ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
ADA RASA SUKA


__ADS_3

Mau tidak mau Akhirnya Devan memberikan izin kepada Risa untuk libur selama dua hari, tidak mungkin baginya untuk menghalangi Risa dengan semua urusan pribadi yang dia miliki.


"Ya sudah kalau begitu aku izinkan kamu libur 2 hari tidak lebih dari itu, jika kau izin lebih dari itu maka aku tidak bisa bertanggung jawab." ucap Devan.


Tidak ada jawaban dari Risa, wanita itu langsung pergi meninggalkan Devan dengan semua unek-uneknya tersebut. Bagus menatap bosnya, terlihat pria itu hanya bisa menghela nafasnya dengan begitu kasar. jika memang dia menyukai Risa kenapa juga dia harus seperti pria bodoh yang tidak ingin terlihat egonya.


"Oh ya Bos, kita harus ke pabrik kopi. karena ada sesuatu yang harus bos lihat," ucap Bagus.


"Apa aku tidak bisa libur satu hari juga? aku mau istirahat juga?" tanya Devan.


"Maaf Bos, ada hal yang mendesak." jawab Bagus yang membuat Devan menatap tidak suka kepada pria tersebut.


Dua hari kemudian Risa sudah kembali ke tempat Devan, terlihat wanita itu berada di dapur sedang membantu salah satu pembantu. langkah kaki Devan berjalan ke dapur, tatapan matanya menatap Risa yang sudah berada di sana sembari memasak sesuatu.


"Apakah kamu ingin aku ambilkan makanan?" tanya Risa.


"Boleh." jawab Devan.


"Lalu, makanan apa yang kau sukai?" tanya Risa.


"Apa saja aku sangat menyukainya." jawab Devan yang membuat Risa tersenyum kepada pria itu.


Satu senyuman dari Risa membuat debar jantung Devan serasa tidak bisa terhenti, semakin lama debaran jantung Haikal berpacu semakin cepat. Hal itu membuat Devan seperti sedang lari maraton dengan jantungnya itu.


"Apakah kau bisa memanggilku dengan sebutan lain?" tanya Devan.


"Memangnya saya harus memanggil anda apa, Tuan?" tanya Risa.


"Panggil namaku saja, karena aku lebih menyukai nama itu." jawab Devan.


"Maaf ya tuan, aku tidak bisa melakukan hal itu, aku ini adalah pekerja mu kalau aku memanggil namamu saja bisa-bisa aku dikatakan tidak tahu diri." jawab Risa.


"Kamu memanggilku kamu atau apa, Bisakah Kamu memanggilku dengan panggilan Mas Devan saja?" tanya Devan yang membuat Risa dan orang-orang yang ada di ruangan itu langsung terdiam sembari menatap satu sama lain.


Jalan cerita akan menunjukkan perubahan jalan bagi kehidupan Devan, putra dari seorang pengusaha kaya raya benar-benar telah jatuh cinta kepada Risa.


SATU BULAN KEMUDIAN.


"Risa, Bisakah kita berbicara sebentar?" tanya Bagus kepada Risa.


"Iya, Memangnya ada apa?" tanya Risa yang kemudian mendatangi Bagus.


"Bisakah kita berbicara, dan kau duduklah. tidak mungkin aku berbicara dengan seseorang sambil berdiri." jawab Bagus.

__ADS_1


Risa akhirnya duduk, wanita itu benar-benar memikirkan apa yang akan dibicarakan oleh Bagus.


"Ada apa sih mas Bagus?" tanya Risa kepada Bagus.


"Oh ya, kemarin aku mendapatkan kabar dari tuan Javier, katanya Tuan ingin memindahkan mu untuk memantau di salah satu perkebunan miliknya." ucap Bagus.


"Apa!" seru Devan yang terkejut.


"Pemindahan, Memangnya saya akan di pindah ke mana?" tanya Risa.


Devan yang mendengar hal itu tentu, saja pria itu sangat terkejut. seketika dia berdiri sambil menatap Bagus.


"Ada apa Bagus, Mengapa dia harus dipindah?" tanya Devan yang terlihat begitu tidak menyukai perkataan pria tersebut.


"Ada apa denganmu, bos. Kenapa suaramu begitu tinggi saat berbicara?" tanya Bagus yang binggung.


