Istirahat Sebentar

Istirahat Sebentar
Aku Kira Dia Normal (Part 3)


__ADS_3

Taqi bergidik. Rasa marah, cemburu, kesal, dongkol sekaligus jijik berkumpul menjadi satu. Ingin ia menggebrak pintu dan melabrak mereka untuk melampiaskan amarahnya. Tapi itu terlalu beresiko.


Karena jika sampai Taqi main pukul dan hajar. Salah satu diantara mereka pasti ada yang mati atau minimal koma di rumah sakit. Akhirnya dia memilih berpaling dan meninggalkan tempat itu.


Sambil menunduk menahan amarah, dia berjalan melewat tempat-tempat yang dia lalui tadi. Di tengah koridor dia berpapasan dengan Pak Imam.“Belum pulang,Qi?” tanyanya.


Taqi tidak menjawab. Dia hanya tertunduk. Melewatinya, sambil mengepal tangannya. Penuh dengan amarah. Kalau dia bisa jadi Hulk, pasti dia sudah jadi Hulk saat ini. namun dia hanyalah manusia biasa.


Sesampainya di parkiran. Ada yang dia lupa, tujuan utamanya. Kunci motornya masih ketinggalan di atas. “Kampret,“ keluh Taqi kesal. Akhirnya dia kembali lagi. Semakin bertambahlah dongkolnya.


Karena dia kembali lagi melewati koridor. Melewati ruang tata usaha. Melewati ruang perpustakaan, yang saat itu Pak Imam sudah berteriak kencang dengan bahasa dan logat Sunda menggerebek mudi-mudi yang sedang berbuat mesum di perpustakaan.


Sontak, seisi sekolah dan beberapa murid yang belum pada pulang berhamburan mendekat ke arah perpustakaan. Mereka ingin mengetahui hal apa yang terjadi disana. Hingga membuat security yang terkenal sabar dan santun itu, sampai memaki sedemikian rupa.


Taqi tidak menghiraukan. Dia tetap tertunduk sambil mengepal kedua telapak tangannya. Berjalan ke atas hingga ke ruangan kelas dan mengambil kunci motornya. Lalu bergegas kembali ke parkiran.


Di depan perpustakaan. Sudah banyak orang berkerubung. Ada siswa, guru, kepala sekolah, dan penjaga sekolah. Pokoknya ramai. Terliat Pak Imam sedang menjelaskan apa yang barusan dia liat kepada guru dan kepala sekolah.


Sedangkan siswa dan siswi mendengarkan sambil keheranan. Ada beberapa siswa memasang wajah jijik menatap Neea dan lawan main mesumnya yang saat ini ada di depan pintu ruangan. Beberapa diantara mereka yang berkumpul ada yang angkat bicara.


“Yaa ampun Neea. Lu demennya sama cewek?” tutur salah satu siswi mengejek.


“Ihh jijik gue sama lu!” teriak siswi lain.

__ADS_1


“Kamprett loo. Pantesan pas abis olahraga deman banget lu photo-photo sama meluk-meluk gue,” Tiwi, gadis tersemok di sekolahan ini ikut menimpali.


“Kampret emang. Pantesan gak suka di deketin cowok. Ternyata lesbi,” tambah Khair perwakilan dari para cowok yang ditolak Neea.


Sontak teriakan serentak para siswa cowok yang masih berada di sekolah itupun menggema ke arah Neea.


“Wuuuuuuuuuu.”


“Hei, sudah. Tenang-tenang,” ucap Pak Syamsi selaku Kepala Sekolah menenangkan.


“Astaghfirullah Neea. Istighfar. Kamu lakuin ini sama yang belum muhrim aja sudah salah. Apalagi dengan sesama jenis,” Ibu Fauziah selaku wali kelas menasehatinya sambil mengelus dada.


Sedangkan Taqi. Seperti sudah tidak peduli Neea dan cecurut mesumnya itu. Dia meninggalkan sekolah di hari itu dengan perasaan yang hancur lebur. Bagaimana tidak hancur. “Aku kira dia normal,” gumam Taqi.


Dua kali kerjaan kalo mau serius sama cewek model gitu. Pertama harus nunggu dia putus sama pasangan lesbiannya, dan kedua harus benerin orientasi seksualnya dulu. Agar kembali ke kodratnya. Baru bisa dipacarin.


Malangnya nasib Taqi. Sisa di hari itu dia hanya mengurung diri dikamar. Orangtua dan kakaknya bahkan sampai bingung dengannya. Beberapa hari kemudian. Kabar terakhir yang Taqi dengar dari teman sekelasnya via wa.


Karena memang sudah ada beberapa temen dekat satu kelas yang tau jika Taqi naksir dengan Neea. Jika Neea dan cecurut yang ketauan berbuat mesum di perpustakaan itu. Dilaporkan ke orangtuanya masing-masing.


Neea diberhentikan dari sekolah dan dinyatakan tidak lulus karena membuat malu nama sekolah, dan mempunyai semua jawaban soal ujian dari temen lesbiannya itu. Ternyata si cewek cecurut itu, adalah seorang anak pejabat di kementrian pendidikan.


Sungguh buruk kepingan karakter Neea yang terbongkar ini. Semakin terliat baik seseorang dari luar. Harus semakin diwaspadai isinya. Itulah yang akhirnya Taqi tanamkan dalam dirinya. Bukan curiga, namun waspada.

__ADS_1


Hari-hari berikutnya masih sama. Taqi selalu mengurung diri dikamar. Makan pun jarang. Bahkan ibunya sempat mengintip dikamar Taqi kenapa banyak poster cowok-cowok binaraga dan boyband Korea. Apakah Njun mau jadi binaraga atau mau bentuk boyband?


Kalo jadi binaraga mungkin iya. Tapi kalo mau jadi personel boyband mana mungkin. Taqi baru napas aja sudah fals. Suaranya juga lebih mirip kucing keinjek dibanding suara-suara merdu anak-anak boyband.


Tingkahnya itu membuat ibunya berpikir. Jika Taqi lebih cocok jadi sinden daripada personel boyband. Tapi ke tempat gym juga gak pernah. Latihan boyband apalagi. Dia hanya seharian mengurung diri di dalam kamar.


Shalat pun di dalam kamar gak berjamaah sama keluarganya. Serta sering mepet di akhir waktu. Selain itu, hal aneh juga sering terjadi. Celana dalem ayahnya, serta kedua kakak cowokya. Juga kenapa pada ilang.


Kejadian itu sempat membuat bingung keluarga, yang pada akhirnya ibunya memergoki di kamar Taqi. Ada tambah banyak poster-poster lelaki maco. Celana-****** ***** pria berserakan di lantai kamar dan dekat kasur.


Beberapa ternyata ada ****** ***** dan kakak-kakaknya. Serta majalah-majalah yang biasanya dibaca oleh wanita-wanita dewasa. Ada apa dengan cinta? Eehh, maksudnya, ada apa dengan Taqi? apakah orientasi seksualnya berubah?


Tersirat kekhawatiran itu menyelimuti Dewinta selaku ibunya. Apakah ini ada kaitannya dengan kejadian yang baru-baru ini terjadi di sekolahnya. Diapun menceritakan itu kepada suaminya dan anak tertuanya.


Pada akhirnya dimalam itu. Malam Jum’at yang cerah, diadakan sidang paripurna keluarga Rohan, untuk permasalahan Taqi. Ayahnya sampai rela membatalkan kepergian meetingnya dengan klien di luar kota.


Sidang paripurna itu dihadiri oleh Taqi, kedua orangtuanya dan kedua kakaknya, Malik dan Salim. Sedangkan kedua adik kembarnya, Sana dan Sini. Kebetulan sudah tertidur lelap. Sehabis shalat Isya.


Taqi menceritakan semuanya dari awal hingga akhir. Ternyata benar dugaan ibunya. Ini masih ada kaitannya dengan peristiwa asusila di sekolahnya. Lagi-lagi ini adalah persoalan cinta anak muda.


Dari cerita itu. Mereka sangat paham jika Taqi sangat kecewa atas peristiwa tersebut. Hingga membuat Taqi trauma terhadap wanita dan hampir membuat orientasi seksualnya menyimpang.


Namun untungnya kedua orangtuanya sangat peka terhadap perubahan tingkahlaku anaknya. Serta kakak-kakak yang peduli terhadap saudara kandungnya. Hingga sebelum Taqi jatuh lebih dalam menjadi kaum Nabi Luth a.s, mereka melakukan trapi terhadap Taqi.

__ADS_1


Mulai dari mengembalikan rasa semangatnya. Mengobati rasa kecewanya terhadap wanita dan mengembalikan orientasi seksualnya. Intinya Taqi harus bersabar. Karena kemenangan dan kebaikan akan kita dapatkan sepanjang kita bersabar.


__ADS_2