Istirahat Sebentar

Istirahat Sebentar
Humorin Lagi Aja


__ADS_3

KAMBING BERENANG


Sabeno baru saja pulang dari rumah sakit. Dia dirawat kurang lebih selama tiga hari akibat kolestrol tinggi. Dokter meresepkan obat untuk dihabiskan, dan berpesan kepada Sabeno agar jangan makan daging kambing dulu.


Bagi Sabeno, itu sama dengan siksaan. Karena dia suka sekali makan daging kambing. Terutama jika diolah menjadi sate atau gulai. Sekali makan sate, dia bisa habis lima belas tusuk sendirian. Bayangannya juga gak dikasih makan.


“Tuhh kan, No. Kamu gak boleh makan kambing dulu untuk beberapa hari!” ucap Abah Nirin, mertuanya. Saat mereka sudah sampai rumah.


“Nahh… kalo begitu saya makan apa donk, Bah?” tanya Sabeno.


“Yaa, makan yang lain aja. Kayak sayur-sayuran,” balas Abah Nirin.


“Tapi saya kan gak suka sayur-sayuran, Bah. Memangnya saya kambing,” ujar Sabeno.


“Yaa sudah. Kamu makan hewan air aja, yang bisa berenang gitu,” ucap Abah Nirin dengan bijak.


Beberapa hari kemudian, di malam hari, sehabis bekerja. Abah Nirin kembali menjenguk kondisi menantu kesayangannya itu. Di rumahnya, dia melihat Sabeno ada di pinggir kolam renangnya. Abah Nirin menghampirinya dan bertanya, “Kamu sedang apa, No? malam-malam gini ada di pinggir kolam renang?”


Dengan sigap Sabeno menjawab, “Siaap… ini Bah, saya lagi ngelatih kambing supaya bisa berenang.”


Ayah mertuanya langsung jatuh pingsan dan kejang-kejang.


MOTOR HILANG


Ada seorang jawara kampung. Badannya gempal kekar dengan kumis melintang. Kemana-mana selalu membawa golok di pinggang. Dia menaiki motor vespanya berjalan pulang menuju rumahnya. Di tengah perjalanan, dia kebelet mau buang air besar.


Akhirnya dia berhenti di tempat restoran cepat saji. Sekedar buang air besar dan minum. Setelah bab dan minum. Dia keluar kembali, hendak melanjutkan perjalanan. Namun alangkah kagetnya dia begitu melihat di parkiran, ternyata motor vespanya sudah raib alias hilang.


Dia marah, dan mengira jika di restoran ini ada sindikat curanmor. Di kembali masuk ke restoran dan membentak semua orang yang ada disana. “Kurang ajar! siapa yang berani-beraninya nyolong motor vespa gue!”

__ADS_1


Seisi restoran diam ketakutan. Mendapati tidak ada yang merespon seruannya. Akhirnya jawara itu membentak lagi. Kali ini dengan disertai ancaman. “Hayyoo, ngaku!! jangan sampai gue ngelakuin apa yang dua bulan lalu gue lakuin di Kemang.”


Tapi tetap saja tidak ada yang merespon. Baik itu pengunjung, pelayan, juru masak, manager cabang, bahkan semut sekalipun. Semuanya diam ketakutan. Tiba-tiba datang tukang parkir mendekati jawara itu dan berbisik di telinganya.


“Bang, motor ente ada di depan musholla. Ente parkirnya gak disini.”


“Hahh… yang bener lu, Tong!” pekik si jawara.


“Ayoo dehh coba abang lihat,” ucap si tukang parkir.


Ternyata benar, si jawara lupa parkir. Dia naro motor vespanya di depan musholla bukan di parkiran restoran. Tukang parkir penasaran, ini babon parkir motor di musholla tapi bab di restoran. Katanya si biar sekalian ngadem.


Ada satu hal lagi yang bikin si tukang parkir penasaran dan dia langung tanyakan ke si jawara. “Memangnya yang waktu di Kemang dulu. Abang lakuin apa, Bang?”


“Gue terpaksa pulang jalan kaki, sampe keram betis gue,” jawab si jawara.


GOAL TANGAN TUHAN


Akhirnya, sebuah ide licik nan jahat. Tercetus dari akal pikirannya yang membutuhkan uang. Berhubung masih dalam euphoria keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia, Qatar 2022. Dia berencana membeli beberapa bola plastik.


