
KENAPA BISA WAFAT
Di sebuah sekolah anta berantah, pada saat jam mata pelajaran sejarah. Pak Guru Sofyan sang guru sejarah yang berkaca mata. Bertanya kepada murid-muridnya. Kapan Perang Diponegoro dimulai.
Seiisi kelas langsung hening seketika. Bahkan suara jangkrik pun sampai tak terdengar di telinga. Dia pun mengulang kembali pertanyaannya. Tapi merasa, setelah hampir beberapa menit dan diulang-ulang pertanyaannya.
Para siswa tersebut tidak ada yang menjawabnya. Tetap hening seperti kuburan Belanda. Pak Sofyan yang merasa cukup kesal bin dongkol, akhirnya dia menunjuk salah satu siswa untuk menjawabnya. “Fatih, coba kamu jawab. Kapan dimulainya Perang Diponegoro!?”
Fatih lupa-lupa ingat, “Umm… ummm, itu Pak. Sehabis Maghrib, Pak,” jawabnya kemudian.
“Hahh!” sontak si Pak Sofyan terkaget di ikuti gelak tawa hampir satu ruangan kelas itu. “Aduuh Fat. Perang Diponegoro itu dimulai 1825,” ucap Pak Sofyan menjelaskan kepada Fatih.
Tapi yang dijelaskan bukannya paham malah kembali menyanggah, “Tuhh kan bener saya Pak. 18.25 itu kan sehabis Maghrib, Pak,” ucap Fatih dengan nada protes.
Pak Sofyan hanya bisa nepok jidat pakai tangan Khabib Nurmagomedov. Pak Sofyan pun masih melanjutkan pertanyaannya. Masih seputar Perang Diponegoro. Kali ini Pak Sofyan bertanya, alasan kenapa para pejuang bisa wafat di medan pertempuran.
Fatih langung mengacungkan tangan kanannya ke atas. Awalnya Pak Sofyan ragu untuk mempersilahkan Fatih menjawab pertanyaannya. Tapi berhubung tidak ada orang lain yang menjawab, jadi Pak Sofyan dengan berat badan mempersilahkannya.
“Iyaa, Fat. kenapa alasan pejuang bisa wafat di medan perang?” tanya Pak Sofyan dengan tidak semangat.
“Karena bengong, Pak,” ucap Fatih.
Gubrakk. Pak Sofyan hanya bisa geleng-geleng kepala sambil mengeluarkan darah kental dari hidung.
KELUARGA SAYA
Di tengah jalan pada saat hendak ingin pulang ke rumah. Sabeno melihat ada kerumunan orang banyak. Dia pun penasaran dan bertanya kepada orang yang ada di sekitar situ. “Mas ada apa yaa? kok rame bener?”
“Itu Mas, ada yang ketabrak. Kasian banget lagi dicari tahu siapa keluarganya,” ucap orang yang ada di sekitar situ.
__ADS_1
Sabeno yang penasaran segera menghamburkan diri di kerumunan orang banyak tersebut. “Permisi, permisi. Tolong saya mau lewat,” ucap Sabeno.
Salah satu orang yang ada di kerumunan itu nyeletuk, “Mau kemana, Mas. Antri donk!?”
Sabeno berhenti sejenak, dan memperhatikan kembali kerumunan tempat dia berada. Lalu bertanya kembali,”Ini kerumunan yang tabrakan itu, kan?”
“Bukan. Ini antrian sembako, Mas. Kerumunan tabrakan yang satunya lagi,” ucap salah satu orang yang berkerumun itu.
Walaahh, ternyata Sabeno salah masuk kerumunan. Lagian, hebat banget yaa. Bisa ada dua kerumunan sebelah-sebelahan gini di satu tempat. Akhirnya Sabeno pergi ke kerumunan yang satunya lagi. Semoga saja kali ini benar.
Tapi dia kesulitan untuk sampai di depan, untuk melihat korban tabrakan tersebut. Dia pun gak kehilangan akal, dia berteriak-teriak keras mengaku sebagai anggota keluarga dari korban kecelakaan itu.
“Minggir, minggir. Kasih saya lewat. Saya keluarganya. Saya keluarganya. Ini kartu keluarga kami. Ini kartu keluarga kami!? teriak Sabeno.
Alhasil orang-orang yang berkerumun pun pada minggir. Memberi Sabeno kesempatan untuk lewat. Tapi alangkah kagetnya Sabeno ketika mengetahui yang tertabrak itu adalah anak baboon.
