apa yang Ronald katakan itu benar, bahkan Papa mencari Mami di Indonesia." jawab Ronald.
"Mencari di Indonesia? papamu tahu kalau Mami di Indonesia?" tanya Sahara.
"Iya, tapi waktu cari di Indonesia tidak ketemu Mami, setelah itu Papa frustasi setiap hari kerjaannya ngamuk, setelah itu berteriak keras seperti orang gila." jawab Ronald.
Sahara benar-benar tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh Ronald, tapi tidak mungkin juga putranya itu akan membohonginya.
"Apa kamu yakin Ronald?" tanya Sahara.
"Yakin Mami." jawab Ronald yang kemudian membisikkan sesuatu di telinga Sahara.
"Apa kamu yakin?" tanya Sahara.
"Iya mami, coba mami ke sana dan lihat pasti di sana itu ada foto Mami yang besar banget. mungkin seukuran Mami." jawab Ronald yang membuat Sahara langsung kepo 100 kali.
"Kamu mau ikut Mami nggak? Mami kan nggak tahu di mana tempatnya?" tanya Sahara yang akhirnya mengajak Ronald ke sebuah tempat untuk melihat apa yang dikatakan oleh bocah kecil tersebut..
Di sebuah ruangan Ronald mengajak Sahara masuk, memang ruangan itu selalu terkunci yang bisa membuka kunci itu hanya Ronald dan Javier saja. kunci pintu itu menggunakan sandi, Hal itu membuat Ronald bebas melakukan apa saja.
"Di mana foto yang kamu katakan itu?" tanya Sahara kepada Ronald.
"Benar kan Mami?" tanya Ronald yang membuat Sahara langsung menganggukkan kepalanya.
"Ini kapan buatnya, Ronal?" tanya Sahara.
"Ini foto yang ada di London, mami. Papa mengirimnya pesan ke sini Papa bilang jangan sampai foto ini rusak, jika sampai rusak pengirimnya akan dituntut sama papa." ucap Ronald yang benar-benar membuat Sahara tertawa.
"Pria itu sudah gila ternyata." ucap Sahara yang kemudian mendekati foto dirinya. terlihat foto itu ketika Sahara masih berada di London, masih menjadi pembantu sekaligus pengasuh dan istri tidak diakui.
Ketika mereka berbincang-bincang di ruangan itu Javier tanpa sengaja melihat pintu ruangan itu terbuka, langkah kaki Javier memasuki ruangan itu. pria itu menatap Sahara dan putranya yang sudah melihat foto Sahara berada di ruangan itu, dengan segera Javier langsung berlari untuk menutup foto Sahara.
"Apa, apa yang kalian lakukan di sini?!" seru Javier yang begitu kebingungan. raut wajahnya langsung merah saat Sahara melihat Kalau pria itu adalah pria bucin yang membuat foto dirinya seukuran pemiliknya.
"Kenapa kamu memajang foto ini?" tanya Sahara.
"Itu urusanku, kenapa kamu harus bertanya." jawab Javier.
"Ini kan fotoku, aku berhak dong menuntut." jawab Sahara.
"Menuntut apanya? tidak ada kata menuntut yang jelas ini fotoku. foto orang yang aku sayangi, foto mantan istriku." jawab Javier yang kemudian menutup tirai.
__ADS_1
"Hahaha.., sudah gila kamu." ucap Sahara yang kemudian berjalan hendak keluar dari ruangan itu. ketika pria itu ingin keluar tiba-tiba saja Javier meminta Ronald untuk pergi dari ruangan itu.
"Ronald, bisa tidak kamu keluar dari ruangan ini. Papa mau bicara sama mamimu." perintah Javier yang membuat Ronald langsung menganggukkan kepalanya.
"Oke, papa." jawab Ronald yang kemudian pergi.
"Kenapa harus disuruh pergi?" tanya Sahara.
"Ini urusan orang dewasa, bukan urusan anak-anak." jawab Ronald.
"Urusan orang dewasa apanya, dasar semakin lama kamu itu semakin tidak waras aja." ucap Sahara yang membuat Javier menghela nafasnya sedikit kasar.
"Langkah kaki Sahara ingin keluar dari ruangan itu, namun Javier menggunakan remote control untuk menutup pintu itu. seketika pintu itu tertutup sempurna, Sahara yang melihat hal itu tentu saja dia sangat kebingungan.
"Apa yang kamu lakukan, Kenapa pintunya tidak bisa dibuka?" tanya Sahara yang mencoba untuk mendorong pintu tersebut.
"Percuma saja pintunya tidak akan terbuka, jika tidak menggunakan jariku dan jari Ronald." jawab Javier.
"Sini pinjam jarinya, aku mau keluar aku mau segera pulang." ucap Sahara yang terlihat menarik tangan Javier. kemudian menaruhnya di pintu.
"Ini tanganku, mau aku buka atau tidak Itu terserah padaku. maksa amat sih!" sindir Javier yang membuat Sahara menatap pria itu sembari mendorong tubuh Javier.
"Dasar pria Kurang ajar." Sahara yang mulai marah.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat