ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB.39


__ADS_3

"Apakah kamu mencintai wanita itu? apakah Kau mempunyai perasaan kepada wanita itu?" tanya Lauren kepada Louis.


"Tentu saja tidak Sayang, mengapa aku harus mencintai nya? Mengapa aku harus menyukainya, bahkan wanita bodoh itu tidak sebanding denganmu. walaupun kau sudah mempunyai anak tapi tubuhmu benar-benar sangat menggiurkan!!" jawab Louis yang membuat Lauren benar-benar sangat bahagia.


Semua perkataan yang diucapkan Luis adalah sebuah benang kematian yang akan menjerat siapapun, pria itu membuat Sahara tertipu dengan semua kebaikannya. Di balik semua tipe budayanya Sahara benar-benar tidak tahu siapa Luis sebenarnya.


Dengan sangat teganya Lauren berniat untuk membunuh Javier dan mengambil seluruh hartanya. namun yang terjadi malah Sahara menolong Javier ketika pria itu dalam kondisi sekarat.


"Setelah ini kita akan membuat Javier menyerahkan seluruh harta kekayaannya demi wanita itu. Dengan begitu kita akan bisa mendapatkan kekayaannya dan menguasai seluruh perusahaan pria itu." Lauren dan Louis benar-benar ingin menghancurkan Javier.


Pernikahan yang dilakukan oleh Lauren dan Javier bukanlah pernikahan karena cinta, karena dari awal Lauren selalu menginginkan seluruh harta yang dimiliki oleh Javier. Lauren adalah seorang wanita yang mempunyai begitu banyak pria dia selalu menggunakan para pria itu untuk menjadi tangga yang akan membawanya pada kekayaan.


"Setelah ini kita akan menjadi orang kaya, kita buat kehidupan kita semakin luar biasa." ucap Lauren.


"Tentu saja, sayang. kita akan bersenang-senang dengan semua pencapaian yang sudah kita lakukan. Mari kita buat diri kita bahagia, Mari kita buat diri kita semakin jaya. Mari kita buat diri kita menjadi crazy rich." ucap Louis.


"Rencanamu sangat luar biasa, sayang. dengan memanfaatkan wanita itu kita akan menuju tangga kesuksesan. kita akan buat diri kita menjadi orang yang sangat luar biasa." jawab Lauren yang kemudian mulai memberikan ciuman-ciuman yang begitu nakal kepada Louis.


"Kamu tahu sayang, inilah yang aku suka darimu. kamu selalu memberikan aku kepuasan." bisi Louis yang kemudian mulai membalas ciuman berhasrat yang diberikan oleh Lauren.


Seribu cara telah disusun oleh pasangan gila tersebut, bahkan demi apapun Louis tega menjual Sahara kepada salah satu rekan bisnisnya. Untung saja saat itu Sahara masih terselamatkan karena dia tidak jadi datang ke salah satu hotel tempat dia akan melakukan perjanjian.


Di tempat lain seorang wanita sedang mengotak-atik laptopnya Bersama sang sahabat, apalagi dia juga sudah mendapatkan bantuan dari Jeremy.


TIGA HARI KEMUDIAN


Akhirnya Sahara benar-benar menjadi sekretaris dari Javier, persyaratan yang diajukan oleh Sahara disetujui oleh Javier. apalagi persyaratan itu sangat mudah baginya.


"Jadi kamu tidak akan menghalangiku untuk bertemu Ronald kan?" tanya Sahara.


"Tentu, silakan kamu lakukan apa yang ingin kamu lakukan." jawab Javier.


"Kamu tidak akan membohongiku kan?" tanya Sahara kembali.


"Untuk apa aku harus melakukannya? kamu sudah memenuhi persyaratanku jadi aku akan memenuhi persyaratan mu.' jawab Javier dengan begitu santai. padahal dalam hatinya pria itu ingin bersorak bahagia karena Sahara meminta sebuah syarat yang sudah dia pikirkan.


"Jika sampai kamu membohongiku, pasti aku akan membuatmu mati mengenaskan." ancam Sahara.


"Buat apa kamu melakukan hal itu, aku bukanlah pria pembohong." jawab Javier.

__ADS_1


Akhirnya mulailah Sahara menjadi sekretaris dari Javier. pria itu akan tetap sama atau seluruh sikapnya akan berbeda.


saat siang sudah menjelang terlihat Ronald sudah berada di perusahaan untuk bertemu dengan ibu sambungnya tersebut.


