
ALAMAT AYAM
Di hari Senin yang super sibuk, Abah Nirin suah ngamuk-ngamuk. Itu karena dua karyawannya tidak masuk. Arif sedang sakit, sementara Sigit istrinya mau melahirkan. Jadi tidak ada yang antar pesanan ayam potong ke pasar.
Padahal sebanyak lima puluh ekor ayam, suda disiapkan dari peternakan ayamnya. Di tengah kebingungan ini. Sabeno muncul, mencoba menolong ayah mertuanya. Sabeno menawarkan diri menjadi driver yang akan mengantar ayam-ayam tersebut ke pasar.
Awalnya Abah Nirin menolak, karena tahu kelakuan menantunya itu seperti apa. Tapi karena Sabeno terus meyakinkannya, akhirnya ayah mertuanya itu luluh. Dia pun memberikan alamat pasar tersebut ke Sabeno.
“Hati-hati yaa, No. Jangan sampai kenapa-napa!” pesan ayah mertuanya.
“Siap, Bah. Pokoknya Abah tahu beres aja, hehehe,” ucap Sabeno sambil cekikikan.
“Tahu beres, tahu beres. Ada kenapa-napa sama itu ayam. Aing gorok sia!” pekik ayah mertuanya.
Sabeno pun berangkat dengan mobil bak terbuka. Membawa pesanan lima puluh ayam itu dengan peti-peti yang tersusun rapih. Karena diminta buru-buru, Sabeno mengemudikannya ngebut banget.
Hingga di sebuah tanjakan, dia hilang kendali. Mobil bak terbukanya terbalik, ayam-ayamnya bertebaran keluar dari peti-petinya. Memenuhi jalanan dan kabur entah kemana. Sedangkan kondisi Sabeno sama sekali gak kenapa-napa. Orang-orang langsung ramai berkumpul untuk melihat apa yang terjadi.
Juga untuk memastikan kondisi drivernya, takut membutuhkan pertolongan medis. Tapi, bukannya merintih kesakitan dan mengeluh. Sabeno malah tertawa terbahak-bahak dan berteriak. “Dasar ayam-ayam guoblokk. Pada mau kemana? alamat pasarnya kan ada di gua!”
BEDA KEYAKINAN
Fatih namanya, pemuda yang sudah berusia nyaris tiga puluh lima tahun. Dia belum menikah, sementara kedua sahabatnya, Jacky dan Badha sudah mempunyai anak masing-masing dua orang.
Akhirnya, dengan bantuan kedua sahabatnya itu. Fatih menikah dengan gadis yang usianya sama dengan dia. Betapa bahagianya Fatih, akhirnya bisa menikah juga, dan betapa bahagianya Jacky dan Badha yang bisa membantu Fatih.
Namun, baru tiga bulan menikah. Jacky dan Badha mendengar kabar jika Fatih sudah dengan istrinya. Jacky dan Badah kaget. Apa yang terjadi? usia pernikahan mereka barulah seumur jagung. Harusnya mereka sedang dalam masa mesra-mesranya.
Karena penasaran, Jacky dan Badha menemuinya dirumahnya. Setelah sampai dirumah, Jacky dan Badha melihat Fatih sedang termenung di teras rumahnya. Jacky dan Badha mendekatinya sambil bertanya.
“Ente kenapa, Fat? baru tiga bulan nikah udah cerai? dapat apaan yang kayak gitu?” tanya Jacky.
“Iyaa Fat. Memangnya kenapa?” tambah Badha.
“Gara-gara beda keyakinan, Jack, Bad,” ucap Fatih lirih.
“Hah, beda keyakinan. Bukannya keyakinan lu sama dengan istri lu. Kan yang nyariin gue sama Jacky!?” ujar Badha.
“Ho’oh, Fat. Beda keyakinan dimananya?” tanya Jacky.
__ADS_1
“Gini loo guys. Gue itu selalu punya keyakinan. Kalo gue itu ganteng. Tapi beda sama istri gue. Dia itu gak yakin kalo gue ganteng,” ucap Fatih, enteng.
Jacky dan Badha akhirnya membelikan kaca seukuran dua kali lapangan futsal buat Fatih ngaca. Terlihatlah wajah Shahrukh Khan versi wayang kulit.
SUMBANGAN
Suatu hari Badha yang sedang jalan-jalan dengan mobilnya terjebak macet di daerah Jakarta Selatan. Di tengah kemacetan itu, ada dua anak kecil yang mengamen. Satu bermain gitar dan yang satunya lagi menyanyi.
Permainan gitar dan suara mereka sangat bagus. Keduanya membawakan lagu dengan sangat indah dan harmonis. Otomatis pada saat meminta uang, Badha memberi mereka satu lembar uang lima puluh ribuan.
Pengamen yang bermain gitar berseru kegirangan, “Wiihh, banyak banget nihh, Om.”
“Iyaa, Om. Terima kasih banyak yaaa Om,” ucap pengamen yang satunya lagi, yang vokal.
“Hehehe, sama-sama. Memang uangnya mau kalian pakai untuk apa?” tanya Badha.
“Kami mau sumbangin, Om!” ucap mereka berdua, serentak.