Sabeno pun berpura-pura kena epilepsi sambil mengeluarkan busa dan boba dari mulut dan kupingnya.
KEPALA BOTAK
Hampir selama tujuh tahun ini Sabeno membiarkan rambutnya tumbuh gondrong hingga hampir sebahu. Dia juga membiarkan wajahnya ditumbuhi jenggot, kumis dan jambang yang lebat.
Pada suatu hari anaknya pulang menangis setelah diejek oleh temannya. Karena bapaknya dibilang mirip genderuwo pohon asem. Akhirnya karena tidak mau anaknya menangis lagi, karena diejek oleh teman-temannya.
Sabeno mencukur semua rambut yang ada di kepalanya hingga jadi botak mengkilap. Dia juga mencukur habis jenggot, kumis dan jambangnya. Sepulangnya dari tukang pangkas rambut. Di tengah perjalanan dia melihat ada anaknya sedang bermain dengan teman-temannya.
Sabeno ingin tahu, apakah anaknya itu masih mengenalnya jika rambutnya botak dan semua bulu-bulu halus yang ada di wajahnya dicukur habis. Dia pun mendekati anaknya itu dan bertanya kepadanya.
“Assalamualaikum, Nak. Kamu tahu gak rumah Pak Sabeno?” tanya Sabeno menguji anaknya.
__ADS_1
Anaknya sempat beberapa saat melihat ke arah Sabeno. Lalu dia berlari ketakutan menuju rumahnya. Sesampainya dirumah anaknya mengggigil dan minta di selimutin sama ibunya. Dia berkata kepada ibunya.
“Bu, bapak telah mencukur rambutnya sampai botak. Lalu ada wajah orang di belakang kepalanya, dan bapak juga jadi lupa dimana rumahnya. Jangan-jangan, Buu….”
BAIK LOO DIA
Konon, ini adalah kisah dari seorang yang mempunyai anak yang luar biasa. Dulu saat Ibu istrinya hamil. Dia adalah tipikal seorang suami yang amat sangat senang dan possessive banget sama istri tercintanya itu.
Karena istrinya adalah memang seorang wanita karir yang mandiri, cukup sukse dan lumayan keras kepala. Padahal sang suami adalah seorang pengusaha besar. Dia sangat kaya dan bisa memenuhi semua keinginan istrinya itu.
Tapi yaa mau gimana lagi, mungkin karena watak dan karakter istrinya yang doyan kerja. Si suami hampir setiap lima belas menit nanya keadaan istrinya lewat sms, wa, instagram, email, twitter, telegram dan juga lewat telpon.
Nanya lagi sama siapa? makan apa? minum apa? meeting sama siapa? duduk samping siapa? bekas ke toilet diguyur apa enggak? Pokoknya macem-macem tingkah possesivenya, sampai pada puncaknya.
Si suami yang possessive itu mencari kesana-kesini dokter cewek buat memeriksa kondisi kandungan sampai istri dari waktu kehamilan hingga melahirkan. Alasan si suami ingin gunakan jasa dokter cewek yang utama adalah.
Biar ‘sesuatu’ yang seutuhnya sudah jadi milik dia, gak diliat sama dikepoin oleh pria lain. Gilla banget kan possesivenya itu suami. Hingga akhirnya berkat kolega dan jaringan kerjanya, si suami possessive bisa dapetin dokter cewek yang pas untuk nanganin istrinya di masa kehamilan hingga melahirkan nanti.
Sampai pada akhirnya si istri merasakan kontraksi dan akhirnya melalui proses yang lumayan sulit, bayi itu keluar. Anehnya bayi yang masih merah itu keluar tanpa suara tangisan. Dia malah celingak-celinguk ke kiri dan ke kanan.
Seperti sudah bisa meliat sekelilingnya. Padahal bayi kan baru bisa meliat dengan jelas ketika usianya sudah beranjak sekitar dua Minggu setelah dilahirkan. Terus yang paling aneh bayi itu meliat ke arah dokter cewek itu dan bilang.
"Baik loo dia.”
Bayi itu sudah bisa ngomong kayak anak kecil yang berumur lima tahun.
Gubbrakk.
Seketika itu juga dokter dan beberapa suster cewek yang ada di situ pingsan. Setelah sadar, si dokter cewek memutuskan untuk berhenti menjadi dokter, dan memutuskan memilih menjadi paranormal.
__ADS_1