"Papa!" Panggil Ronald yang sudah berada di perusahaan Papanya. bocah kecil itu nampak menatap keberadaan Sahara yang ada di ruangan itu.


"Halo Sayang, kamu sudah pulang ya? duduklah sini papa akan meminta sekretaris Papa untuk memberikanmu makanan." ucap Javier yang terlihat meminta putranya itu untuk meletakkan tas yang dia bawa.


"Apa yang sedang kau lakukan, Sayang?" tanya Sahara yang sudah melihat Ronald memasuki kantor Ayahnya.


"Mama membawa makanan, tidak?" tanya Ronald secara tiba-tiba.


"Tentu Sayang, Mama tadi membawa bekal makanan." jawab Sahara yang kemudian mengeluarkan sekotak makanan yang sudah dia bawa dari rumah. memang Sahara tidak terlalu suka makan di luar, wanita itu lebih suka memasak sendiri. Karena menurutnya itu lebih sehat lebih ekonomis bahkan lebih mengirit.


"Kita makan berdua yuk Ma." pintar Ronald.


"Jangan dulu Sayang, Mama harus bekerja. Setelah Mama bekerja nanti Mama bakal suapi Ronald." jawab Sahara.


Terlihat Javier yang berada di sana nampak pria itu menatap putranya yang bersama dengan Sahara. dalam hati Javier terus berharap agar mantan istrinya itu memberikan dia maaf atas semua yang dia lakukan selama mereka bersama.


"Suapi Ronald dulu, agar dia tidak merengek." pinta Javier yang tiba-tiba sudah berada di samping Sahara.


"Nanti saja, setelah aku menyelesaikan proposal ini." jawab Sahara.


"Apa kamu yakin?" tanya Sahara.


"Tentu saja aku yakin, Masa orang sudah mengatakan hal itu tidak yakin." jawab Javier yang kemudian meminta salah satu sekretarisnya untuk mengambil air mineral untuk Javier, Ronald dan Sahara.


Sahara menyuapi Ronald, bocah berusia 6 tahun itu benar-benar sangat senang ketika bersama Sahara kembali.


"Kau masak apa?" tanya Javier kepada Sahara.


"Aku membuat nasi goreng yang aku kasih daging, sosis, sama sayuran." jawab Sahara.


"Apakah kau membawa dalam porsi banyak?" tanya Javier.


"Iya." jawab Sahara yang menjawab pertanyaan Javier tanpa menatap pria itu.


"Kalau begitu aku mau numpang Makan juga, karena aku tidak sempat keluar untuk mencari makanan." ucap Javier yang membuat Sahara nampak menatap pria itu.

__ADS_1


"Apakah kau yakin?" tanya Sahara.


Karena sebelumnya Javier tidak akan pernah mau makan dalam satu tempat dengan orang lain. namun yang terlihat sekarang malah pria itu meminta makanan milik Sahara.


"Apakah kau yakin?" tanya Sahara kembali.


"Aku sudah lapar tidak ada waktu kau menanyakan hal itu." jawab Javier yang membuat Sahara akhirnya memakan bekal makanannya bersama dengan Javier dan Ronald.


Dengan begitu lahapnya Javier mulai memakan makanan yang dibawa oleh Sahara, kedua bola mata Sahara menatap Javier yang makan dengan begitu lahapnya. bahkan pria itu makan dengan sangat tergesa-gesa.


"Kenapa makanmu seperti itu? kamu belum makan berapa hari?" sindir Sahara yang membuat Javier menggelengkan kepalanya.


"Beberapa hari ini aku tidak enak makan, aku kurang berselera." jawab Javier.


"Mungkin kamu tidak enak badan, cobalah untuk konsultasi kepada dokter kesehatan." saran Sahara.


"Pekerjaanku sangat banyak, aku tidak punya waktu." jawab Javier.


"Kamu ini Jadi orang kok sangat gengsi seperti itu, kalau kamu tidak memeriksakan tubuhmu bisa-bisa kamu itu sakit. kamu itu masih mempunyai tanggung jawab untuk mengurus putramu itu, kalau kamu sakit siapa yang akan merawat dia?" tanya Sahara.


"Ya tentunya kamu lah." jawab enteng Javier yang membuat Sahara melotot sempurna.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2