Mendengar itu, Badha kagum. Mereka itu masih kecil, dan ditengah kekurangannya, mereka masih ingat untuk berbagi. Badha menambahkan lagi satu lembar uang lima puluh ribuan kepada mereka. Mereka tambah senang bukang kepalang.
“Memangnya uangnya mau kalian sumbangkan kemana?” tanya Badha penasaran.
Badha menepok jidatnya dengan keras.
KUNCINYA CUMA IKHLAS
Fatih kesal. Malam itu dia kehilangan kunci kontrakannya. Padahal seingat dia, sebelum ikut kajian. Dia menaruhnya di saku celana belakang. Akhirnya, dia kembali ke masjid, sekedar mau berteduh aja. Karena hujan.
Ustadz Hakim melihat Fatih duduk sendirian di teras masjid dan menghampirinya. Dia bertanya kepada Fatih, “Ada apa, Fat? sudah malam, dan kajian juga sudah selesai. Kenapa kamu masih disini?”
“A… anu Ustadz, saya kehilangan barang saya. Sudah saya cari-cari enggak ketemu,” jawab Fatih.
“Ouww, begitu. Kalau sudah kamu cari kemana-mana dan enggak ketemu. Berarti kuncinya ada di ikhlas,” ucap Ustadz Hakim.
“Ouww gitu. Ok dehh Ustadz,” ucap Fatih, sambil bangkit dari berdirinya dan pergi entah kemana.
Ustadz Hakim bingung dengan kelakuan Fatih, tapi dia tidak menghiraukannya. Dia pun memakai sendalnya, hendak pulang ke rumah untuk beristirahat. Di perjalanan, tepatnya di depan gang rumahnya.
Ada ramai-ramai orang, Ustadz Hakim penasaran dan bertanya pada warga di sekitar situ. “Assalamualaikum, ada apa yaa ramai-ramai gini?”
__ADS_1
Salah satu warga yang ada disitu menjawab pertanyaanya, “Waalaikum salam, ini Ustadz. Sii Fatih berantem sama si Ikhlas.”
UstadzHakim terkejut, si Fatih baru aja abis dengerin kajian kok langung binal kayak gitu. Dia melihat Fatih yang sedang berantem sama Iklhas di depan matanya.
Wadejiggg, waddeepoww, waadejigg, wwaadepoww.
Ustadz Hakim buru-buru melerai mereka, “Astaghfirullahal adzim. Ente berdua kenapa pada berantem malam-malam gini? bukannya pada istirahat, tidur!”
“Dia duluan Ustadz yang tiba-tiba nyerang saya!” ujar Iklhas.
“Laahh, gimana gue gak nyerang elu. Orang Ustadz aja bilang sendiri kalo kuncinya ada di ikhlas. Yaa udah, mana? balikin kunci gue!?”
“Gue gak tahu kunci eluu, Fat!” teriak Ikhlas.
“Bohong lu, mana mungkin kan Ustadz Hakim ngerjain gue!” balas Fatih.
Ustadz Hakim langung pingsan ditempat, dan keesokan harinya. Dia jadi tkw ke Qatar.
PENGUSAHA MAKANAN
Ada tiga sahabat. Mereka baru saja dipecat dari pekerjaannya masing-masing. Karena mereka ini senang makan, maka mereka berencana untuk membukan restoran. Tapi modal mereka kurang cukup.
Akhirnya mereka bertiga sepakat untuk menggunakan jasa pesugihan Mbah Toto, si dukun sakti. Mereka bertiga datang ke rumahnya yang sangat mewah, dan mereka pun memberitahukan tujuan mereka datang.
Jacky ingin punya modal dan panglaris untuk buka usaha restoran nasi goreng. Mbah Toto pun membantunya. Badha ingin punya modah dan panglaris untuk buka usaha restoran soto. Mbah Toto pun membantunya. Fatih ingin punya modal dan panglaris untuk buka usaha restoran sate. Mbah Toto pun membantunya.
Selang satu bulan kemudian. Mbah Toto kedatangan tamu. Ternyata itu Jacky, dia datang membawakan mobil untuk Mbah Toto. Karena usahanya maju pesat. “Mbah ini ada sedikit ucapan terima kasih untuk Mbah,” ucap Jacky sambil memberikan kunci mobil.
Beberapa jam kemudian datang Badha, memberikan motor sebagai ucapan terima kasih untuk si Mbah. Restoran sotonya tiap harinya pasti ramai. “Walah, walah. Gak perlu repot-repot,” ucap si Mbah Toto.
“Gak apa-apa kok Mbah,” balas Badha.
Lalu datang yang terakhir Fatih, dia langsung menyerbu masuk ke kamar operasionalnya si Mbah Toto. “Walaahh, buru-buru banget memangnya kamu mau kasih apa?” tanya si Mbah.
“Ngasih-ngasih. Dasar dukun guoblok. Orang pengen buka usaha bukan dibantuin malah di diemin!” teriak Fatih.
“Loo maksudnya apa?” tanya Mbah Toto.
“Gue kan pengen buka usaha restoran sate. Tusukannya mana!?” bentak Fatih.
__ADS_1
Akhirnya si Mbah Toto berhenti menjadi dukun, dan beralih profesi menjadi marbot masjid.