Terlihat raut wajah Devan benar-benar langsung muram ketika dia mendengar mengenai pemindahan Risa.


"Tuan Javier ingin memindahkan Risa, Memangnya Bos mempunyai pemikiran apa?!" seru Afgan yang benar-benar sangat marah.


"Duduklah sebentar, bos. tidak Bisakah kau mendengar perkataanku sebentar?" tanya Bagus yang membuat Devan menghela nafasnya. pria itu mencoba untuk menenangkan hatinya, karena dia benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya.


"Memangnya saya akan dipindah ke mana, mas?" tanya Risa kepada Bagus.


"Mengapa Ayah harus memindahkannya dan mengapa dia harus dipindahkan ke perkebunan lain?!" seru Devan yang benar-benar lupa kalau Ayahnya mempunyai banyak perkebunan.


"Kenapa bos, Memangnya bos tidak suka kalau Risa di pindahkan di perkebunan yang lain?" tanya Bagus yang membuat Devan langsung menghentikan pembicaraannya.


"Maksudmu?" tanya Devan.


"Ya tidak begitu juga sih, Bos. Kenapa tiba-tiba bos bicaranya seperti itu? Aku kan cuma disuruh oleh Papa Bos untuk memindah Risa ke salah satu perkebunan yang ada di tempat lain. Jadi dia bisa memantau perkebunan itu." jawab Bagus.


"Kamu jangan macam-macam ya, aku akan menelpon papa. kamu jangan berani memindah Risa Apapun yang terjadi." ancam Devan.


Setelah mengatakan hal itu akhirnya Devan menelpon Papanya, dia mencari tahu mengenai Apa yang dilakukan oleh papanya. kenapa tiba-tiba pria itu memindai Risa ke perkebunan yang lain, Devan tahu kalau ayahnya mempunyai dua perkebunan yang ada di satu wilayah cuman berbeda tempat saja.


"Ada apa sih Mas?" tanya Risa kepada Bagus.


"Tuan Javier meminta kamu untuk memantau salah satu perkebunan yang lain." jawab Bagus.


"Lalu apa salahnya?" tanya Risa.


"Ya nggak ada salahnya sih." jawab Devan.

__ADS_1


"Lalu, Kenapa pria itu marah-marah?" tanya Risa.


"Ya nggak tahu." jawab Bagus.


Sekitar beberapa menit kemudian Devan sudah kembali dengan semua pemikirannya.


"Kamu jangan pergi kemana-mana, Mulai sekarang kamu akan ikut aku kemanapun aku pergi. jadi Anggap saja kalau di perusahaan kamu itu sekretarisku." ucap Devan yang membuat Risa dan Bagus saling menatap satu sama lain.


Waktu mulai berjala, Sahara dan Javier yang berada di Singapura nampak mereka terus memikirkan putranya yang berada di Indonesia.


"Sayang, apakah kita tidak bisa melihat Devan? sudah hampir beberapa bulan ini dia berada di Indonesia." ucap Sahara.


"Bagus bilang pria itu sudah banyak perubahan, kamu tenanglah dulu Sayang. nanti kita akan ke Indonesia, lagi pula kata Bagus Devan sudah mampu memikul tanggung jawab perkebunan. usianya sekarang sudah 20 tahun kamu harus ingat Dia adalah seorang pria, dia harus bisa membawa beban berat untuk dirinya dan keluarganya nanti." Javier berusaha untuk menenangkan sang istri. Siapa yang akan bisa tenang kalau dia kehilangan salah satu putranya.


"Bolehkah aku meminta sesuatu sayang?" tanya Sahara.


"Iya apa Sayang." jawab Javier.


"Ayo kita ke Indonesia. Aku ingin melihat Devan, sudah 6 bulan ini dia berada di sana katanya dia mengincar salah satu pekerjaan yang ada di sana." ucap Sahara.


"Apakah kamu tidak menyukai kalau ada seorang wanita yang bisa menaklukan putramu?" tanya Javier.


"Bukan seperti itu, Sayang. Aku hanya ingin melihatnya melakukan panggilan telepon melalui video call, itu tidak membuatku merasa lega Aku sangat merindukannya." jawab Sahara yang terus meminta kepada sang suami untuk pergi ke Indonesia.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2