Istirahat Sebentar

Istirahat Sebentar
Humor Religi Ringkas


__ADS_3

GAMBAR APEL


Sauzan namanya, dia seorang guru baru di Taman Kanak-Kanak Pokoke Joget. Sauzan bisa masuk bekerja di Taman Kanak-Kanak ini karena ayahnya, teman dekat dari Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak ini.


Bisa dibilang, Sauzan lewat jalur orang dalam. Dia gak punya pengalaman apa-apa dalam bekerja. Dia hanya cukup pintar dalam bicara dan makan dalam porsi yang banyak. Hari pertama kali mengajar, Sauzan dipertontonkan oleh kenakalan dan kebrutalan anak-anak didiknya di TK tersebut.


Untuk menarik perhatian dari anak-anak didiknya. Dia mencoba menggambar sesuatu di papan tulis. Iyaa, dia teringat untuk menggambar sebuah apel. Kemudian meminta anak-anak diam untuk berkonsentrasi. Lalu Sauzan pun berkata, “Nah anak-anak, coba gambar apa ini?”


Serentak anak-anak muridnya menjawab, “Pantaaat.”


Sauzan bersedih, melihat kelakukan anak-anak didiknya yang tidak sopan terhadapnya. Dia keluar dari kelas dan mengadukan itu kepada Kepala Sekolah. Kepala Sekolah yang mendengar aduan Sauzan, merasa marah.


Dia didampingi Sauzan pergi menuju kelas Sauzan mengajar tadi. Setelah sampai dikelas, Kepala Sekolah itu marah-marah kepada anak-anak murid. Dengan mencak-mencak dia berkata, “Kalian kan masih pada kecil. Kalian harus nurut sama Ibu Guru kalian. Kalau kalian pada nakal, nanti besarnya mau jadi apa?”


Semua murid terdiam. Tidak ada yang berani membantahnya. Sedangkan Sauzan, hanya tersenyum menang di depan pintu. Mendapati anak-anak muridnya sudah kembali tenang. Kepala sekolah itu, mempersilahkan Sauzan untuk mengajar kembali.


Namun, belum sempat dia meminta Sauzan untuk kembali mengajar. Amarah Kepala Sekolah kembali meledak begitu dia melihat gambar yang ada di papan tulis. Dengan lantang dia berkata,”Ini siapa yang berani gambar pantat di papan tulis!?”


Sauzan yang mendengar itu langsung pingsan. Selebihnya dia memilih resign menjadi guru TK, dan beralih profesi menjadi pawang hujan.


TUKANG CUKUR


Dalam perjalanan pulang sekolah. Ketiga sahabat Jacky, Badha dan Fatih berjalan beriringan. Mereka masing-masing sedang menceritakan kehebatan ayah mereka. Masing-masing dari mereka tidak ada yang mau mengalah.


Dimulai dari Jacky. Dia menceritakan kalau ayahnya itu hebat. Ayahnya adalah seorang jendral bintang satu TNI angkatan barat. Kemana-mana selalu didampingi ajudan. Bahkan kadang buat antar dia sekolah aja, pakai mobil dinas dan disopiri oleh ajudannya. Jadi enak, bebas macet.


Mendengar itu, Badha gak mau kalah. Badha bilang kalau ayahnya itu adalah pejabat pemerintah. Bahkan seorang Panglima TNI pun kalau mau dilantik harus dengan persetujuan dari ayahnya.

__ADS_1


Fatih lebih gak mau kalah. Faith bercerita jika sehebat Jendral TNI dan Pejabat bertemu dengan ayahnya. Maka mereka akan tunduk dan patuh terhadap perintah ayahnya. Mendengar penuturan Fatih itu. keduanya temannya bingung sekaligus takjub.


“Memang ayah lu kerjanya apa, Fat?” tanya Jacky.


“Iyaa, Fat. Kok bisa pada nurut gitu sama ayah lu?” tambah Badha bertanya.


“Tukang cukur. Yaa coba aja lu cukur rambut. Kalau diminta nunduk, yaa harus nunduk, kan?” ujar Fatih.


Lalu, Jacky dan Badha sepakat. Untuk menenggelamkan Fatih di arena bermain mandi bola.


SERAHIN SAMA YANG DI ATAS


Wan Khodir namanya. Orang keturunan Arab yang sudah lama tinggal dan berbisnis di Indonesia. Dia seorang bandar karpet dan mangga di Desa Dapur Ngebul. Suatu hari, dia berkunjung ke kebon mangganya.


