Istirahat Sebentar

Istirahat Sebentar
Malam Yang Diam-Diam Tanpa Bintang (Part 1)


__ADS_3

Veryn mulai menceritakan kisahnya dengan gadis yang dia rekomendasikan untuk menjadi subjekku itu. Jari-jarinya yang lentik tiada hentinya mengetuk-ngetuk berdetak, sehingga menimbulkan suara di meja makan kami.


“Dia seorang gadis muda berusia sekitar 21 tahun," ujar Veryn.


“Seumuran kita donk?” tanyaku.


“Hmm betul dia anak tunggal dari keluarga yang cukup terpandang di dekat komplek rumahku. Aku pernah melihat dan berbicara dengannya beberapa saat yang lalu, ketika tanpa sengaja bertemu waktu lari pagi di sekitar komplek dekat rumah. Jarak dari rumahku dan dia cuma di sela oleh 4 rumah dan berada pada deretan yang sama.”


Veryn melanjutkan ceritanya sambil menyeruput segelas teh lemon pesanannya.


“Lalu?” lanjut tanyaku.


“Pada saat itu kami sedang istirahat sejenak di taman bunga, dia duluan yang memulai percakapan, orangnya sopan loo Puut, lemah lembut cuman memang agak aneh," kata Veryn.


Dengan tatapan agak keheranan dan bingung waktu menngatakannya. Sungguh ceritanya makin bikin penasaran. “Aneh di mananya Veer?” tanyaku.


Jadin bener banget-banget penasaran. Jadi banyak nanya kayak pembantu baru.


“Iya aneh, masa di tengah-tengah percakapan tentang masalah kampus dia bilang gini.”


 “Indahnya pagi, nahh hidupku ku serahkan diriku seutuhnya padamu, kesadaranku setengah tenggelam di permainan hatimu.”


"Aku heran mengapa di tengah-tengah percakapan tiba-tiba penglihatannya terpaku ke arah sebatang pohon besar, lalu berkata seperti itu. Aku yang keheranan pun bertanya, kamu kenapa?”


Dia pun menjawab, “Ahh engga’ apa-apa ko.”


“Engga’ apa-apa tapi ko’ tiba-tiba omonganmu jadi aneh," ujar Veryn.


“Dijelaskan juga percuma, kamu ga’ akan mengerti apa yang ku jelasin, karena kamu ga’ bisa ngeliat apa yang ku liat dan ngerasain apa yang ku rasa.”


"Pokoknya ribet gitu bahasanya. Aku yang ngerasa sudah gak nyaman dengan obrolannya. Akhirnya putusin untuk pulang duluan dengan alasan mau ngerjain tugas Kode Etik Psikologi. Tapi pada waktu berdiri ada hal yang lebih aneh yang dia bilang," kata Veryn.

__ADS_1


“Apa tuuhh Ver?” tanyaku.


Makin penasaran dengan ceritanya. Makin penasaran juga buat tuhh anak aku jadiin objek penelitianku. Kalo jadi mikir dua kali deh, buat jadiin itu anak objek penelitianku.


“Dia bilang begini," ujar Veryn.


“Kamu mau pulang duluan? tapi hati-hati ada yang nempel di kaki kamu."


“Ahh apaan?”


Aku lihat di kakiku gak ada apa-apa. Cuma ada bibit parises doang. “Mana, gakada apa-apa? ngarang aja kamu," ucap Veryn.


"Dengan nada kesal. Dengan tatapan dan raut wajah kesal aku pun buru-buru jalan pulang ke rumah ninggalin dia yang tersenyum ngeliat ke arahku."


Lalu, Veryn pun mulai menceritakan kisah gadis yang bernama Aini itu dengan amat detail. Ditambah lagi cerita dari ayahnya perihal apa yang terjadi pada keluarga gadis tersebut.


Veryn merasa bingung. Entah kenapa pas dia pulang dari taman bunga dan ngobrol dengan gadis itu. Kaki kanannya pegel dan berat banget. Rasanya kayak terikat dengan beban berat. Awalnya dia mengira cuma pegel-pegel biasa karena waktu lari pagi tadi enggak pemanasan.


Setelah mandi, sarapan, santai-santai di ruang keluarga, tidur dan santai-santai lagi di halaman rumah. Sampai pada malam hari, kakinya masih aja pegel, dan rasa pegelnya itu konsisten. Gak berkurang dan gak juga nambah, dia mulai merasa gak nyaman dengan kondisi ini.


Tiba-tiba ada suara mesin mobil dan bunyi klakson di depan pintu gerbang rumah. Veryn mengintip melalui jendela dan ternyata itu mobil Kakeknya yang baru datang dari Bandung. Walau dengan kaki yang masih ngerasa pegel dan berat aku menghampiri beliau.


Membuka pintu rumah menuju mobil Kakek yang saat itu sudah masuk ke jalan setapak tempat mobil. Karena sebelumnya pintu gerbangnya sudah di buka oleh supir Ayahku yang saat itu sedang melihat kondisi mobil yang mau digunakan untuk kerja besok. Kakeknya pun turun dari mobil, dan Veryn mencium tangannya dan mengucap salam.


Menanyakan kabar dan sesekali bersenda gurau. Kemudian, ada hal aneh lagi-lagi Veryn alamin. Kakeknya menatapnya dengan mata yang keheranan dan menyelidik. Apalagi waktu menatap kaki kanannya.


Saat pintu gerbang ditutup oleh supir Ayahnya. Veryn melihat di belakang Kakeknya ada Aini yang sedang berdiri di seberang jalan depan rumahnya. Mengenakan baju tidur putih dengan rambut yang di ikat rapih ke belakang dan senyuman khasnya yang mencurigakan.


Veryn jadi bertanya-tanya untuk apa dia ada di seberang jalan depan rumahnya malam-malam begini. Sudah sedang mengenakan pakaian tidur lagi. Apa dia mau nginap di rumahku?


Ahh tapi gak mungkin rumahnya aja lebih besar dan mewah dari rumahku, lagian juga dalam rangka apa dia mau nginap di rumahku. Akhirnya mereka bertiga dengan supir Kakeknya berjalan menuju pintu rumah yang masih dalam keadaan terbuka. Karena Veryn, belum menutupnya waktu menghampiri Kakeknya tadi.

__ADS_1


Veryn sambil terus memikirkan untuk apa anak aneh itu ada di situ. Malam-malam, anak gadis bukannya tidur malah keluyuran gitu pake baju tidur. Saat dia kembali menengok ke belakang untuk melihat posisinya dari sela-sela gagang pintu gerbang, ternyata dia sudah gak ada.


Itu membuat Veryn semakin bertanya-tanya. Tapi, sudahlah buat apa terlalu dipikirin gak penting juga menurutnya. Setelah mengucap salam dan di sambut dengan baik oleh Ayah dan Ibunya. Veryn langsung mengantarkan supir Kakeknya menuju kamar tamu.


Untuk menaruh barang-barang bawaan atau tepatnya oleh-oleh kakek buat nenek, yang pada saat itu tidak bisa mendampinginya pergi reuni. Karena kondisi kesehatannya yang kurang baik. Lalu, setelah itu Veryn langsung kembali ke ruang keluarga untuk menonton acara televisi di malam itu. Masih tetap sama, masih dalam kondisi kaki yang berat sebelah.


Dari ruang keluarga Veryn samar-samar mendengar perbincangan Kakek dan Ayahnya. Kakeknya seperti langsung mengajukan beberapa pertanyaan ke Ayahnya. Lalu dijawab dengan sedikit terbata-bata oleh Ayahnya, yang sedikit keheranan. Karena tiba-tiba diajukan pertanyaan, yang bisa dibilang rada aneh.


Secara garis besar, Ayahnya hanya memberitahukan bahwa. Veryn pagi ini habis lari pagi, dan itu memang hampir jadi rutinitasnya di setiap pagi. Apalagi terutama kalo di hari libur.


"Apa di sekitar sini ada pohon besar?” tanya Kakeknya.


Ayah Veryn mengangguk. Menceritakan bahwa di sekitar kompleknya memang ada pohon yang sangat besar. Ada di sekitar taman bunga komplek ini, pohon beringin besar yang sudah berumur sekitar ratusan tahun.


Pohon beringin yang angker. Menurut cerita para sesepuh orang-orang sini. Dulu pohon itu digunakan untuk menggantung para warga pribumi oleh tentara Belanda. Lalu, hal sama juga dilakukan Jepang pada saat mereka menjajah Indonesia.


“Ooh pantas,” sahut Kakek.


“Pantas, maksud Ayah apa? dari tadi Bayu ga’ ngerti pembicaraan Ayah?”


Kakeknya menjelaskan secara singkat. Kemudian memanggilnya ke ruang makan. Dengan kaki yang masih pegal dan berat Veryn menghampiri Ayah dan Kakeknya. Tatapan Kakeknya tidak lepas menaruh perhatian pada kondisi kaki cucunya itu.


“Ada apa, Yah?” tanya Veryn.


“Oh ini Kakek ingin melihat keadaanmu, tapi kaki kamu kenapa sayang, kok jalannya seperti itu, sakit yaa?”


“Veryn juga gak tw nih, sehabis pulang lari pagi tadi tau-tau kaki jadi berat begini,” ucap Veryn.


Sambil meringis. Mijit-mijit kakinya yang sudah terasa amat pegal dan berat. Dia merasa gak ada yang salah sama kakinya. Keseleo enggak, kecenglak juga enggak. Tapi kok pegelnya, gak hilang-hilang.


Beruntung bagi Veryn. Karena malam ini, tubuh Kakeknya yang lelah. Mampir ke rumahnya, untuk sekadar istirahat dan menengok cucu. Akhirnya, Kakeknya menjelaskan. Jika Veryn bukan keseleo, kecenglak atau pun salah urat.

__ADS_1


Jika orang yang cuma melihat dengan mata fisik mana bisa tau, apa yang sedang terjadi dengan kaki kanan Veryn. Kakeknya memperhatikan dengan mata bathinnya. Jika ada anak kecil berlumuran darah dengan kepala tanpa rambut dan mata yang menonjol keluar sedang menempel di kaki kanan Veryn.


Veryn dan Ayahnya terkejut mendengar kata-kata itu dari Kakek. Menanyakan mengapa hal itu bisa terjadi dan bagaimana solusinya.


__ADS_2