Istirahat Sebentar

Istirahat Sebentar
Humor Religi Singkat


__ADS_3

KATA ORANGTUA


Disore hari yang cerah. Jacky dan Badha melihat Fatih duduk sendiri di teras masjid sambil termenung. Kedua sahabatnya itu penasaran. Gerangan apa yang membuat Fatih yang biasanya ceria dan aktif energik itu, sampai termenung sedih.


“Lu kenapa, Fat?” tanya Jacky.


“Iyaa lu, tumben murung gitu?” tambah Badha.


Awalnya Fatih tidak ingin menceritakannya. Namun karena didesak oleh kedua sahabatnya. Akhirnya Fatih ingin bercerita, tentang hal yang membuatnya murung. Yaitu, karena dia tidak mendengarkan apa kata orangtuanya.


“Ouw begitu,” ucap Badha.


“Memang apa Fat, yang orangtua lu katakan?” tanya Jacky.


Fatih pun menjawab, “Yaa mana gue tahu. Gue kan gak dengerin.”


Jacky dan Badha, “ …. “ senyap.


KITA UDAH KETAHUAN


Pagi yang indah di desa Kebon Kosong. Musim ini adalah musim mangga. Hampir semua penduduk yang halaman depan atau belakangnya, mempunyai pohon mangga. Di tiap harinya mereka makan mangga. Kalau sudah kenyang dimakan sendiri, maka ada yang mereka jual juga di pasar.


Di pagi itu agak gempar saat Mpo Rohani, yang punya pohon mangga harum manis dirumahnya. Melihat ada tangga dan anak kecil yang sedang mengambil mangga di halaman depan rumahnya. Dia berteriak lantang, “Turun luu. Nanti gue bilangin sama Bapak lu. Kecil-kecil, masih pagi udah maling mangga!”


Namun, si anak yang bernama Ikhlas ini. Lantas tak langsung turun, dia malah menoleh ke atasnya dan berkata, “Pak turun, Pak. Kita udah ketahuan.”


SALAH CUBIT


Di hari minggu yang cerah. Seperti biasa, setelah satu minggu menghabiskan waktu di kantor. Bekerja, pergi pagi pulang malam. Pergi pagi pulang malam. Akhir pekan ini Pak Tono si pegawai BUMN itu. Santai di teras rumahnya sambil baca koran.


Tak lupa juga dia meminta Bu Lastri. Istrinya yang jauh lebih muda darinya. Untuk dibuatkan kopi hitam pahit, sebagai teman membaca korannya di pagi ini. Jika ada, sediakan juga pisang goreng atau singkong rebus. Nikmatnya pasti berkali kali lipat.


Sebelum duduk santai baca koran sambil minum kopi. Pak Tono melakukan peregangan otot dulu sambil menghirup udara pagi yang segar. Di tengah-tengah latihan peregangan otot.


Tiba-tiba ada yang mencubit pantatnya. Dia pun tersentak kaget dan berkata tinggi, “Ehh, kurang ajar kamu, Pul. Ngapain nyubit-nyubit pantat saya. Kamu homo yaa!?”


Syaipul si tukang kebonnya lebih kaget dari Pak Tono, dan berkata, “Maaf Pak, saya bukan homo. Tapi biasanya tuhh, yang duduk di kursi sebelah sini itu Ibu Lastri.”

__ADS_1


Esoknya, Pak Tono melakuan tes dna terhadap anaknya.


BERHENTI MEROKOK


Badha duduk santai dipinggir lapangan futsal. Cuma menatap kesana kesini melihat temannya yang bermain futsal. Sementara dia, hanya duduk sambil ngerokok dan megangin kolor. Ini sudah rokok kedua yang dia hisap.


Main futsalnya paling lima menit. Selebihnya kebanyakan santai dan ngerokok. Tiba-tiba Juna datang mendekatinya. Menegurnya yang dari tadi ngerokok terus, giliran disuruh main. Alesannya capek. Juna yang ayahnya seorang praktisi kesehatan mencoba menasehatinya.


“Badh, rokok itu bisa nyebabin sakit kanker dan jantung loo,” ucap Juna.


“Ahh, sakit kanker sama jantung biasanya kan cuma buat orang-orang kaya seperti elu, Jun. Orang belangsak kayak gue paling masuk angin sama asem urat,” balas Badha.


“Tapi kan, ngerokok juga bisa nyebabin impoten, Badh,” lanjut Juna.