Di mendapati ada pohon mangga tinggi yang berbuah lebat. Buah-buahnya juga sudah pada matang. Dia memanjat pohon tersebut, mengambil beberapa buah mangga untuk bisa dia santap di tengah hari ini.


Sudah lumayan tinggi dia memanjat dan memetik beberapa buah mangga. Tiba-tiba, dibawah pohon yang dia panjat. Ada sepasang muda-mudi yang ingin berbuat mesum. Si pria mulai mencumbu si wanita, sedangkan si wanita hanya menikmatinya saja.


Si pria yang sudah kebakar hawa nafsu. Untuk meyakinkan wanitanya, dia hanya bisa berkata, “Untuk urusan itu, kita serahin aja sama yang di atas.”


Mendengar ucapan si pria itu, Wan Khodir kaget dan marah bukan kepalang. “Haram jadah ente. Ente yang berbuat, ane yang bertanggung jawab. Pergi lu berdua, bawa sial aja.”


Setelah itu, Wan Khodir membuat pagar kawat berduri yang dialiri listrik di sekeliling kebon mangganya.


DO’A MAU MAKAN


Seorang pemburu, dia tersesat di dalam hutan belantara yang amat lebat pepohonannya. Sudah lama dia mencari jalan untuk kembali ke tenda bersama teman-temannya. Namun naas, bukan teman yang dia dapati. Tapi malah seekor singa jantan yang tengah lapar, ada di hadapan matanya.

__ADS_1


Dia terdiam tak berkutik. Dia sudah pasrahkan nasibnya kepada takdir. Si pemburu hanya bisa duduk terdiam sambil membaca do’a. Namun anehnya si singa juga duduk dan terdiam di hadapannya.


Si pemburu yang keheranan bertanya, “Kenapa engkau terdiam, wahai singa?”


Singa menjawab, “Sama halnya dengan engkau yang memohon ampunan dan baca do’a sebelum kematian. Aku juga sedang mengucap syukur dan membaca do’a sebelum makan.”


HAPAL GERAKAN


Japril namanya, pengantin baru yang baru hitungan bulan menikah. Suatu hari selepas pulang kerja, dia sudah ngebet banget mau hubungan sama istrinya. Sesampai dirumah, sehabis bersih-bersih dan makan.


Japril langsung mengajak istrinya ke kamar. Lalu dikamar itu dia melakukan serangan gerilya. Belum sempat dia menyempurnakan maksud serangannya itu. Tiba-tiba listrik padam. Seisi kamarnya jadi gelap gulita.


Istrinya yang menyaksikan itu, meminta izin ke Japril. Untuk mengambil senter atau lilin, agar ada cahaya di kamarnya. Tapi, Japril tidak mengizinkan istrinya untuk pergi. Dia malah semakin memeluk istrinya dengan erat. Sambil berkata, “Gak usah pake lilin atau lampu juga gak apa-apa. Aku udah hapal gerakannya.”


SALAH KIBLAT


Rean namanya, pemuda pengangguran yang saat ini sedang kabur melarikan diri dari serbuan warga yang salah satu rumahnya ingin dia malingi. Malam itu sungguh sial dirinya. Baru bau menggotong tv dari salah satu rumah warga.


Dia sudah kepergok si pemilik rumah. Dia langsung diteriakin maling, dan gak lama berselang. Para warga berhamburan mengejarnya. Rean gak hilang akal. Dia langsung masuk ke dalam sebuah masjid yang ada di sekitar lingkungan itu.


Di dalam masjid. Dia ambil sarung, kemudian dia pakai itu sarung. Setelah itu, dia shalat di deket mimbar masjid. Berpura-pura shalat barang dua rakaat. Namun yang membuat Rean bingung, para warga malah tetap masuk ke masjid dan langsung menangkapnya.


Rean panik, namun sekali lagi. Dia tidak hilang akal, dia protes ke warga, “Ehh, ada apa ini? orang lagi shalat main tangkap-tangkap aja. Pada kualat loo nanti.”


Beberapa orang warga ada yang menjawab, “shalat apaan? hadap kiblatnya aja lu salah,” ucap seorang warga sambil menunjukkan arah kiblat yang benar.


Sekali lagi Rean tidak hilang akal dan berkelit, “Lahh mimbarnya kan disini. Kiblat kan biasanya dekat mimbar?”

__ADS_1


“Ini masjid lagi mau di renovasi. Untuk sementara mimbarnya dipindahin ke pojok situ dulu,” ucap salah seorang warga yang lain.


Mendengar penjelasan warga, Rean gak bisa berkelit lagi. Dia digiring untuk keluar masjid. Jadilah dia babak belur dipukulin warga yang pada main hakim bersama.


__ADS_2