
BUKAN ANJING GUE
Vania namanya, hari ini ditinggal anggota keluarnya keluar kota. Dia tidak bisa ikut, karena sedang dalam minggu-minggu ujian tengah semester kuliahnya. Dia tidak berkecil hati dan tidak juga sedih.
Karena waktu kesendiriannya bisa dia gunakan untuk belajar dan nonton drama Korea favoritnya. Ditambah lagi, ada Netan. Anjing pudel bewarna putih kesayangannya yang selalu menemani hari-harinya bahkan keluarganya.
Di malam itu, sehabis belajar selama kurang lebih dua jam. Vania melanjutkan aktivitasnya untuk menonton dvd drama Korea di ruang keluarga. Saking seru dan terharunya dengan drama Korea tersebut. Vania sampai lupa waktu.
Dilihat jam di dinding sudah pukul jam dua belas malam. Dia memutuskan untuk menyudahi nontonnya dan hendak beranjak tidur. Namun ada satu hal yang Vania baru ingat. Dimana Netan?
Sejak pas dia nonton tadi tidak terlihat dan suara gonggongannya juga tidak terdengar. Dia mencari-carinya hingga mengelilingi rumah. Namun tidak ada, dia panggil-panggil juga tidak mendekat. Dimana dia? apa jangan-jangan dia sudah ada dikamarnya?
Saat hendak menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. Tiba-tiba lampu mati. Seisi rumah pun menjadi gelap gulita. Vania coba mencari lampu senter atau hp untukmenyalakan cahaya, dan yang dia dapat hanya hp-nya, yang kebetulan ada di saku celana gemesnya.
Dia menyalakan senter hp, dan amat sangat terkejut. Mendapati anjing pudelnya sudah ada di depan kamarnya. “Yaa ampun, Netan. Darimana saja kamu!” serunya.
Vania menyorot anjing pudelnya itu dengan cahaya lampu senter dari hp-nya. Dia melihat ada banyak keanehan dari anjing pudelnya itu. Matanya seperti memerah dan ada beberapa percikan darah di bulunya. “Apakah ini anjing gue?” gumamnya.
Dia pun mencoba beberapa test kepada anjing itu. “Netan duduk!”
Dengan sigap anjing itu pun duduk. Lalu Vania memerintahkan hal yang lain untuk dilakukan. “Netan berputar!”
Anjing itu pun berputar-putar tiga ratus enam puluh derajat dengan cepat. Vania semakin terkejut. Dia pun mencoba test yang terakhir. “Netan tidur!”
Dan anjing itu pun tidur. Di saat anjing itu tidur, dia langsung menutup dan mengunci pintu kamarnya dengan rapat. “Itu bukan anjing gue! anjing gue gak bisa lakuin itu semua.” teriaknya ketakutan.
Dia langsung bergerak menjauh dari pintu kamarnya. Tapi menyandung sesuatu hingga terjatuh. Dia menyorot dengan lampu senter hp, apa yang membuatnya kesandung itu. Ternyata, pas dilihat.
Itu adalah anjing pudelnya. Anjingnya mati bersimbah darah dengan kepala terpisah dari tubuhnya. Vania tercekat kaget. Apalagi ketika mendapati jika semua boneka-boneka yang ada di kamarnya seperti bergerak menghampirinya.
Tiga hari kemudian, keluarganya pulang, dan menemukan Vania sudah dalam keadaan kaku tak bernyawa. Matanya melotot seperti ketakutan karena melihat sesuatu, mulutnya terbuka seperti orang yang berteriak.
__ADS_1
Polisi dan pihak keluarga kebingungan dengan penyebab kematiannya. Karena tidak ada bekas atau jejak-jejak seperti penganiayaan, perampokan atau bahkan bunuh diri. Ditambah lagi keberadaan anjing pudel putihnya yang sampai dengan saat ini, tidak diketahui keberadannya.
**MANDI**
Andi pulang lumayan larut malam itu. Sedang banyak pekerjaan karena menjelang pergantian tahun. Dia makan, santai-santai sambil minum soda dan nonton tv. Ibunya yang melihat tingkah Andi itu berniat memberitahukannya.
