
KEPRIBADIAN
Sahabat Maghribi, hari ini kita akan membahas sedikit tentang. Ke-Pri-Ba-Dian, karena author adalah anak psikologi. Maka kita akan lihat dari sudut pandang psikologi. Dilihat dari sudut pandang psikologi.
Kepribadian adalah studi empiris yang sangat kompleks dan terus berkembang. Dalam bahasa Inggris, kepribadian disebut personality. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani 'persona', yang berarti topeng.
Istilah ini lalu diadopsi oleh orang-orang Romawi dan mendapatkan konotasi baru yaitu: ‘sebagaimana seseorang nampak atau terlihat dihadapan orang lain’. Konotasi ini seakan-akan menunjukkan bahwa kepribadian bukanlah diri orang tersebut yang sebenarnya. Atau kalau bahasa galaunya dibilang, ‘topeng’.
Yaa, kepribadian seseorang memang sulit untuk dibaca dan diukur. Dikarenakan salah satu sifat dari kepribadian itu sendiri yang dinamis atau berubah-berubah. Apalagi kalau kita hanya sekilas mengenal dan dekat dengan seseorang.
Misalnya orang yang terlihat kuat dan tegar dari luar. Belum tentu dalam dirinya juga seperti itu, malah setelah dekat dan bisa memahaminya. Bisa jadi dia seorang yang sensitife dan baperan. Lau ada pula yang justru kebalikannya.
Orang yang terlihat lemah, layu, letoy dan sensitife. Justru adsalah orang yang kuat, pantang menyerah dan terkadang licik menghalalkan berbagai cara. Oleh karena itu sebenarnya yang dapat di ukur adalah bukan dari sisi kepribadian seseorang.
Tapi atribut yang melekat pada seseorang yang berkaitan dengan sifatnya seperti perilaku (rajin, pemalas, tekun, penyabar, pemarah, dll) dan bakat. Kepribadian seseorang berkembang sebagai respon dari emapt tegangan pokok.
Yaitu proses pertumbuhan fisioligis, frustasi, konflik dan ancaman. Dari ketegangan-ketegangan inilah sesorang terpaksa mempelajari cara-cara baru untuk mereduksi atau mengurangi ketegangan tersebut, sehingga terbentuklah suatu perkembangan kepribadian.
Pada kesempatan ini author cuma iseng ingin berbagi tentang teori kepribadian dari Pendekatan Tipologis dan “Trait”. Karena siapa tahu bermanfaat untuk sahabat, atau siapa tau juga. Dari ciri-ciri yang nanti author jelaskan.
Ada yang mewakili diri sahabat, teman, orang tua, saudara atau mungkin juga seseorang yang sedang sahabat dambakan. Bisa dibilang orang yang sedang sahabat incar, gebetan, pacar atau bisa juga selingkuhan, hehehehe.
__ADS_1
Pendekatan tipologis dan “trait” terhadap kepribadian berusaha memisahkan dan memberikan sifat dasar individu yang mengarahkan perilaku. Sehingga bisa dikelompokkan dalam klasifikasi tertentu.
Pendekatan ini memusatkan diri pada kepribadian umum dan lebih banyak berkaitan dengan pendeskripsian kepribadian dan meramalkan perilaku, tetapi kurang memperhatikan segi proses serta perkembangannya.
Pendekatan tipologis pernah dilakukan oleh Hipocrates (460-377 SM), seorang Bapak Ilmu Kedokteran pada abad IV SM. Ia mendasarkan tipologinya pada cairan-cairan tubuh yang mempengaruhi tempramen seseorang.
Ia membagi kepribadian menjadi empat tipe menurut nama cairan yang mempengaruhinya, dan ciri-ciri singkat dari kepribadian orang-orangnya, yaitu. Melankolik dipengaruhi oleh empedu hitam, ciri-ciri orangnya murung dan depresif.
Sanguinisdipengaruhi oleh darah, ciri-ciri orangnya gembira dan optimistik. Kholerik dipengaruhi oleh empedu kuning, ciri-ciri orangnya mudah marah. Terkahir phlegmatik dipengaruhi oleh cairan lendir, ciri-ciri orangnya. Tenang, lamban dan tidak mudah dirangsang.
Pada tahun 1935 seorang ahli bernama Kretchmer mengemukakan teori kepribadian yang didasarkan pada bentuk tubuh seseorang. Nahh, ini bisa kita lihat sambil bercermin nihh sahabat. Tapi kurang bisa dijadikan patokan.