Bola plastik itu dia lubangi di bagian tertentu. Lalu dia isi dengan semen cepat kering. Jadilah bola itu bola batu yang keras, yang bakalan sakit kalo ditendang. Lalu bola-bola batu itu, di taruh di dekat area rumah sakitnya.


Tapi tidak asal taruh. Dia memilih tempat-tempat yang strategis, di mana hati seseorang sedang sedih atau sedang senang. Sehingga ingin melampiaskannya pada sesuatu. Akhirnya, dia tengah malam dan pagi dini hari.


Dia menaruh bola-bola itu di depan café, di trotoar, di pinggir lapangan futsal, di dekat masjid, di dekat pasar, di dekat bar dan di dekat hotel. Pokoknya jangan sampai deket dari rumah sakit. Ok, semua umpan sudah disebar. Kini tinggal menunggu besok pagi untuk melihat hasil tangkapannya.


Pagi pun menyapa. Si dokter menuju rumah sakit dengan wajah semringah. Benar saja, di ruang tunggu rumah sakitnya sudah ada banyak orang yang mengantri. Setelah beres-beres, dia pun siap untuk beraksi.


Pasien pertama masuk. “Keluhannya apa?” tanya dokter.

__ADS_1


“Anu Dok, kaki saya memar. Ada orang iseng yang naruh bola batu di depan bar. Saya yang masih sedih karena Prancis kalah, butuh pelampiasan. Maka dari itu saya tendang itu bola dengan gaya penalty dari Mbappe,” ucap si pasien.


Dokter pun mengobati keluhannya dan memberikannya resep kepada pasien pertama. Lalu lanjut pasien kedua. Seperti biasa, dokter bertanya apa keluhannya.


“Kaki kiri saya keseleo Dok. Waktu abis pulang dari rumah pacar. Saya lihat ada bola nganggur. Saya coba praktekin dehh tuuh tendangan jarak jauhnya Lionel Messi. Saya tendang sekuat-kuatnya itu bola yang ada di trotoar, karena mumpung sepi. Pas sayatendang ternyata itu bola isinya semen kering. Dasar jahannam itu yang naro!” pekik si pasien kedua.


Dokter pun mengobati keluhannya dan memberikannya resep kepada pasien kedua. Lalu lanjut pasien ketiga, keempat dan kelima. Ketika pasien yang keenam masuk, si Dokter heran. Kok ini orang yang bengkak tangannya, bukan kakinya.


“Tangan anda kenapa Pak?” tanya dokter.


“Ini Pak Dokter, kemarin ada bola di pinggir jalan. Terus saya praktekin goal tangan Tuhan dari Maradona. Ehh, gak taunya itu bola keras banget kayak batu,” jawab si pasien.


Si dokter berpikir, untung aja gak ada goal sundulan Tuhan. Karena kalo ada, ini pasien pasti sudah almarhum.


KACANG MAHAL


Badha dan Fatih diajak Jacky ke rumah gebetannya. Jacky masih malu-malu kalo kerumah gebetannya yang bernama Vania. Sesampai dirumah Vania, mereka bertiga disambut oleh kakeknya Vania.


Mereka semua disediakan minum dan diajak mengobrol dengan ramah. Si kakek mengeluarkan setoples kacang untuk mereka bertiga. “Kalo yang mau bisa langsung ambil sendiri aja yaa,” ucapnya. Lalu si kakek pergi ke belakang.


Fatih yang melihat itu seperti kacang mahal dan enak, tanpa buang waktu langsung membuka toples dan mengambilnya. “Waah… kacangnya enak banget, Kek. Pasti kacang mahal ini mahh,” ucapnya.


Belum selesai Fatih mengunyah. Disusul oleh Jacky dan Badha yang menyerobot kacang-kacang dalam toples itu.


“Aihh, iyya. Beneran enak ini kacang,” ucap Badha.


Kemudian muncul Vania yang terkejut dengan tingkah ketiga pemuda ini. Vania bertanya, “Kalian pada makanin apaan?”


“Ini Van, kacang dari kakek lu. Sumpah enak banget,” ucap Jacky.

__ADS_1


“Hahh, kacang…!?” seru Vania. “Ihh itu mahh kacang lepehan kakek gue. Kakek gue tuhh suka banget coklat, tapi gak suka sama kacangnya karena keras.”


Sontak ketiga pemuda itu langsung muntah diruang tamu.


__ADS_2