Mendengar hal itu Badha langung berhenti merokok. Dia langsung mematikannya dan membuangnya pada tempatnya. Karena dia gak mau masa depannya hancur. Tidak bisa memiliki keturunan dan tidak bisa bercocok tanam skidap pawpaw yeaw yeauu.


SIRAMIN KUBURAN TIAP HARI


Disebuah rumah sakit, ada pasangan paruh baya yang sedang bersedih. Si istri, divonis oleh dokter jika usianya tidak akan lama lagi. Oleh karena itu, dia memanggil suaminya dan berwasiat kepadanya setelah dia wafat nanti.


Wasiat pertama, dia minta dimakamkan disamping makam ibunya. Si suami mengiyakan sambil berkata, “Baik sayang akan aku lakukan sesuai permintaanmu.”


Suaminya menanggapi dengan heran. Gak dikasih tahu dia juga sudah paham. Kalau itu tanah orang lain dan gak boleh sembarangan dia jual. Suaminya merasa jika kesadaran istrinya mulai menghilang.


Wasiat berikutnya, dia memperbolehkan suaminya untuk menikah lagi, setelah ia meninggal nanti. Dengan syarat jika kuburan istrinya sudah mengering. Si suami girang bukan kepalang. Ini berarti istrinya masih sadar seratus persen, karena masih memikirkan dirinya. Dia pun berkata mantap,” Baik Buu, jika itu memang wasiat dari Ibu.


“Lalu wasiatku yang terakhir kepadamu …” ucap istrinya dengan lirih.


Si suami sudah siap mendengarkan dan melaksanakan wasiat dari istrinya tersebut.


“Tolong kamu siramin kuburanku setiap hari,” ucap si istri.


Si suami langsung mendadak pingsan dan koma selama tiga hari.


BELI MIE AYAM


“Brengsek ini tukang mie ayam!” bentak Fatih.

__ADS_1


Teman-temannya yang berada disitu keget dan penasaran. Kenapa nihh si Fatih tiba-tiba ngamuk sama mie ayamnya. Karena mereka beli mie ayamnya barengan dan di tempat yang sama, yang bedainnya cuma kalau si Fatih ini ngutang.


“Lu kenapa, Fat?” tanya Badha.


“Gue dibohongin sama itu tukang mie ayam!” ujar Fatih.


“Dibohongin gimana?” tanya Jacky.


Fatih menunjukkan bungkusan mie ayamnya. Sambil berkata lantang, “Nihh, coba lu pada lihat. Katanya mie ayam, tapi mana ayamnya!?”


Teman-temannya tidak memihak kepada Fatih. Mereka hanya menepok jidat sambil menghela napas panjang.


“Lu kalo bego yang berperikemanusiaan dong, Fat,” ucap Badha.


“Loo salah gue dimana!?” protes Fatih.


“Yaa coba aja lu beli lem tikus. Ada tikusnya gak?” tanya balik Jacky.


Setelah diomongin begitu Fatih langsung diam dan memakan mie ayamnya dengan lahap seperti orang kesetanan.


MAU BELI SATE


Di sebuah kedai makanan. Fatih bolak balik berkeliling mencari makanan yang dia ingin makan malam ini. Sampai di sebuah kedai yang cuku ramai. Dia pun bertanya kepada si pemilik kedai yang ternyata orang yang sudah cukup tua.


“Pak ada bakso?” tanya Fatih.


Si pemilik kedai mengangguk pertanda mengiyakan. Lalu si Fatih tak lantas membeli, tapi malah bertanya lagi, “Pak ada tekwan?”


“Ada, dek,” jawab si pemilik kedai sambil sibuk melayani pesanan.


“Ohh, kalo siomay. Ada Pak?” tanya Fatih lagi bertanya.


Si pemilik kedai menganggukkan kepala lagi, mengiyakan. Tapi dengan raut wajah yang mulai jengkel. Lalu, si Fatih juga gak lantas membeli. Malah bertanya lagi kepada si pemilik kedai, “Kalo mie ayam ada, Pak?”


Si pemilik kedai kesal. “Ada, deek. Emang adek mau beli apaan? disini ada jual bakso, tekwan, siomay, mie ayam. Di spanduk depan juga ada kan ada tulisan menu-menu yang dijual. Memangnya adek mau beli apa?”


“Saya mau beli sate, Pak,” jawab Fatih.

__ADS_1


Si pemilik kedai hanya bisa nepok jidat sambil berkata, “dasar anak kuya.”


__ADS_2