“Ndi, mandinya jangan malam-malam. Nanti ta—“
“Takut apa Bu, takut reumatik. Itu cuma mitos Buu, gak ada kaitannya dengan mandi malam. Sebentar lagi juga Andi mandi,” ucapnya dengan santai.
Ibunya pun meninggalkannya sendirian di ruang tamu. Andi bermaksud untuk leha-leha sekitar lima belas menitan lagi. Lalu di baru pergi mandi. Setelah lima belas menit berlalu. Jam di dinding sudah menunjukan pukul dua belas malam. Andi pun mengambil handuk dan berniat untuk mandi.
Ketika dia lihat, warnanya merah. Seperti warna darah, karena penasaran. Dia pun melihat ke langit-langit kamar mandinya. Disitu dia melihat ada kepala menggantung dengan leher yang seolah terputus, meneteskan darah segar. Matanya melotot berwarna kebiruan dan lidahnya menjulur panjang melewati batas dagunya. Pipinya ada bintik-bintik hitam mengeluarkan asap seperti aspal panas.
Keesokan harinya, rumah Andi dipenuhi para pelayat yang berdatangan. Para pelayat turut berbela sungkawa kepada keluarga atas kematian Andi. Saat ditanya kenapa Andi meninggal mendadak. Ibunya hanya menjawab, jika Andi kena angin duduk karena mandi tengah malam.
**KALIDERES – CILACAP**
Seorang gadis cantik bernama Lastri ingin berkunjung ke kampung halamannya di Cilacap. Dia kangen dengan kedua orang tuanya di kampung. Lastri hendak pergi dari Kalideres menuju Cilacap dengan mobil dari terminal Kalideres.
__ADS_1
Kebetulan pada saat itu, Lastri mendapatkan jadwal bus dengan jadwal malam hari. Di sekitar jam sembilan malam. Setelah lama menunggu, hingga terminal bus nyaris sepi dengan penumpang.
Akhirnya bus yang ia ingin tumpangi datang. Karena buru-buru takut kena hujan, Lastri langsung masuk dan duduk di sebuah bangku kosong. Nomor dua terdepan di samping kursi driver di samping jalan lalu lalang penumpang. Ia tak lupa menaruh tas nya di tempat khusus untuk menaruh barang-barang.
Setelah beberapa menit duduk dan mengamati isi dalam bus. Lastri tercekat kaget, manakala mendapati bahwa hampir semua penumpang yang ada di dalam bus ini. Semuanya memakai kain berwarna putih serta seolah-olah menyembunyikan wajah mereka.
Melihat itu semua, Lastri berusaha positif thingking. Lastri berpikir dan mengira-ngira jika mereka adalah beberapa rombongan yang hendak berwisata atau jalan-jalan bareng. Setelah itu, pada saat bus berjalan.
Sama sekali tidak ada kejadian aneh yang dialami oleh Lastri. Semuanya berjalan seperti biasa, normal pada umumnya. Hingga sampailah bus itu sebuah tujuan. Anehnya, bus ini tidak memasuki area terminal. Melainkan di pinggir sebuah jalan yang cukup sepi dari kendaraan dan keramaian orang.
Karena merasa bingung, Lastri bertanya kepada salah satu petugas bus. Atau lebih tepatnya kondektur bus. Saat itu Lastri ditanyai bahwa tujuannya mau kemana, lantas Lastri pun menjawab, “Cilacap.”
“Ohh, tujuannya benar, tapi naik busnya yang salah,” ucap si kondektur bus.
Lastri bingung dengan maksud dari ucapan si kondektur bus. Apalagi dengan tiba-tiba, Lastri diturunkan dari bus. Akhirnya, Lastri menurut saja dan turun. Lastri bingung, karena sewaktu melihat jam.
Dia baru berjalan sekitar lima belas menit. Dia mengira jangan-jangan jam tangannya rusak. Dia melihat juga jam yang ada di hp-nya. Ternyata sama. Kesimpulannya dia baru jalan dengan bus itu sekitar lima belas menit.
__ADS_1
Tidak hanya sampai disitu, yang membuat Lastri kaget dan kebingungan setengah mati adalah. Dia ternyata sudah sampai di depan jalan rumahnya. Lalu bus yang mengantar dia tadi juga sudah tidak terlihat.