Karena zaman sekarang, untuk bentuk tubuh itu gampang ‘diracik’. Contoh sederhananya, orang yang kurus, dia fitness bisa jadi gemuk atau kekar. Orang yang kendor, karena olahraga. Bisa jadi kencang dan percaya diri.
Ini bener juga sii, karena temen-temen author yang gemuk dan bulat itu. Biasanya pada supel dan mudah bergaul, namun rada baper. Sedangkan orang-orang yang tinggi kurus digolongkan sebagai Ectomorph.
Yaitu orang yang sangat serius, senang menyendiri, selalu menjaga jarak dengan orang lain dan amat perasa. Sumpah, ini author banget, hehehe. Kemudian orang-orang yang berbadan tegap dan atletis digolongkan sebagai Mesomorph orang yang agak cerewet, agresif dan sangat aktif secara fisik.
Selain itu, ada pendekatan yang lainnya. Pendekatan tipologis yang saat ini banyak digunakan adalah tipologi Introvert-Ekstrovert yang mula-mula dikembangkan oleh Carl Guztav Jung.
Lalu dilanjutkan oleh H.J. Eyesenck. Jung mengatakan bahwa kepribadian manusia dapat dibagi menjadi dua. Kecenderungan extrim berdasarkan reaksi individu terhadap pengalamannya. Pada kutub extrim pertama adalah kecenderungan introversi atau introvert.
__ADS_1
Yaitu menarik diri dan tenggelam dalam pengalaman-pengalaman batinnya sendiri. Orang yang mempunyai kecenderungan ini biasanya tertutup, tidak terlalu memperhatikan orang lain dan agak pendiam.
Orang introvert juga lebih rentan terkena penyakit jiwa, yang disebabkan orang introvert mempunyai daya tamping atau daya tahan terhadap rasa stress yang sangat besar. Namun jika terlalu lama dipendam bisa menumpuk dan menyebabkan gangguan jiwa.
Bahaya juga yaa sahabat. Makanya kalo ada apa-apa mending jangan dipendam. Mending dicurhatin aja ke orang-orang terdekat. Atau bisa juga lewat tulisan dan hasil karya. Semoga kalian bisa yaa sahabat.
Kutub extrim yang lain adalah extraversi atau extrovert yaitu membuka diri dalam kontak dengan orang-orang, peristiwa-peristiwa dan benda-benda di sekitarnya. Orang extrovert lebih rentan bunuh diri.
Karena tipe orang extrovert mudah membaur dan menceritakan semua masalahnya pada orang sekitar, terlebih lagi kelompoknya. Tetapi, jika pada suatu saat orang disekitarnya tidak peduli lagi padanya atau merasa sibuk dengan urusannya masing-masing.
Maka orang dengan tipe extrovert akan merasa sepi, tidak berharga dan frustasi. Lalu cenderung lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya. Nahhh, sahabat tipe yang mana, diantara beberapa tipe kepribadian tersebut?
Memang sepertinya semua tipe kepribadian tersebut ada dalam diri kita, tapi salah satunya pasti ada yang dominan dalam perilaku kita. Tergantung dari diri sahabat sendiri dalam memaknai hidup.
Satu lagi nihh sahabat, elemen terpenting pada diri kita itu bukan cuma pada otak. Atau hal-hal yang berkaitan dengan intelegensi. Namun, pada apa yang menuntun otak kita, seperti : kepribadian, hati, kebaikan, kemauan, ide-ide progresif dan lain sebagainya. Jadi, semuanya saling terkait sahabat.
LUBANG YANG BENAR
Berbagi sedikit pengetahuna umum yaa, sahabat. Penyakit AIDS, selain dari jarum suntik narkoba bisa juga disebabkan oleh hubungan **** yang tidak sehat, sahabat. Seperti menggauli lewat *****.
Baik itu hubungan dengan pria maupun dengan wanita. Ini dikarenakan di dalam ***** manusia terdapat pembuluh darah. Pada saat pembuluh darah ini pecah karena gesekan, maka darah akan bercampur dengan udara yang lembab dan dapat menimbulkan berbagai macam virus dan penyakit.
__ADS_1
Selain itu, masih berkaitan dengan hubungan ****. Sekedar informasi kesehatan juga nihh sahabat. Dari apa yang author dapat pada saat mata kuliah Faal. Kalau hubungan **** pada saat wanita sedang mengalami haid atau menstruasi.
Dapat menyebabkan penyakit emboli. Emboli adalah masuknya oksigen atau udara ke dalam pembuluh darah yang terbuka saat menstruasi, sehingga dapat menyebabkan letupan di jantung. Atau sederhananya bisa menyebabkan penyakit jantung.